Suara.com - Penyidik KPK Novel Baswedan mengabarkan kondisi kesehatannya setelah menjalani isolasi mandiri selama 11 hari akibat terjangkit Covid-19.
Kabar baik itu ia sampaikan kepada publik melalui akun Twitternya @nazaqistsha, Selasa (08/09/2020).
"Setelah menjalani isolasi mandiri selama 11 hari, saya bersama dengan keluarga kembali melakukan tes swab. Alhamdulillah hasilnya sudah negatif," ujar Novel.
Berkat hasil menggembirakan itu, Novel tak lupa mengucapkan terima kasih kepada warganet yang telah mendoakannya selama menjalani proses isolasi mandiri.
"Terima kasih atas doa dan dukungannya. Semoga pandemi ini segera berakhir, dan semuanya menjadi normal kembali. Aamiiin," imbuhnya.
Sontak, status Novel yang dinyatakan sudah negatif dari Covid-19 tersebut mendapat sambutan hangat dari warganet.
Hingga berita ini ditulis, kicauan bahagia itu telah mendapat 10.500 likes, 1.300 retweet dan 581 komentar.
"Alhamdulillah. Ke depan lebih hati-hati mas," sambut pemilik akun @MuslikhMoh***
"Selamat pak, semoga sehat selalu," kata @mari_bercer****
Baca Juga: Positif Covid-19 di Papua Tambah 114 Orang, 62 Orang Asal Kota Jayapura
"Alhamdulillah. Sehat-sehat selalu Bang NB, keluarga dan kita semua," tambah @yeyebunda*** tak mau ketinggalan.
Sebelumnya, Novel dinyatakan positif Covid-19 tanpa gejala ketika seluruh penyidik KPK menjalani tes swab pada akhir Agustus bulan lalu.
"Kemarin dilakukan tes swab terhadap seluruh penyidik KPK karena sudah ada penyidik yang positif. Hari ini saya dapat kabar bahwa hasil swab saya positif, sedangkan saya merasa sehat dan tanpa gejala. InSyaa Allah saya akan melakukan isolasi mandiri. Mohon doa," tulisnya, Jumat (28/08/2020) silam.
Tiga hari berselang setelah itu, Novel kembali memberi kabar kepada publik bahwa keluarganya juga menjalani tes swab.
"Hari Jumat lalu, keluarga saya di rumah di tes swab. Hasilnya 4 anak saya positif dan 1 negatif, sedangkan istri saya belum dapat hasil. Alhamdulillah semua dalam kondisi sehat, tidak ada gejala. Semoga hasil swab segera negatif. Tetap ikuti protokol kesehatan & jaga imunitas," jelasnya.
Tag
Berita Terkait
-
Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun
-
Menkes Pastikan Risiko Ebola di Indonesia Rendah, Penularannya Tak Semudah Covid-19
-
IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi
-
Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19
-
Noel Tak Terima Dituntut 5 Tahun, Eks Penyidik KPK: Pejabat Korup Seharusnya Dihukum Lebih Berat
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?
-
Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi
-
Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini
-
Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris
-
Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG
-
Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan
-
Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?
-
AI Digadang-gadang Mampu Kurangi Emisi Karbon, Benarkah?
-
Stop Stigma Anti-Negara! Kritik Bukan Ancaman, Semua Presiden Wajib Tunduk pada Konstitusi!
-
Benarkah Demo Mahasiswa Ditunggangi? Ini Alasan Mengapa PDIP Dicurigai