Suara.com - Sebagai salah satu leading sector dalam penanganan pandemi Covid-19, khususnya dalam bidang penyediaan jaring pengaman sosial (JPS), Menteri Sosial (Mensos), Juliari P Batubara minta jajarannya untuk terus memperkuat sinergi.
Menurut Juliari, Kementerian Sosial (Kemensos) bertugas memastikan negara hadir dengan menangani dampak pandemi terhadap masyarakat miskin dan rentan. Tugas bidang JPS dalam bentuk bantuan sosial itu juga harus bisa sampai kepada masyarakat terdampak, dalam waktu segera.
“Kita tidak menyangka, di tahun 2020 ini, ada bencana dahsyat, dimana peran Kemensos sangat fundamental dalam hal perlindungan sosial terhadap masyarakat,” kata Juliari, di acara virtual "Town Hall Meeting", yang digelar secara daring, Jumat (9/10/2020).
Juliari menyebut, justru kondisi ini merupakan ladang bagi tugas mulia untuk membantu masyarakat. Sebagai catatan, 25 Oktober 2020, tepat setahun masa jabatan Juliari sebagai orang nomor satu di Kemensos.
Sebagai kementerian dengan anggaran belanja terbesar, yakni Rp 134,008 triliun, Kemensos berhasil menduduki peringkat satu sebagai kementerian dengan penyerapan anggaran terbaik.
Anggaran Kemensos terus meningkat sejalan dengan tugas penanganan dampak pademi Covid-19 di bidang JPS. Dari Pagu Indikatif sebesar Rp 62,7 triliun, terus mengalami peningkatan menjadi Rp 104,4 triliun, Rp 124 triliun, dan yang terkini anggaran Kemensos menjadi Rp 134,008 triliun, atau yang terbesar dari seluruh kementerian dan lembaga.
Di lain pihak, tata kelola anggaran Kemensos juga memuaskan. Hal ini dibuktikan dengan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), sebanyak empat kali berturut-turut.
Juliari mengungkapkan apresiasinya kepada segenap jajaran Kemensos yang telah bekerja keras dalam mempercepat penyerapan anggaran, sebagaimana instruksi Presiden Joko Widodo.
“Saya mendorong agar kinerja ini tetap konsisten hingga akhir tahun,” tuturnya.
Baca Juga: Kehadiran Kemensos di Tengah Masyarakat Menandakan Kehadiran Negara
Acara Virtual Town Hall Meeting turut dihadiri oleh jurnalis senior, Andy F. Noya, selaku narasumber.
Pada kesempatan ini, Andy mengakui, dibandingkan dengan menteri-menteri lain yang dikenalnya, Juliari bekerja dengan sepenuh hati dan total guna memastikan masyarakat terdampak pandemi mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah.
"Saking begitu proaktifnya dalam memantau penyaluran bansos, saya sampai khawatir, beliau akan ikut terpapar Covid-19," katanya.
Berita Terkait
-
Aksi Berani Warga Garut Bermain dengan King Kobra
-
Tambahan 11 Kasus Baru Covid-19 di Ngawi, Jadi 194 Orang Positif
-
Gratis, Platform Ini Berikan Layanan Cuma-cuma UMKM Untuk Go Online
-
Naik Signifikan, Kasus Positif Covid-19 di Kota Bogor Bertambah 39 Orang
-
Risiko Kematian Tinggi, Lansia dan Pasien Komorbid Tak Boleh Kritis
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat