Suara.com - Media sosial diramaikan dengan kisah seorang cewek bertemu 'malaikat penolong' saat mengikuti aksi demo menolak Omnibus Law di Semarang, Jawa Tengah.
Kisah itu dibagikan oleh akun Twitter @ak********ar. Kisah tersebut ramai menjadi perbincangan di media sosial.
Akun itu bercerita pengalamannya saat ia mengikuti demo tolak UU Omnibus Law Cipta Kerja.
Saat aksi bentrok terjadi, tiba-tiba ada seorang pria yang datang melindunginya dari belakang.
"Makasih abangnya yang sudah menyelamatkan aku, peluk dari belakang yang hampir terinjak-injak gara-gara pagar rubuh, aparat dorong kami," kata akun itu seperti dikutip Suara.com, Kamis (8/10/2020).
Di tengah mengikuti aksi, cewek lulusan SMK 2019 di Kota Semarang itu mengaku tiba-tiba mengalami kram perut karena sedang menstruasi.
Pria yang menolongnya itu terus menjaganya, menggenggam tangannya gingga merangkulnya agar ia tak terkena senggolan teman-teman lainnya.
Bahkan, pria itu juga membantunya membelikan minuman untuk menenangkannya.
"Tanganku enggak dilepas sama sekali dari awal sampai akhir," ujarnya.
Baca Juga: Bentrok dengan Polisi, Mahasiswa UPB Jalani Operasi, Pendarahan di Kepala
Tak sampai disitu, pria itu juga mengantarnya pulang ke rumah dan memastikannya selamat sampai di rumah.
Padahal, ia tak mengenal siapa pria yang menolongnya itu.
Ia merasa sangat bersyukur masih bisa menemukan seseorang yang baik hati dan bersedia membantunya disaat kesulitan.
"Terima kasih sudah antar aku pulang selamat, walaupun abangnya mikirin teman-temannya karena banyak polisi keliling tangap pelajar," tuturnya.
Kisah itu langsung menjadi sorotan publik. Banyak warganet mengaku merasa iri dengan kisah romantis tersebut.
"Yang mau dapat jodoh, silakan ikut demo," ujar seorang warganet.
"Ternyata saat demo masih ada ke-uwu-an," tutur warganet lainnya.
Meski demikian, tak sedikit pula warganet yang menilai aksi wanita itu memaksakan diri mengikuti demo meski sakit terlalu nekat.
"Orang demo untuk menyuarakan hal yang besar, eh malah uwu-uwuan, enggak sekalian nge****t aja? Enggak usah diromantisasi, baik terhadap sesama pendemo itu memang seharusnya sudah jadi kewajiban," ujar seorang warganet.
"Kebanyakan baca Wattpad lol," ucap warganet lain.
"Lihat kondisi aja sih dulu, udah tau lagi pms dan biasa kena kram tapi ikut demo. Untung ada orang baik yang bantuin, coba kalo semua pada panik sendiri-sendiri, pasti yang repot diri sendiri juga mbak,mending dirumah aja bantu doa supaya aman. Stay safe semua, semoga ada jalan yg baik," tutur warganet lainnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Serangan Kilat AS-Israel di Hari Pertama Gagal Total! 200 Tentara Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
Terkini
-
Marcella Santoso Mengaku Korban Mafia Peradilan, Penegak Hukum Minta Uang ke Anak Buah
-
Serangan Kilat AS-Israel di Hari Pertama Gagal Total! 200 Tentara Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Iran Serang Ibu Kota Arab Saudi
-
Iran Meradang 70 Pelajar Jadi Korban, di Negara Timur Tengah Mana AS 'Parkir' Kendaraan Militer?
-
Biang Kerok Perang Pakistan vs Afghanistan, Tehreek-e-Taliban Pakistan Didanai Siapa?
-
Pramono Anung Ingin Pasang CCTV di Hutan Kota Cawang Usai Laporan Penyalahgunaan Fasilitas Publik
-
Pramono Anung Waspadai Dampak Serangan AS-Israel ke Iran: Harga Barang di Jakarta Bisa Melonjak
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius