Suara.com - Dipa Nusantara Aidit atau lebih akrab dikenal sebagai DN Aidit adalah ketua umum Partai Komunis Indonesia (PKI). Berikut ini kumpulan fakta DN Aidit yang perlu kalian ketahui.
Dibawah kepemimpinanya PKI menjadi salah satu partai tersbesar di negara Indonesia. Pria kelahiran 30 Juli 1965 ini dituduh sebagai dalang peristiwa besar G30S/ PKI. Namun sampai wafatnya belum ada keterangan pasti yang menyatakan bahwa D.N Aidit yang mendalangi peristiwa mengerikan tersebut.
Dalam sebuah kesempatan di acara Youtube Channel Indonesia Lawyer Club, anak D.N Aidit yaitu Ilham Aidit membuka fakta tentang ayahnya yang belum di ketahui oleh publik. Berikut adalah fakta D.N Aidit yang mungkin belum diketahui oleh publik.
DN Aidit tidak merokok
Dalam film penghkianatan G30S/PKI D.N Aidit digambarkan sebagai sosok perokok namun fakta yang sesungguhnya adalah D.N Aidit bukan perokok. Menurut keterangan dari anaknya, sang ayah tidak bisa merokok sama sekali karena akan selalu batuk saat mencoba merokok.
Akrab dengan Ir. Soekarno
D.N Aidit menjadi murid kursus politik Ir. Soekarno. Hubungan keduanya berupa senior dan junior yang cukup erat. Dirinya kerap mengantar jempur Ir.Soekarno dalam kursus.
Menjadi loper koran
D.N Aidit pernah menjadi loper koran Harian Rakyat, milik partainya di bredel oleh pemerintah. Koran tersebut pertama kali terbit 31 Januari 1951 menjadi salah satu media masa Indonesia pada periode 1950-1965. Hal yang menarik adalah ketika dirinya menjadi loper koran saat itu, D.N Aidit menjabat sebagai ketua partai.
Baca Juga: Pesan Bijak Fico Fachriza Buat Orang-orang yang Masih Ungkit PKI
Sosok yang religious
Aidit merupakan pemuda alim yang lurus. Ia sangat dekat dengan hal-hal keislaman terutama karena sang ayah adalah tokoh penting di Belitung. Ayah DN Aidit, Abdullah memiliki organisasi bernama Nurul Islam yang berbasis Muhammadiyah. D.N Aidit kala itu menjadi pemuda yang cukup aktif dalam organisasi tersebut.
Marga Aidit
Belakangan muncul berita simpang siur mengenai marga Aidit yang menyatakan bahwa dirinya adalah keturunan dari marga Al-Aidid. Faktanya ayah D.N Aidit bernama Abdullah adalah orang Belitung asli dan ibunya adalah orang Mainjau yang tinggal di Belitung.
Demikian fakta DN Aidit yang mungkin belum diketahui oleh masyarakat umum.
Kontributor : Mutaya Saroh
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- 4 Cushion Wardah untuk Tutupi Kerutan Lansia Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Mobil Bekas Rp30 Jutaan yang Cocok untuk Guru Honorer: Solusi Ekonomis untuk Mobilitas Sehari-hari
- Ketua KPK Jawab Peluang Panggil Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
Pilihan
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
-
5 HP Murah Mirip iPhone Terbaru: Gaya Mewah Boba 3 Mulai Rp900 Ribuan!
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
-
Jokowi Angkat Bicara Soal Dugaan Korupsi Mantan Menag Yaqut: Saya Tidak Pernah Perintahkan Korupsi!
Terkini
-
KPK Bongkar Alur Jual Beli Kuota Haji Khusus: Siapa 'Main' di Balik 20.000 Kuota Tambahan?
-
Wakasatgas PRR Pascabencana Dorong Akselerasi Pembangunan Huntara Tiga Kabupaten di Sumatera Utara
-
Usut Kasus Bupati Sudewo, KPK Bakal Telusuri Dugaan Pemerasan Calon Perangkat Desa di Wilayah Lain
-
Ketika Korban Kekerasan Seksual Memilih Diam dan Tak Melapor, Sejauh Mana Negara Berpihak?
-
Polisi Tangkap 10 Remaja Pelaku Tawuran Maut di Jakarta Barat, Korban Tewas Bacok
-
Investigasi Ungkap 'State Capture Corruption' Industri Rokok, Eks Pejabat Jadi Komisaris
-
Kemenkes dan Polri Peringatkan Bahaya Whip Pink atau Gas N2O: Bisa Sebabkan Kematian
-
Musim Hujan Makin Panjang, IDAI Ingatkan Orang Tua Jangan Paksa Anak Sakit ke Sekolah
-
Nama Jokowi Diseret dalam Kasus Kuota Haji Gus Yaqut, PSI Kasih Pembelaan
-
Dasco Ungkap Alasan Gerindra Belum Putuskan Ambang Batas Parlemen: Ini Soal Partisipasi Rakyat