Suara.com - Seorang reporter Kanada memberi balasan yang menohok kepada seseorang yang mengkritik cara berpakaiannya yang dianggapnya 'tidak pantas'.
Menyadur Mirror, Jumat (11/9/2020) Kori Sidaway mendapat email dari seseorang yang mengatasnamakan 'Patroli Pembelahan Pulau Vancouver'. Surat elektronik ia tersebut ia terima setelah Kori membacakan berita di di CHEK News.
Email tersebut berbunyi: "BERITA TERBARU. TERLALU BANYAK CLEAVAGE DAPAT MENGHANCURKAN KISAH BERITA ANDA. Jangan biarkan hal itu terjadi pada Anda.
Episode: Minggu, 6 September pukul 5-7. Terlampir adalah 2 foto. Menurut Anda, apa yang kami lihat dan yang sebenarnya kami lihat.
"Berpakaianlah dengan pantas, butuh kerja keras untuk itu. Terima kasih, Patroli Pembelahan Pulau Vancouver."
Orang misterius tersebut juga melampirkan sebuah foto yang menampilkan pakaian Kori selama tampil di televisi dan sebuah foto yang terlihat seperti ilustrasi dengan pakaian putih dan belahan dada terbuka.
Menurut Kori foto ilustrasi tersebut digunakan sebagai contoh untuk mengatakan bahwa saya terlihat seperti itu bagi mereka.
Kori membagikan foto dan email tersebut di media sosial Twitternya dengan pesan: "Tangkapan layar ini dikirimkan kepada saya dan kolega saya dalam upaya untuk mempermalukan dan mengawasi tubuh saya.
"Yah, saya mengumpulkan kekuatan kembali. Kepada prajurit komputer tak bernama yang mencoba merendahkan wanita menjadi pakaian atau bagian tubuh - generasi wanita ini, tidak mendukung pelecehan." tulisnya.
Baca Juga: Hindari Corona, Dokter Ini Sarankan Bermasker dan Tak Ciuman Saat Bercinta
Komentar menohok Kori tersebut menjadi viral hingga mengumpulkan hampir 5.000 like dan mendapat dukungan dari berbagai pihak.
Seperti yang dikatakan sesama jurnalis Camila Gonzalez: "Saya mendapat surat tulisan tangan anonim yang dikirimkan ke jaringan saya dua minggu lalu yang mengatakan 'pria yang baik tidak ingin melihat atasan berpotongan rendah Anda. Ini menunjukkan selera yang buruk. Semoga Anda sadar dan tetap melakukan pekerjaan Anda'. Saya benci mendengar hal itu terjadi di seluruh Kanada."
Penny Daflos, yang bekerja untuk CTV News Vancouver, juga ikut berkomentar: "Bagian atas itu indah dan tidak ada yang salah. Kritikus keyboard perlu tutup mulut karena tidak ada yang peduli dengan ide-ide kuno atau pendapat seksis mereka. Jurnalis wanita tidak ada di sana untuk dilirik, kami di sana untuk melakukan pekerjaan kami. Berhenti melakukan itu."
"Ini tidak baik! Kami berdiri di belakang Anda dan menentang pelecehan." tulis seorang warganet.
Kori berterima kasih kepada semua orang atas pesan mereka setelah tweet tersebut menjadi viral.
"Matahari bersinar dan saya tidak akan membiarkan hal ini semakin memengaruhi saya!" tulisnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Pemerintah Prioritaskan Sekolah Tatap Muka, Menko PMK: Hindari Learning Loss
-
Kenaikan Suhu Bumi Melonjak 75 Persen, Sinyal Bahaya atau Fluktuasi Jangka Pendek?
-
Perisai Davids Sling Israel Gagal Tangkis Rudal Kiamat Iran, 2 Kota Zionis Hancur Lebur
-
Israel Makin Hancur dan Mossad Gagal Total, Benjamin Netanyahu Stress
-
Roket Bombardir Israel, Unit Khusus ZAKA 360 Konfirmasi Ada Zionis Tewas
-
Video Baru Benjamin Netanyahu Muncul Lagi, Dicurigai Gambar Lama karena Sudah Meninggal Dunia
-
Baru Diresmikan, Taman Bendera Pusaka di Jaksel Sudah Dipenuhi Sampah Berserakan
-
Asal Usul Viral Ejekan You're Fired, Cara Jenderal Iran Merendahkan Donald Trump Selama Perang
-
Serangan Rudal Kiamat Iran Bikin Yerusalem Rusak Parah, Warga Israel Terluka
-
Turki Usulkan Gencatan Senjata Sementara di Timur Tengah, Dorong Negosiasi Damai