Suara.com - Anggota Bawaslu RI, Mochammad Afifuddin, memaparkan sejumlah hal yang menjadi sumber konfil dalam pelaksanaan Pilkada 2020. Salah satunya ialah proses pencalonan yang bermasalah.
Afif mencontohkan, salah satu proses bermasalah ialah bakal calon kedapatan menggunakan dokumen palsu.
"Proses pencalonan yang bermasalah, contoh seseorang diduga ijazahnya palsu. Biasanya ada ketegangan di sana. Karena begitu sudah ada calon maka emosi massa pendukung tentunya jadi satu," kata Afifuddin dalam webinar UNHAN, Senin (21/9/2020).
Selain itu, lanjut Afifuddin, daftar pemilih tidak akurat juga bisa berpotensi menciptakan konflik.
"Misalnya ada orang datang ke TPS tapi dia enggak pernah mengecek daftar nama dia sebagai pemilih ada atau tidak, ini bisa jadi masalah. Kenapa? Karena pemilu itu harus jelas berapa jumlah pemilih, berapa kemudian surat suara disiapkan. Kalau daftar pemilihnya banyak orang yang harusnya masuk sebagai pemilih tidak masuk ini pasti berpotensi menimbulkan konflik," tutur Afifuddin.
Afifuddin menyebutkan, beberapa hal yang menjadi sumber konflik Pilkada di antaranya adanya manipulasi penghitungan suara dan rekapitulasi hasil penghitungan, penyelenggara yang tidak adil dan netral, kontorversi putusan lembaga peradilan serta posisi kepala daerah dan wakil kepala daerah petahana.
Di luar itu, kata Afifuddin, tahapan kampanye juga dapat memicu konflik. Namun, pelaksanaannya yang saat ini dibatasi jumlah karena pandemi diharapkan dapat meminimalisir terjadinya konflik.
"Kampanye, sudah jelas. Nah kita berharap kampanye yang nanti ini meminimalisir jumlah orang yang hadir itu kemudian meminimalisir juga yang kita sebut potensi konflik," kata Afifuddin.
Baca Juga: Corona Ancam Nyawa Rakyat, Indonesia Harus Contek Negara Lain Tunda Pilkada
Berita Terkait
-
Corona Ancam Nyawa Rakyat, Indonesia Harus Contek Negara Lain Tunda Pilkada
-
KAMI Desak Pemerintah Tunda Pilkada 2020: Jokowi Bisa Ingkar Janji
-
Covid-19 Capai Tingkat Darurat, PBNU Minta Pilkada 2020 Ditunda
-
CEK FAKTA: Benarkah Gibran Keok Sebelum Waktunya?
-
Dorong KPU Ciptakan Aturan Baru Soal Pilkada, Refly: Cukup Satu Pasal Saja
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 5 Bedak Padat Mengandung SPF, Praktis untuk Touch Up Sekaligus Lindungi Kulit dari Matahari
- Mathew Baker Masih Dianggap Milik Australia meski Dipanggil Timnas Indonesia Senior
- Sinyal Penggulingan '98 Jilid 2' Menguat, Cuma PDIP dan Habib Rizieq yang Bisa Selamatkan Prabowo?
Pilihan
-
Lucky Hakim Dinobatkan Sebagai Bupati Terbaik, Wakilnya Malah Jadi Tersangka
-
Dasco Pagi-pagi Kumpulkan Menkeu Purbaya dan Gubernur BI di DPR, Evaluasi Ekonomi
-
Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
-
Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
Terkini
-
Geger Fortuner Diamuk Massa di Tanah Abang: Berawal dari Klakson hingga Teriak Tabrak Lari
-
Momen Kebersamaan Prabowo Bersama Siswa SRMP 17 Dari Doa Hingga Makan Siang
-
Kunjungi SRMP 17 Tabanan, Ini Pesan Presiden Prabowo
-
Gas Industri Melejit Picu Badai PHK! Andi Gani: Ketemu Bahlil Lebih Sulit daripada Presiden Prabowo
-
Sadis! Pelajar SMP di Tambun Tewas Disabet Celurit Bergiliran
-
Pimpin Delegasi Indonesia di ILC ke-114, Menaker Bawa Suara Ketenagakerjaan Nasional ke Forum Global
-
Prabowo Minta Anggaran Dijaga Ketat Demi Sekolah Rakyat: Negara Kaya, Tapi Harus Pandai Mengelola
-
Nyelekit! Ganjar Sebut Film Ghost in the Cell Potret Nyata Kondisi Republik
-
Kapolri Beri Lampu Hijau ASN Masuk Polisi: Kita Berikan Ruang Resiprokal
-
Kapolri Listyo Sigit Mau Jadi Aktivis, Sebut Rata-rata Masuk Kabinet: Selamat Ya!