Suara.com - Seorang wanita di Singapura melakukan penipuan kepada penjual barang mewah senilai hampir Rp 3 miliar dengan modus mengirimkan bukti palsu.
Menyadur The Straits Time, Sabtu (3/10/2020) Hetty Rafeta Roselan (35) dijatuhi hukuman penjara dua tahun dan empat bulan pada Jumat (2/10) setelah mengaku bersalah atas tuduhan penipuan.
Hetty mengaku bersalah atas tuduhan penipuan yang melibatkan hampir 130.000 dolar (Rp 1,9 miliar). Tiga dakwaan serupa lainnya terkait dengan jumlah yang tersisa dipertimbangkan selama hukuman.
PremiumMall adalah retailer online yang menjual barang-barang mewah, seperti tas dan sepatu, di channel online termasuk Facebook, Carousell dan Lazada.
Suatu saat di awal 2015, Hetty menemukan iklan di halaman Facebook PremiumMall dan memutuskan untuk membeli tas dari penjual tersebut.
Setelah itu, ia langsung berkomunikasi dengan direktur PremiumMall, Lee Bee Yee (48) melalui aplikasi pesan Telegram untuk menyusun cara pembayaran yang akan dilakukan di muka melalui transfer bank.
Hetty mentransfer pembayaran ke rekening bank perusahaan dan mengirimkan tangkapan layar sebagai bukti transaksi tersebut ke Lee.
Setelah memverifikasi bahwa dia telah menerima uang di rekening bank, Lee mengirimkan tas tersebut ke Hetty. Dokumen pengadilan tidak mengungkapkan jumlah yang terlibat dalam transaksi ini.
Wakil Jaksa Penuntut Umum Colin Ng mengatakan: "Setelah beberapa transaksi berhasil, korban menemukan bahwa terdakwa dapat dipercaya.
Baca Juga: Polisi Cari Pria yang Sengaja BAB di Depan Sebuah Toko
"Dia akan mengirimkan barang-barang tersebut kepada terdakwa setelah menerima screenshot dari rincian pembayaran, tanpa memverifikasi bahwa transfer bank memang benar-benar berhasil."
Sekitar Juli 2015, Hetty memesan tas lagi dari PremiumMall meskipun dana di rekening banknya tidak mencukupi.
"Karena itu, saat memasukkan detail pembayaran ke PremiumMall, terdakwa sengaja memilih agar transfer bank dilakukan keesokan harinya.
"Terdakwa tahu bahwa dengan cara itu, dia akan mendapatkan bukti dari rincian pembayaran sebelum uang akan ditransfer ke rekening bank penjual (perusahaan)."
Hetty kemudian mengirim tangkapan layar transaksi tersebut kepada Lee yang mempercayai pelaku dan mengirimkan tas tanpa memastikan bahwa uang itu ada di rekening bank perusahaan.
Dengan menggunakan metode serupa, Hetty terus menipu Lee dan akhirnya kecurangan terungkap pada 2018 ketika PremiumMall melakukan audit internal.
Berita Terkait
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
Andrie Yunus Jalani Operasi Lanjutan, Dokter Fokus Selamatkan Bola Mata Kanan
-
Arus Lebaran 2026 Menguat, Tol GempolPasuruan Didominasi Pergerakan ke Arah Pasuruan
-
Optimalkan SDA untuk Kemandirian Nasional, Prabowo Pacu Hilirisasi dan Ketahanan Energi
-
Prabowo Dorong Reformasi TNI: Penegakan Hukum Internal Diperketat, Tak Ada Toleransi Pelanggaran!
-
Cerita Arus Balik: Syamsudin Trauma Macet 27 Jam di Jalan, Derris Pilih War Tiket Sejak H-45
-
Anak Durhaka! Kata-kata Sadis Remaja 18 Tahun Usai Bunuh Ibu Kandung
-
Akal Bulus Model Cantik Tipu Pria Kaya, Korban Merugi Sampai Rp3 Miliar
-
Dear Donald Trump! Ini Ada Ejekan dari Jubir Iran: Malu yah Kalah Perang
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
AS-Israel Lakukan Kejahatan Perang: 600 Sekolah Hancur, 66 Balita Iran Tewas