Suara.com - Mantan Menko Kemaritiman Rizal Ramli, menyenggol pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy yang meminta generasi milenial agar selalu berpikir out of the box.
Menurut Muhadjir, cara berpikir out the box sudah dicontohkan oleh Presiden Joko Widodo.
"Hah.. hah? Mana kebijakan dan tindakan Out-Of-the-Box? Yang ada banyak pidato-pidato out-of-the-box," tulis Rizal Ramli di akun Twitternya @RamliRizal.
Dalam kicauan tersebut, Rizal Ramli mencatut sebuah artikel dari CNN Indonesia soal pernyataan Muhadjir Effendy.
Tertulis dalam artikelnya, Muhadjir menganggap pola pemikiran Jokowi bisa dicontoh oleh kaum milenial karena luar biasa (out of the box).
"Upayakan cara ini (berpikir kreatif) dikembangkan, seperti yang dilakukan Pak Joko Widodo. Berpikir out of the box," ujar Muhadjir dalam acara Gebyar Milenial Revolusi Mental peringatan HUT ke-56 Sulawesi Utara yang disiarkan melalui zoom meeting, Rabu (23/09/2020).
Muhadjir mengklaim, Joko Widodo kerap berpikir luar biasa ketika mengatasi suatu persoalan.
Sontak kicauan Rizal Ramli tadi langsung disambut oleh ratusan warganet yang terpancing untuk berkomentar.
"Pak mentri @muhadjir_ef, pikiran mana yang bisa ditiru? Jujur sajalah. Bapak sendiri sebagai @kemenkopmk yang membawahi @KemenkesRI, apa peranannya? Kenapa @kemenkomarves yang menangani covid? Ini yang namanya out of the box?" sahut pemilik akun @rezky***
Baca Juga: Jokowi : Efek Pandemi Covid-19 Sebabkan Ruralisasi
"Betul pak! Saking "Out of The Box" Rakyat disuruh bisnis "Racun Kalajengking". Suruh Petani berhenti tanam sawit, diganti dengan "Jengkol". Benar-benar tidak terpikirkan oleh Rakyat sebelumnya!" celetuk warganet lainnya @Jenar**
Sementara di artikel yang disebarkan Rizal Ramli tadi, disebutkan sejumlah contoh cara berpikir out of the box ala Jokowi. Misalnya membuka sektor pariwisata Indonesia saat awal pandemi virus corona (Covid-19).
Kemudian pengerahan influencer untuk mengampanyekan protokol kesehatan dalam rangka penanganan pandemi Covid-19.
Serta mulai mengampanyekan istilah new normal awal Juni 2020 ketika kasus Covid-19 di RI belum menurun.
Berita Terkait
-
Kasus Isu Ijazah Palsu Jokowi, PSI Desak Polisi Segera Tahan Roy Suryo Cs
-
Profil Damai Hari Lubis: Dulu Garang Tuding Ijazah Palsu, Kini 'Luluh' di Depan Jokowi?
-
Dua Tersangka Hoax Ijazah Palsu Temui Jokowi di Solo, Sinyal Kasus Akan Berakhir Damai?
-
Diserang Balik Isu Ijazah Palsu, Roy Suryo Laporkan 7 Pendukung Jokowi ke Polda Metro Jaya!
-
Dokter Tifa: Foto Muda Jokowi Cuma Mirip 1 Persen, 99 Persen Itu Orang Berbeda
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 5 Cat Rambut yang Tahan Lama untuk Tutupi Uban, Harga Mulai Rp17 Ribuan
Pilihan
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
Terkini
-
KPK: Wajib Pajak Boleh Lawan Oknum Pemeras, Catat Satu Syarat Penting Ini
-
Kena OTT KPK, Pegawai Pajak Langsung Diberhentikan Sementara Kemenkeu
-
Antisipasi Risiko Perluasan, Tanah Ambles di Panggang Gunungkidul Segera Diuji Geolistrik
-
KPK Ungkap Akal Bulus Korupsi Pajak PT Wanatiara Persada, Negara Dibobol Rp59 M
-
5 Fakta OTT Kepala Pajak Jakut: Suap Rp6 Miliar Lenyapkan Pajak Rp59 Miliar
-
Megawati Tiba di Rakernas PDIP, Siapkan Arahan Tertutup Usai Disambut Prananda Prabowo
-
Gus Yaqut Tersangka Skandal Haji, Tambah Daftar Panjang Eks Menteri Jokowi Terjerat Korupsi
-
Konsisten Tolak Pilkada Lewat DPRD, PDIP: Masa Hak Rakyat Bersuara 5 Tahunan Mau Diambil?
-
Pakar Klarifikasi: Bongkar Tiang Monorel Rasuna Said Hanya Rp300 Juta, Bukan Rp100 Miliar
-
Selamat Tinggal Rompi Oranye? KPK Tak Akan Lagi Pamerkan Tersangka Korupsi di Depan Kamera