Suara.com - Beredar narasi yang menyebut Kota Bandung masuk dalam kategori zona hitam Covid-19. Angka kasus positif Covid-19 di Kota Bandung disebut mengalami lonjakan drastis.
Narasi tersebut dimuat oleh akun Facebook Cyan Eka Ghaniy. Akun tersebut mengunggah foto tangkapan layar percakapan WhatsApp yang menampilkan foto Kota Bandung berwarna hitam.
Berikut isi narasi dalam foto tangkapan layar:
"Bandung Kota zona hitam, corona di Bandung meningkat drastis. Hati-hati ya kawan semua."
Benarkah klaim tersebut?
Penjelasan
Berdasarkan penelusuran Turnbackhoax.id -- jaringan Suara.com, Rabu (9/9/2020), klaim yang menyebut Kota Bandung jadi zona hitam Covid-19 adalah klaim yang salah.
Dikutip dari RRI.co.id, Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Ema Sumarna mengatakan, berdasarkan data yang ada saat ini Kota Bandung masuk dalam zona oranye.
Meski demikian, saat ini sudah tidak menggunakan kategori zona berdasarkan warna lagi.
Baca Juga: Kasus Covid-19 Terus Bertambah, Wali Kota Bandar Lampung Puyeng
"Kalau positif aktif itu memang ketentuannya sekarang polanya sudah tidak seperti itu (zona hitam dan biru) itu sudah tidak berlaku lagi yang saya tahu," ungkap Ema.
Dilansir dari Tribunnews.com, Kepala Bapelitbang sekaligus Koordinator Bidang Perencanaan, Data, Kajian dan Analisa Gugus Tugas COVID-19 Kota Bandung Ahyani Raksanagara, mengungkapkan, saat ini Kota Bandung masih masuk Zona Oranye.
Sementara itu, berdasarkan data dalam laman Covid19.go.id, per tanggal 9 September 2020, peta zona risiko Covid-19 di Kota Bandung berwarna oranye.
Kesimpulan
Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan klaim yang menyebutkan Kota Bandung masuk dalam zona hitam Covid-19 adalah klaim yang salah.
Klaim tersebut masuk dalam kategori misleading content atau konten yang menyesatkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
-
Anak-anak Kena ISPA hingga Pneumonia, Warga Terdampak RDF Rorotan Siapkan Gugatan Class Action
-
Kriminolog Soroti Penangkapan 8 Teroris Poso: Sel Radikal Masih Aktif Beregenerasi
-
Endus Bau Amis Korupsi RDF Rorotan, Massa Geruduk Gedung DPRD DKI: Pansus Jangan Mati Suri!
-
Teruskan Perjuangan Kakak, Menkes Beri Beasiswa Pendidikan Dokter untuk Adik Mendiang Myta Aprilia
-
UHN dan CISDI Gandeng Harvard Medical School, Bangun Pusat Riset Kesehatan Primer di RI
-
Hanya Modal Gunting, Pemuda di Kalideres Gasak Honda Scoopy di Halaman Rumah
-
Eks Kasat Narkoba Polres Bima Digelandang ke Bareskrim, Terseret TPPU Koko Erwin
-
Sepakat Saling Memaafkan, Aksi Saling Lapor Waketum PSI Berujung Damai
-
Wamendagri Ribka Haluk Tekankan Penguatan Peran MRP dalam Penyusunan RPP Perubahan Kedua PP 54/2004