Suara.com - Pemerintah tetap melaksanakan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Serentak 2020 di tengah pandemi virus Corona (Covid-19).
Salah satu alasan utama pemerintah kekeuh melangsungkan Pilkada karena terkait kewenangan pemerintah daerah dalam hal anggaran Covid-19.
Kepala Satuan Gugus Tugas Covid-19 Doni Monardo mengungkapkan, ada pimpinan 261 Kabupaten/Kota dan sembilan Provinsi yang akan habis masa jabatannya dan sementara diganti oleh pelaksana tugas (Plt).
Namun, di tengah pandemi seperti ini, kehadiran Plt tidak bisa membantu penanganan corona di daerah karena tidak memiliki kewenangan setara.
"Tidak mungkin mengambil keputusan, tidak mungkin mengeluarkan anggaran," kata Doni dalam sebuah diskusi virtual, ditulis Jumat (2/10/2020).
Padahal menurutnya penanganan pandemi Covid-19 di daerah harus memiliki satu komando yang tidak bisa digantikan oleh pejabat Plt.
"Dengan tidak ada figur yang kuat, setelah itu tidak ada jaminan bahwa pengendaliannya akan berjalan dengan baik," ujarnya.
Tetap melangsungkan Pilkada Serentak 2020 menjadi pilihan pemerintah. Meskipun bukan pilihan baik, namun Doni menegaskan pemerintah tetap menyusun segala strategi supaya Pilkada Serentak 2020 tidak menjadi klaster penularan Covid-19 yang baru.
"Harus yakin kalau kita bisa menyusun strategi secara bersama-sama untuk mnghindari kerumunan, kuncinya cuma satu, jangan ada kerumunan. Jumlah banyak pun kalau bisa diatur tidak ada kerumunan itu sangat-sangat efektif," pungkasnya.
Baca Juga: Mahfud: Belum Pernah Ada Pilkada Tanpa Kontroversi, Itu Biasa
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Mengurai Krisis Dokter Spesialis di Indonesia: Di Mana Letak Masalahnya?
-
Sekolah Swasta Gratis di Semarang Bertambah Jadi 133, Jangkau Lebih Banyak Siswa
-
Anies Baswedan Soroti Dinasti Politik: Pemerintah Harusnya Bekerja untuk Rakyat, Bukan Keluarga!
-
Anies Baswedan Beri Restu: Ormas Gerakan Rakyat Resmi Jadi Partai, Apa Langkah Selanjutnya?
-
Terbongkar! Hutan Kota Cawang Jadi Sarang Aktivitas Asusila, Pemkot Gerebek dan Segel Lokasi
-
Tolak Ambang Batas Parlemen, Partai Gerakan Rakyat Usul PT 0 Persen: Jangan Ada Suara Mubazir!
-
Luput dari Pengawasan, Praktik Tak Manusiawi di Panti Disabilitas Mental Dilaporkan ke Mensos
-
Siap Berdebat dengan Menteri Pigai Soal HAM, Zainal Arifin Mochtar: Bukan Teoretis tapi Tagih Janji
-
Demo Mahasiswa di Mabes Polri saat Ramadan, Polisi Berpeci dan Bersorban Siap Bagi Takjil
-
Geger Mobil Dinas Rp8,5 M, Golkar "Semprot" Gubernur Kaltim: Ukur Kondisi Rakyat