Teddy Gusnaidi juga mengungkit Najwa Shihab yang hingga saat ini tidak berani menjawab ketika mengeluarkan pernyataan tanpa data yang valid mengenai DPR.
Politisi PKPI ini mengatakan ia hanya diam seribu bahasa ketika melakukan kesalahan fatal dan tidak meminta maaf sama sekali.
"Kalau bicara aib, maka Najwa Shihab baru berani bertanggungjawab atas kekonyolannya menuduh DPR yang ternyata tanpa data. Najwa juga harus berani investigasi perusahaan kakaknya yang dapat project kartu prakerja," kata Teddy.
"Berani tidak Najwa lakukan itu? Tidak ternyata sampai detik ini," lanjutnya.
Teddy Gusnaidi juga menegaskan bahwa ia menunggu Najwa Shihab untuk duduk di kursinya guna menjelaskan tuduhan tanpa datanya ke DPR dan melakukan investigasi terhadap perusahaan kakaknya. Pasalnya, Teddy mengatakan bahwa ini sudah didiamkan selama berbulan-bulan.
Teddy Gusnaidi mengganti tagar Mata Najwa Menanti Terawan menjadi Mata Najwa Menanti Najwa.
Ia mengaku ingin melihat apakah Najwa Shihab berani membahas tuduhannya ke DPR yang tanpa data dan melakukan investigasi ke perusahaan kakaknya.
"Mari kita tunggu."
Baca Juga: Sabarnya Najwa Shihab, Sudah Nunggu Menkes Terawan, Jadi Fans Arsenal Pula
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- Promo Alfamart 14-18 Maret 2026: Diskon Sirop dan Wafer Mulai Rp8 Ribuan Jelang Lebaran
- Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
Pilihan
-
AFC Resmi Coret Timnas Malaysia, Vietnam Lolos ke Piala Asia 2027
-
Iran Tolak Main di AS! Minta FIFA Pindahkan Laga Piala Dunia 2026 ke Meksiko
-
Arus Mudik H-4 Idulfitri, 100 Ribu Orang Sudah Berangkat dari Stasiun Gambir
-
Pertama di Dunia! Malaysia Robek-robek Perjanjian Dagang dengan AS, Indonesia?
-
Analisis Militer: Iran Pakai Strategi 'Vietnam Kedua' yang Bikin AS Putus Asa
Terkini
-
Eropa Kompak Tolak Ajakan Trump Kirim Pasukan ke Selat Hormuz: Ini Bukan Perang Kami
-
WN India Berkali-kali Lecehkan Pramugari dalam Pesawat Singapore Airlines
-
Indonesia Uji Model Data Karbon Global, Jawab Krisis Transparansi Pasar
-
Sudah Jadi Tahanan KPK, Eks Stafsus Masih Bela Gus Yaqut di Kasus Korupsi Kuota Haji
-
DPR Setuju Efisiensi Anggaran: Tapi Tak Hanya Gaji Pejabat yang Dipangkas
-
Belum Ada Keputusan Pemangkasan, Menkeu Purbaya Pastikan Anggaran MBG Aman
-
Mensesneg Tegaskan Perintah Prabowo Usut Tuntas Kasus Andrie Yunus
-
Temani Perjalanan Mudik, Badan Bahasa Bagikan 24 Ribu Buku Gratis di Terminal Kampung Rambutan
-
Kemensetneg Imbau Pejabat Tak Gelar Open House Lebaran Secara Berlebihan
-
MK Ketok Palu Soal Pensiun Pejabat, DPR RI Siap Ambil Langkah Revisi