Suara.com - Seorang pria nekat menabur bunga ke pagar sebuah gedung yang diduga merupakan Gedung DPRD Kota Madiun, Jawa Timur.
Aksi pria yang terekam video itu disebut-sebut sebagai salah satu bentuk protesnya kepada para wakil rakyat tentang pengesahan Omnibus Law RUU Cipta Kerja.
Dalam sebuah video yang dibagikan akun Twitter @txtdarimadiun, seorang pria bercelana pendek dan mengenakan helm sedang menaburkan bunga ke sebuah pagar.
Berbekal sekantong plastik bunga di tangannya, pria itu berdiri di dekat trotoar jalan.
Ia kemudian menaburkan bunga yang dibawanya ke tembok pagar.
Aksinya hanya dilakukan seorang diri dan berjalan cukup singkat.
Si pembuat video menyematkan pin lokasi peristiwa tersebut yang tertulis di Gedung DPRD Kota Madiun.
Belum diketahui secara pasti maksud dari aksi tersebut.
Hingga berita ini disusun, Suara.com masih berupaya mengonfirmasi perihal peristiwa ini.
Baca Juga: Masinton Pasaribu: Setelah UU Ciptaker Disosialisasikan Tensi Turun Sendiri
Sementara itu, muncul dugaan bahwa aksi yang dilakukan oleh pria tersebut merupakan salah satu bentuk protes kepada DPR.
Kontan video itu memancing beragam tanggapan kocak dari para warganet. Simak video selengkapnya DI SINI.
"Mahasiswa enggak gerak, dukun bertindak," tulis @txtdarimadiun.
"Aku suka. Enggak pakai kekerasan fisik atau verbal haha," komentar @ari*****.
"Harap hari-hati kalau tidak ingin ada kejadian seperti itu di samping kamar Anda," sindir @Rati******.
"Kalau terjadi beneran, besok enggak ada lagi yang mau jadi anggota DPR wkwk," imbuh @roh_******.
Berita Terkait
-
Masinton Pasaribu: Setelah UU Ciptaker Disosialisasikan Tensi Turun Sendiri
-
Aksi Perempuan Muda Terobos Jalan Tol Beri Merah Putih ke TNI
-
Demo Tolak UU Cipta Kerja di Berbagai Daerah Indonesia Ricuh
-
Unjuk Rasa Jogja Memanggil di UIN Diwarnai Aksi Tabur Bunga dan Bakar Dupa
-
Massa Jebol Barikade di Jalan Daan Mogot, Polisi Kocar-kacir
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat