Suara.com - Lima Warga Myanmar yang diduga imigran gelap dijemput paksa petugas Kantor Imigrasi (Kanim) Kelas II Kota Lhokseumawe.
Mereka dibawa petugas saat berkunjung ke lokasi penampungan pengungsi Rohingya di Kantor BLK Meunasah Mee Kandang, Kecamatan Muara Dua pada Jumat (18/9/2020).
Petugas Imigrasi dengan dibantu personel dari Kepolisian Resor (Polres) Lhokseumawe dan menggiring kelima imigran ke Kanim Kota Lhokseumawe untuk diminta keterangan lebih lanjut. Kelima Warga Myanmar yang dimintai keterangan tersebut, yakni Muhammad Ismail bin Muhammad (23), Junid bin Haron Rasyid (22), Namasha (25), Syamsul Hoque bin Nasir Ahmad (29) dan Mijam (33).
Sesampainya di kantor imigrasi, kelima imigran asing itu dimintai keterangan secara terpisah dan intensif oleh polisi serta petugas Imigrasi di ruang tunggu pelayanan paspor kantor setempat.
Namun, mereka tidak fasih berbahasa Inggris dan tidak juga menggunakan percakapan dalam bahasa Benggali. Tetapi, mereka mulai sedikit mengerti ketika berbicara dalam bahasa Melayu.
Kasi Intelijen dan Penindakan Kantor Imigrasi Klas IIA Kota Lhokseumawe Ramli Haley mengemukakan, mereka dijemput saat sedang berada di tempat penampungan pengungsi Rohingya di Kantor BLK Meunasah Mee Kandang, sehingga mengundang perhatian petugas UNHCR dan jajaran Forpemda Kota Lhokseumawe.
“Kita bukan melakukan penahanan atau penangkapan. Namun kelimanya kita jemput untuk diperiksa dan dimintai keterangan. Karena mereka warga asing yang tidak terdata identitasnya,” ujarnya seperti dilansir modusaceh.co-jaringan Suara.com.
Ramli mengemukakan, kelima warga itu melakukan perjalanan secara terpisah dari luar negeri. Belakangan diketahui, mereka juga warga Rohingya yang pernah terdampar di Aceh beberapa tahun silam.
Kini mereka menjalani hidup baru dan bekerja di Negara Malaysia. Dari sekilas hasil keterangan yang didapat, mereka telah melakukan perjalanan dari Malaysia sejak Minggu (13/9/2020) menggunakan kapal kayu hingga singgah di Pelabuhan Tanjung Balai, Sumatera Utara (Sumut).
Baca Juga: Sudah Tiga Pengungsi Rohingya yang Terdampar di Aceh Meninggal
Lalu, melanjutkan perjalanannya ke Kota Lhokseumawe dengan tujuan berkunjung ke tempat penampungan pengungsi Rohingya di Kantor BLK Meunasah Mee Kandang.
Alasan mereka mendatangi rumah pengungsian tersebut, kata Ramli, hanya ingin mencari istri dan anak-anaknya yang terdampar di Kota Lhokseumawe.
“Setelah kita cek ternyata benar dan mereka telah bertemu istri dan anak-anaknya di tempat penampungan pengungsi Rohingya Kantor BLK,” paparnya.
Tak hanya itu, mereka diketahui juga sudah berada di tempat penampungan selama enam hari. Meski begitu, pihaknya belum bisa memberikan komentar lanjut karena imigran gelap itu masih dalam pemeriksaan petugas.
“Nanti kita akan kabari lagi setelah selesai pemeriksaan. Kami juga sedikit kesulitan dalam berkomunikasi dengan mereka. Karena tidak ada penerjemah bahasa,” katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
Dokter Rumah Horor yang Pernah Gegerkan AS Tewas Misterius saat Jalani Hukuman Seumur Hidup
-
Kondisi Terkini Wanita yang Coba Akhiri Hidup di Dekat Istana, Masih Dirawat Intensif di RSCM
-
Arus Balik Padat, Korlantas Polri Berpeluang Perpanjang One Way Nasional Trans Jawa
-
Respons KPK Usai Dapat Sindiran Satire Soal Status Tahanan Rumah Yaqut
-
Urai Kepadatan di Jalur Arteri, Jam Operasional Tol Fungsional Purwomartani Diperpanjang
-
Waka MPR Ingatkan Opsi Sekolah Daring untuk Hemat BBM: Jangan Ulangi Kesalahan Saat Covid-19
-
Cegah Pemudik Nyasar ke Sawah, Jasamarga Hapus Rute Google Maps
-
Kenapa Krisis Minyak Global 2026 Lebih Parah dari 1973? Begini Penjelasannya dari Ahli
-
Terminal Kampung Rambutan Bakal Dirombak Total Usai Terendam Banjir
-
Siapa Mohammad Bagher Zolghadr? Pengganti Ali Larijani sebagai Pimpinan Keamanan Tertinggi Iran