Suara.com - Pengamat politik Rocky Gerung angkat bicara dan mengkritik pidato Presiden Joko Widodo yang disampaikannya dalam Sidang Majelis Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB).
Rocky Gerung mengkritisi isi pidato Jokowi yang tidak tegas dan hanya sekadar seperti memberi sambutan saja.
Kritikan tersebut disampaikan oleh Rocky Gerung lewat tayangan video yang diunggah di channel YouTubenya, Jumat (25/9/2020).
Awalnya, ia tampak membandingkan gaya pidato Jokowi dan Mantan Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Menurutnya, ada perbedaan mencolok antara keduanya.
"Orang biasa lihat Presiden SBY dengan jas biru dengan keseriusan, kalimatnya dia pilih sendiri, pidatonya dia tulis sendiri, dan itu menyatu dengan bahasa tubuhnya," ungkap Rocky Gerung, dikutip suara.com.
"Ini Presiden Jokowi tidak menyatu dengan bahasa tubuhnya. Tekanannya gak terlihat. Apalagi kalau dibandingin sama Bung Karno," sambungnya.
Rocky Gerung juga mengatakan bahwa topik yang disampaikan oleh Jokowi kurang pas. Sebab, menurut Rocky Gerung ada isu lain yang sebenarnya pingin diketahui oleh orang.
"Presiden gak singgung apa-apa soal Cina Selatan, perubahan politik di Timur Tengah karena Israel berdamai dengan Arab. Nah itu sebenarnya yang pingin dilihat orang," ujarnya.
Lebih lanjut lagi, Rocky Gerung menilai apa yang disampaikan oleh Jokowi kemarin bukan merupakan pidato, tapi hanya sebatas melaporkan keadaan saja.
Baca Juga: Cawalkot Medan Bobby Nasution Miliki Harta Rp 54,8 Miliar
Hal yang disampaikan Jokowi menurutnya sudah fakta, sehingga semestinya bisa lebih dari itu.
"Presiden itu kemarin bukan pidato, tapi melaporkan keadaan yang ditambahi bumbu sejarah yang sebetulnya itu sudah fakta. Orang mau lihat determinasi Presiden dalam menghadapi peta politik di Timur Tengah, gitu misalnya," ucap Rocky.
Rocky juga menuturkan bahwa pidato Jokowi tersebut mestinya bisa memperlihatkan sudut pandang dari persepektif Indonesia akan isu yang tengah marah terjadi.
Sebab, apabila hanya bicara hal yang biasa saja, Jokowi bisa dinilai tidak paham akan perpolitikan.
"Kalau cuma bicara hal yang biasa saja apa poinnya. Jadi kelihatan Presiden gak paham, yang nyiapin pidato juga tidak mau untuk ambil tone yang lebih tinggi," jelasnya.
Kendati demikian, Rocky Gerung juga memaklumi apabila pembuat teks pidato juga memikirkan konsekuensi apabila Jokowi bicara mengenai hal yang lebih strategis.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli