Suara.com - Ribut tawuran di jalan raya mungkin sudah umum terjadi, tetapi sebuah unggahan video dari pemilik akun Twitter @UCIKINI memberikan pemandangan yang berbeda soal tawuran.
Sebab, dalam video tersebut nampak puluhan remaja sedang mengambang di lautan sambil saling serang satu sama lain.
"Bosen tawuran di jalanan. Anak-anak Kalibaru, Jakarta Utara, tawuran di laut persis sebelah Pelabahuan NPCT1 (New Priuk), Minggu, 6 September 2020," tulis akun @UCIKINI.
Dalam keterangannya itu, @UCIKINI turut melaporkan kejadian tidak pantas dicontoh itu ke Pemprov DKI Jakarta serta ke pihak Kepolisian.
Tidak tanggung-tanggung, puluhan remaja yang terlibat tawuran tersebut juga membawa senjata tajam.
Nampak dari kejauhan, berkali-kali senjata tajam saling diayunkan di atas gelombang air laut.
Video yang durasinya setengah menit itu pun lantas ditanggapi oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
"Kepada Yth. @UCIKINI, Laporan Anda sudah diproses dengan nomor laporan TW000052993. Silakan pantau prosesnya," jawab Pemprov DKI Jakarta.
Hingga artikel ini ditulis, unggahan tersebut viral dan sudah ditonton sebanyak 69 ribu kali, serta diretweet sebanyak 1.800 kali.
Baca Juga: Belum Terima Hasil Simulasi Jalur Sepeda di Tol, PUPR: Mungkin Belum Siap
Salah satu komentar kemudian datang dari penulis Agus Mulyadi melalui akun Twitternya @AgusMagelangan.
"Tawuran di laut, bukan di jalan. Sungguh anak-anak yang paham sejarah, mereka paham bahwa nenek moyang mereka adalah pelaut, bukan pembalap," sarkas Agus Mulyadi.
Sementara ratusan warganet lainnya yang menyayangkan perilaku puluhan remaja itu juga tidak kalah sarkasnya.
"Bisa di darat bisa juga di laut. Bentar lagi bisa juga di udara," kata @Firdaus*****
"Jaman sudah gila, yang seperti ini siapa yang berani memisahkannya?" tanya @Abid******
"Pasti ini terinspirasi film perang naruto dan Sasuke di air," imbuh @MAndrese******
Berita Terkait
-
JPO Tendean Nyaris Ambruk, Crane Masih Tersangkut dan Kemacetan Mengular
-
Modus Tanya Izin Berujung Palak Rp300 Ribu, Oknum Satpol PP DKI Terancam Sanksi Berat
-
ASN DKI Boleh Masuk Kerja Jam 12 demi Antar Anak Sekolah, Wajib Kirim Foto Bukti!
-
Tak Banyak yang Tahu, Pilihan Menu di Hotel Ternyata Bisa Berdampak pada Kelestarian Laut
-
Siap-Siap! Tarif Transjakarta Diusulkan Naik Jadi Rp5.000
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- HP Murah Tapi Bagus HP Apa? Ini 9 Rekomendasi Terbaik Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
Pilihan
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
Terkini
-
Kementerian HAM Kawal Kasus Pembakaran Tiga Santri di Lombok, Dorong Pemulihan Korban
-
Kejagung Tarik Rem! Perintahkan Seluruh Kejati Hentikan Pengumpulan Data Terkait MBG
-
Soal Usulan Hak Angket Ketegangan Polri-Kejagung, Pimpinan DPR: Itu Hak Konstitusional Anggota
-
Bantah Mandek, DPR Libatkan Hotman Paris hingga Akademisi Bahas RUU Perampasan Aset
-
JCW Cium Aroma 'Barter Kasus' di Balik Penghentian Pendataan SPPG Bermasalah oleh Kejaksaan
-
Sopir Truk Crane Tabrak JPO Tendean Diduga Tak Pahami Tinggi Kendaraan
-
3 Hari Masa Kritis AS - Iran, Hingga Perang Meletus Kembali
-
Truk Towing Nyangkut Bikin Macet dan JPO Tendean Rusak Parah, Warga Diimbau Lewat 4 Jalur Alternatif
-
Biar Jelas Siapa yang Benar dan Salah! Gus Yaqut Janji Buka-bukaan di Sidang Korupsi Haji
-
KPK Limpahkan Berkas Korupsi Kuota Haji, Eks Menag Yaqut Segera Disidang