Suara.com - Viral video pengunjung kafe joget berkerumun beredar di linimasa media sosial.
Video viral muda-mudi joget di kafe tanpa mematuhi protokol kesehatan saat pandemi covid-19 ini dibagikan di Twitter (@tubirfess) dan Instagram (@lambe_turah, @bekasikinian).
Munculnya video viral ini diawali dari unggahan foto pengguna Twitter @NabilRaditya. Dalam foto yang diunggah tampak sejumlah muda-mudi joget berkerumun.
"Potret 'keseruan' salah satu cafe di Bekasi semalem. Apa ya kira-kira yang ada di pikiran mereka? Gua gagal paham. Credit: Instagram," demikian tulis @NabilRaditya.
Unggahan foto tersebut mendapat banyak respons, ada lebih dari lima ribu retweet dan likes, serta seribuan komentar.
Salah satu komentar datang dari @dmarvine. Di dalam komentarnya, ia menyertakan video rekaman layar Instastory yang menandai lokasi sebuah kafe.
Setelah dipantau sesuai lokasi yang ditandai dalam Instastory, kafe tersebut berada di Bekasi.
Dalam video ini tampak banyak warganet yang mengunggah video Instatory aktivitas di dalam kafe.
Rata-rata pengunjung kafe tidak menerapkan protokol kesehatan pandemi covid-19. Bahkan pada beberapa video Instastory ada yang tengah berjoget dalam kerumunan.
Baca Juga: Viral Video Pengunjung Kafe Joget Berdesak-desakan, Tuai Pro Kontra
Video warga muda-mudi joget di kafe tanpa protokol kesehatan ini pun mendapat beragam respons dari warganet.
Sejumlah warganet justru memberikan komentar yang terkesan pro, misalnya dari pengguna Instagram, berikut ini:
"Ya udah sih emangnya kenapa? Lagi happy mereka, terus mau suruh di rumah aja?" tulis @ariefchas*****.
"Ya udah sih biarin aja. Kayak lu pada nggak keluar-keluar nongkrong aja," tulis @myoutf*****.
"Sebenarnya kayak gini itu sudah banyak di mana-mana, di Madura hajatan besar nggak pakai masker, di Bali dugem udah bebas nggak pakai masker juga," tulis @kyos****.
"Mereka lelah dengan covid," tulis @_aldy*******.
Tentu saja ada juga yang mengecam aksi joget di kafe dalam kerumunan tanpa menerapkan protokol kesehatan ini.
Misalnya dari pengguna Twitter, berikut ini:
"Kalau udah positif baru deh pap infusan pakai caption 'minta doanya ya temen-temen'," tulis @7re****.
"Yang kayak begini ini otaknya digadai buat party apa gimana?" tulis @ara*****.
"Pas kena corona they said 'pemerintah gimana sih nggak becus ngurusin rakyat'," tulis @Great*****.
"Giliran penambahan kasusnya drastis, pada protes lu, bilangin pemerintah kurang tegas. Gimana mau tegas kalau lu nya aja suka ngeyel kalau dibilangin," tulis @mellifl*****.
Dokter Tirta: Tempat Hiburan Mahal Ngakalin Protokol Biar Dapet Duit
Dokter Tirta (dr. Tirta) yang selama ini getol memberi edukasi soal kesehatan, membuat pernyataan mencengangkan di tvOne terkait penerapan protokol kesehatan.
Kesaksian dr.Tirta itu kemudian ia sampaikan ulang secara panjang lebar di Instagram pribadinya @dr.tirta.
"Maaf maaf banget nih. Tadi saya bongkar di @tvonenews hal yang saya temui di lapangan gimana beberapa tempat hiburan mahal, ngakalin kewajiban protokol biar bisa bukak dan dapet duit," tulis dr. Tirta, Rabu (23/09/2020).
Ia pun memberi contoh kasus terjadinya pelanggaran protokol kesehatan seperti yang ada di angkringan Jogja hingga Semarang.
Menurut dokter nyentrik ini, tidak sepantasnya usaha kecil seperti angkringan dibuat viral dan dijadikan bahan hujatan.
"Apa karena itu di jalanan terus ente viralin? Itu pedagang angkringan orang rakjel (rakyat jelata-red). Tegur baik-baik bisa kan?" sambungnya.
Secara tegas, dr. Tirta menyoroti kasus yang terjadi di tempat hiburan malam yang terkenal mahal dibanding angkringan.
Ia membeberkan bahwa di tempat hiburan malam kamera-kamera ditutup bahkan kamera handphone dari customernya.
Tujuannya, supaya di tempat hiburan malam itu customer yang datang tidak membuat story yang bisa menjadikannya viral.
Tidak hanya itu, lanjut dr. Tirta, banyak customer di tempat hiburan malam hanya mau memakai masker jika ada kamera, tetapi jika tidak maka masker itu dibuka seperti biasa.
"Kita bicara keadilan, kalo ente bener-bener kecewa angkringan rame, better ente call dinkes, satpol pp, nanti di edukasi baik-baik. Biarkan instansi panggil pelaku industri, agar patuh," tegas dr. Tirta.
dr. Tirta menambahkan, masyarakat yang tidak memakai masker sebaiknya ditegur, diingatkan, bukan dipermalukan.
"Jangan-jangan kalian cuma berani sama rakyat kecil dan PKL? Tapi kalo industri tempat hiburan gede-gede takut razianya? Keadilan kok setengah-setengah," tutupnya.
Berita Terkait
-
Sejoli Tepergok Asyik Berbuat Mesum di Alun-Alun Sragen, Videonya Viral
-
Viral Video Andika Mahesa dan Perempuan Cantik, Pacar Baru?
-
Viral Pemotor Nekat Terobos Jalan Cor Beton Basah, Bikin Publik Meradang
-
Video Viral Pemotor Menunggu Kereta Api Lewat Bikin Deg-degan
-
Bikin Gagal Paham, Viral Video Tutorial Menanak Nasi Pakai Susu
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Registrasi Akun SNPMB 2026 dan Jadwal Pelaksanaan SNBP Terbaru
-
Siapa Sebenarnya Pelapor Pandji? Polisi Usut Klaim Atas Nama NU-Muhammadiyah yang Dibantah Pusat
-
Langit Jakarta 'Bocor', Mengapa Modifikasi Cuaca Tak Digunakan Saat Banjir Melanda?
-
Debit Air Berpotensi Naik, Ditpolairud Polda Metro Jaya Sisir Permukiman Warga di Pluit
-
Bus TransJakarta Hantam Tiang PJU di Kolong Tol Tanjung Barat, Satu Penumpang Terluka!
-
El Clasico Legenda Bakal Hadir di GBK, Pramono Anung: Persembahan Spesial 500 Tahun Jakarta
-
Jakarta Dikepung Banjir, Ini 5 Cara Pantau Kondisi Jalan dan Genangan Secara Real-Time
-
Superflu vs Flu Biasa: Perlu Panik atau Cukup Waspada?
-
BNI Pertegas Dukungan Sekolah Rakyat untuk Perluas Pemerataan Pendidikan Nasional
-
Tutup Rakernas I 2026, PDIP Umumkan 21 Rekomendasi Eksternal