Suara.com - Aksi driver ojek online (ojol) asal Makassar mendadak viral di Instagram setelah videonya dibagikan oleh akun @makassar_iinfo.
Dalam video itu, terlihat driver ojol tersebut mengikat jaket dan helm warna hijau di knalpot motornya yang ia kendarai lalu diseret di jalan raya.
Menurut informasi yang dibagikan @makassar_iinfo, driver ojol tersebut diketahui bernama Ansyar Sule yang juga pernah viral sebelumnya karena kuliah S2 di tiga kampus sekaligus.
Kala itu, ia bahkan sempat diundang ke sejumlah televisi nasional untuk menceritakan kehidupan inspiratifnya.
"Sejak viral saat itu di Makassar, Ansyar Sule diundang ke Jakarta di acara Hitam Putih Trans 7. Setelah itu Ansyar kembali diundang di acara Jangan Baper MNC TV," tulis keterangan @makassar_iinfo, Kamis (10/09/2020).
Sementara viralnya Ansyar Sule untuk kedua kalinya ini, terjadi akibat aksi protesnya kepada pihak Grab tempat ia bekerja sehari-hari.
Menurutnya, aksi menyeret jaket dan helm itu ia lakukan sebagai buntut dari kekecewaannya terhadap Grab yang menutup akunnya secara sepihak.
Padahal, Ansyar melanjutkan, sehari sebelumnya ia masih bisa mencari penumpang secara normal seperti biasanya.
“Saya seret atributnya mulai Jl. Metro Tanjung sampai dekat Kantor Mapolda Sulsel. Saya kesal, kenapa tidak ada toleransi, tidak ada solusi ke saya, seenanknya saja memvonis bersalah,” jelas Ansyar kepada wartawan Portal Makassar.
Baca Juga: Sopir Ojol Kena Tipu Penumpang, Motor Dibawa Kabur Modus Jemput Istri
Hingga berita ini ditulis, unggahan @makassar_iinfo tersebut telah disukai sebanyak 33.600 pengguna Instagram hanya dalam waktu tiga jam.
Sementara hampir 500 tanggapan dari warganet memenuhi kolom komentar unggahan tersebut.
"Sundala, sekarang pihak Grab semaunya aja memang, selalu melakukan PM secara sepihak," sambut pemilik akun @riko_ad****
"Tidak mugkin ada asap klo tidak ada api," ujar warganet lainnya.
"Biasa laporan masuk tanpa ada tinjauan," timpal pemilik akun @sahabathij****
Berita Terkait
-
Pengamat: BHR untuk Mitra Ojol Bentuk Kebijakan Perusahaan Berbasis Produktivitas
-
Remaja Makassar Tewas Tertembak Polisi, Anggota DPR Ini Desak Polri Usut Tuntas
-
GoTo dan Grab Guyur BHR Lebaran Rp220 Miliar
-
Syarat Dapat BHR Ojol 2026: Cek Kriteria Gojek, Grab, Maxim, dan inDrive
-
Terekam CCTV Polisi Tembak Remaja di Makassar, Korban Meninggal Dunia
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Detik-detik Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Kena OTT KPK Saat Ngecas Mobil Listrik di SPKLU
-
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Diduga Terima Rp5,5 Miliar dari Perusahaan Keluarga
-
Spanyol Buka Suara: Amerika Serikat Tak Beri Peringatan Sekutu Sebelum Serang Iran
-
Aturan Baru Lapangan Padel di Jakarta: Jarak ke Pemukiman Minimal 160 Meter, Lebar Jalan 15 Meter
-
Menko Polkam Instruksikan Bandara-Stasiun Kerja Optimal Saat Lebaran, Wanti-wanti Hal Ini
-
Aset PT MASI Rp 14,5 Triliun Dibekukan, Korban Ilegal Akses Desak Kepastian Uang Kembali
-
Ahmad Muzani: Indonesia Bisa Kapan Saja Keluar BoP, Tapi Butuh Hal Ini
-
Turkiye Tangkis Rudal Iran, Kirim Peringatan ke Teheran
-
Timur Tengah Memanas, DPR Segera Panggil Kementerian Haji Bahas Nasib Jemaah Umrah
-
Ketegangan Memuncak: Korban Jiwa di Iran Tembus 1.145 Orang