Suara.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim dianggap tak matang dalam melakukan perhitungan pembuatan kebijakan subsidi kuota internet. Anggaran Rp 1,7 triliun pun dinilai bakal terbuang sia-sia.
Hal tersebut diungkap Wakil Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (Wasekjen FSGI) Fahriza Marta Tanjung.
Menurutnya, dari Rp 7,2 triliun untuk kuota belajar dan umum yang dianggarkan, akan ada 15 dari 30 GB kuota internet yang tak terpakai.
Pihaknya membuat skema pembagian kuota dari subsidi yang disediakan dari data verifikasi dan validasi milik Kemendikbud.
Ia menilai, 1 GB kuota internet setara dengan Rp 1.000, jika dikalikan, maka ada Rp 15 ribu uang tak terpakai tiap bulannya.
Jumlah kerugian yang dimaksud berasalh dari Rp 15 ribu dikali satuan pendidikan yang nomor ponselnya sudah aktif dan valid serta telah mengunduh Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM). Sampai 26 September, jumlahnya sudah ada 26 juta peserta didik.
Jika ditotal, Rp 15 ribu dikali 26 juta, maka akan ada kerugian minimal sebanyak Rp 399 miliar.
"Jadi kerugian minimal itu bisa mencapai Rp 399 miliar," ujar Fahriza dalam Rilis Survei Bantuan Kuota Internet dan Dukung Penyederhaan Kurikulum 2013 secara virtual yang digelar secara virtual, Minggu (27/9/2020).
Namun jumlah kerugian ini masih bisa bertambah, sebab masih ada 32 juta peserta didik yang belum mengunduh SPTJM.
Baca Juga: Begini Cara Bisa Mendapatkan Bantuan Kuota Internet dari Kemendikbud
Jika dikalikan dengan Rp 15 ribu, maka anggaran yang berpotensi sia-sia menjadi Rp 492 miliar.
"Yang berpotensi uangnya akan hangus, bersamaan dengan sisa kuota tadi. Maksimal Rp 492 miliar," jelasnya.
Lalu jika dirata-ratakan dengan kerugian perbulan, katanya, kerugian mencapai Rp 445 miliar. Lalu jika dibiarkan selama empat bulan maka kerugian bakal mencapai Rp 1,7 triliun.
"Kalau kerugian dikalikan dengan 4 bulan, itu kerugian bisa Rp 1,7 triliun dan itu sama dengan 25 persen dari total anggaran Rp 7,2 triliun," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Kenapa Arab Saudi Akhirnya Terlibat Perang di Timur Tengah?
-
Rekor 5 Kali Beruntun! Jawa Tengah Kembali Dominasi Kejurnas Panahan Junior 2026
-
Bertabur Bintang, The Odyssey Taklukkan Box Office dengan Raup Rp11 Triliun
-
Motorola Razr Fold Resmi Dijual Rp26 Jutaan, HP Lipat dengan Baterai Besar dan Layar 8,1 Inci
-
BRIvolution Reignite Makin Akseleratif, Perkuat Danantara sebagai Penggerak Ekonomi Nasional
-
Tanker Gas Amerika Serikat di Mesir Diserang Drone, Meledak Keras
-
Apakah Chemical Sunscreen Cocok untuk Kulit Berminyak? Ini 5 Rekomendasinya yang Terbaik
-
BRIvolution Reignite Percepat Transformasi dan Perkokoh Kontribusi Danantara untuk Ekonomi Nasional
-
Bupati Pemalang Minta Maaf Tapi Bantah Jual Beli Jabatan: Nggak Ada Itu
-
52 Ribu Hektare Mangrove Rusak Tiap Tahun, Kondisinya Kian Mengkhawatirkan