Suara.com - Kebijakan Queensland yang melarang tamu pernikahan berdansa tetapi memberikan izin untuk mengadakan pesta seks di klub swinger memicu kontroversi dan kritik dari berbagai pihak.
"Kami telah membatalkan begitu banyak pemesanan karena aturan menari," ujar salah satu pengusaha pengatur pernikahan Nik Edser disadur dari ABC News, Rabu (9/9/2020).
Pihak Nik Edser juga telah meminta Pemerintah Negara Bagian Queensland untuk meringankan aturan pembatasan terkait penanganan pandemi Covid-19 tersebut.
"Ironisnya, jika saya diundang ke pesta pernikahan akhir pekan ini untuk hadir bersama istri saya dan saya ingin berdansa dengannya di sana, saya tidak akan diizinkan," katanya.
"Tapi jika kita memutuskan untuk pergi ke klub seks dan bertukar pasangan dengan beberapa orang yang kita tidak tahu dari mana asalnya atau siapa mereka sebenarnya, tidak apa-apa." sambungnya.
Rencana Industri Aman COVID Pemerintah Negara Bagian untuk Seks di Tempat dan Pesta Dewasa mengakui tempat-tempat tertentu dianggap "berisiko tinggi" tetapi menguraikan pedoman khusus untuk memastikan keamanan.
Sementara itu, pertemuan di rumah atau ruang publik dibatasi hanya untuk 10 orang di Brisbane Raya dan Gold Coast, dan 30 orang di tempat lain.
Menurut Edser aturan pembatasan Covid-19 di Queensland perlu diperingan mengingat jumlah kasus yang rendah.
"Kita hanya perlu melakukan dialog dan mengeksplorasi opsi untuk melonggarkan larangan menari." ujar Edser.
Baca Juga: Diancam Pemerintah China, Dua Jurnalis Australia Dipulangkan
Edser juga sepenuhnya mendukung industri dewasa dan mengatakan bahwa itu bagian penting dari masyarakat Queensland.
"Mereka adalah pemilik bisnis seperti kita dan mereka ingin terus menghasilkan uang dan mereka berhak melakukan itu. Saya tidak ingin melihat mereka tutup, merugikan bisnis lain." ujar Edser.
Mr Edser mengatakan saat ini merupakan masa-masa kritis bagi industri pernikahan setelah pandemi Covid-19 menyerang.
"Setelah larangan menari dicabut, enam bulan setelah tanggal itu adalah saat saya merasa kami akan mulai kembali lagi." ujar Edser.
Pendekatan Queensland terhadap pembatasan virus corona telah menjadi sumber kontroversi, terutama terkait kontrol perbatasan yang ketat.
Perdana Menteri Annastacia Palaszczuk dituduh menutup negara bagian dari seluruh negeri karena alasan politik, dan tidak berdasarkan nasihat kesehatan, menjelang pemilihan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
Terkini
-
Mahfud MD: KPRP Rekomendasikan Rangkap Jabatan Polri Dibatasi Lewat UU ASN
-
Misteri Sopir Minibus Tewas Membiru di Cengkareng: Mesin Masih Menyala, Ada Obat-obatan di Dasbor
-
Penampakan Baju Lumat Andrie Yunus, Bukti Kejam Anggota BAIS di Persidangan
-
Coret Usul Kementerian Polri, Mahfud MD: Takut Dipolitisasi Orang Partai
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
Tangis Sri Rahayu di Benhil: Tinggal Sejak 1980, Kini Digusur PAM Jaya Tanpa Kejelasan Rusun
-
Aturan Baru Selat Hormuz, Kapal Internasional Wajib Kantongi Persetujuan Tertulis dari Sini
-
Mayoritas Wilayah RI Diprediksi Alami Kemarau Lebih Kering dan Panjang Tahun Ini
-
Iran Wajibkan Izin Khusus Kapal yang Melintasi Selat Hormuz
-
Ironi Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Saat Rakyat Meksiko Terhimpit Biaya Hidup