Suara.com - Mantan Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat Dino Patti Djalal terkonfirmasi positif Covid-19.
Kabar terakhir (Rabu (16/9/2020) dari keluarga besar Foreign Policy Community of Indonesia dan Asosiasi Dosen Indonesia, mantan juru bicara urusan luar negeri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu masuk ICU RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat.
Doa-doa bagi kesembuhan Dino dipanjatkan oleh sahabat dan koleganya.
Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Hidayat Nur Wahid berharap Dino dan juga korban Covid-19 lainnya tetap semangat dan segera sembuh.
"Doa terbaik kami untuk Pak Dino. Tokoh yang sangat baik, pimpinan Diaspora Indonesia. Juga untuk para dokter dan korban-korban Covid-19 lainnya. Semoga Allah jaga dan sembuhkan, kembali sehat kuat afiat dan selamat dari corona yang jahat. Aamiin," kata Hidayat Nur Wahid.
Mantan Menteri Perdagangan era SBY, Gita Wirjawan, juga memberikan semangat kepada sahabatnya itu.
"Doa yang terbaik untuk sahabat kita Dino. Speedy recovery and stay strong!" katanya.
Keluarga besar Foreign Policy Community of Indonesia dan Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Dosen Indonesia.
"Kami dari keluarga besar FPCI dan Asosiasi Dosen Indonesia menyampaikan kabar bahwa chairman kami, doktor Dino Patti Djalal, positif Covid-19," demikian pernyataan resmi FPCI yang diterima Suara.com.
Baca Juga: Menteri Luhut Minta Daerah Siapkan Pusat Karantina OTG, Tanda Alarm Bahaya?
Sebelum dinyatakan terkonfirmasi positif, Dino dalam enam hari terakhir mengalami gangguan sistem pernapasan.
Karena kondisi yang semakin buruk, Dino dibawa ke RSPAD pada tanggal 15 September 2020.
Hari ini, dia telah dipindahkan ke ruang ICU untuk mendapatkan perawatan khusus.
Dino mengharapkan doa dari semua sahabat agar dapat segera melewati keadaan sekarang.
"Dino juga mengirim salam and all his love kepada semua sahabat," demikian pernyataan tersebut.
Data terakhir (Rabu, 16 September 2020) kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia tercatat 228.993 orang. Dari angka itu, 164.101 orang sudah dinyatakan sembuh, sedangkan 9.100 orang meninggal dunia.
Berita Terkait
-
Epstein Files Singgung Bill Gates dan 'Proyek Pandemi' Sebelum Wabah COVID-19
-
Opsi Keluar Dari Board of Peace dan 5 Saran Dino Patti Djalal ke Pemerintah
-
Waspada Gejala Superflu di Indonesia, Benarkah Lebih Berbahaya dari COVID-19?
-
Militer AS Invasi Venezuela, Dino Patti Djalal Sebut Hukum Rimba Gantikan Hukum Internasional
-
Natalius Pigai Balas Dino Patti Djalal: Kritik Anda ke Menlu Sugiono Isinya Zonk Semua
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
5 HP Baterai Jumbo untuk Driver Ojol agar Narik Seharian, Harga mulai dari Rp2 Jutaan
-
Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX
-
KPK Benarkan Lakukan OTT di Jakarta Hari Ini, Siapa Targetnya?
-
Resmi! Indonesia Masuk Daftar Kandidat Tuan Rumah Piala Asia 2031
-
Mauro Zijlstra Resmi Gabung Persija
Terkini
-
Wamen Stella Christie: Indonesia Punya Kesempatan Pimpin Pendidikan Dunia
-
Namanya Masuk Radar Bos OJK, Misbakhun Ogah Berandai-andai
-
Syahganda Nainggolan: Langkah Prabowo di Board of Peace Bentuk Realisme Politik
-
Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX
-
KPK Benarkan Lakukan OTT di Jakarta Hari Ini, Siapa Targetnya?
-
Terduga Pelaku Bom Molotov di SMPN 3 Sungai Raya Diamankan Polisi
-
Arief Hidayat ke Adies Kadir: Kita Harus Pertanggungjawabkan Kepada Tuhan, Tidak Bisa Seenaknya
-
Dapat Teror Karangan Bunga Berisi Intimidasi, Dokter Oky Pratama Lapor Polda Metro Jaya
-
KPK Gelar OTT Senyap di Kalsel, Siapa yang Terjaring di KPP Banjarmasin?
-
Indonesia Pimpin Dewan HAM PBB: Jabatan Bergilir atau Prestasi Diplomatik?