Suara.com - Artis Nikita Mirzani kembali membikin perhatian netizen tertuju padanya lewat konten yang disampaikan melalui media sosial.
Kali ini, topik yang diangkat Nikita tentang dasar negara Indonesia: Pancasila.
Postingan berisi makna-makna lambang dalam Pancasila yang diunggah Nikita ke media sosial barangkali dimaksudkan supaya semua warga negara Indonesia menyadari kembali landasan ideologi bangsa."Buat yang lupa Pancasila," katanya.
Topik tersebut menjadi perbincangan netizen. Perbincangan tak melulu soal Pancasila, tetapi sejumlah netizen menyinggung-nyinggung isu yang lain. Misalnya, menyinggung soal pengesahan undang-undang sapu jagat, omnibus law UU Cipta Kerja, kemudian soal keberadaan Presiden Joko Widodo.
Beberapa netizen menganggap ungahan Nikita tersebut sebagai kritik. Lain lagi sejumlah netizen yang mengungkapkan harapannya agar Nikita menjadi penyambung aspirasi.
"Semoga nyai bisa menjadi penyambung suara rakyat. Karena apalah kita yang bukan siapa-siapa yang ketika berpendapat tentu tidak akan didengar," kata salah satu netizen.
Bukan kali ini saja Nikita mengangkat isu politik di media sosial dan berhasil memancing berbagai komentar. Di antaranya yang menjadi heboh, dia mengkritik pimpinan DPR yang mematikan mikrofon ketika anggota Fraksi Demokrat interupsi di tengah rapat paripurna pengesahan UU Cipta Kerja.
Melalui Instagram story, Rabu (7/10/2020), Nikita mempertanyakan kepada pimpinan rapat paripurna mematikan mikrofone. "Kenapa Ibu Puan Maharani matiin mikrofonnya? Kurang fair ketika orang sedang menyuarakan suaranya, tapi tidak bisa didengar."
Nikita mengingatkan negara ini dibangun atas dasar Pancasila. "Masih inget nggak Pancasila dari satu sampai kelima?"
Baca Juga: Fahri dan Fadli Kritik BIN Punya Jubir dan Buka Info Intelijen ke Publik
Konten tersebut membuat Nikita tersandung masalah. Gema Puan Maharani Indonesia akan menempuh jalur hukum kalau Nikita tak mau minta maaf.
Berita Terkait
-
Rieke Kritik Kasasi 'Paket Kilat' Nikita Mirzani, Kejagung Malah Puji: Bagus, Ada Kepastian Hukum
-
Kawal Sidang Nikita Mirzani, Rieke Diah Pitaloka Cium Aroma 'Paket Kilat' Putusan Kasasi MA
-
Minta Maaf Tanpa Sebut Nama Ruben Onsu, Sarwendah Disemprot Nikita Mirzani
-
Pakai AI untuk Lambang Negara, BRIN Terjebak Kesalahan Fatal yang Tak Termaafkan?
-
Roman Politik di Balik Harlah Pancasila, Kenapa Jokowi Tak Diundang?
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
Terkini
-
Tak Lagi 'Macan Ompong', RUU HAM Beri Komnas HAM Kewenangan Penyidikan
-
Menuju Kota Global, Jakarta Kejar Target Bebas Buang Air Sembarangan
-
Jangan Terkecoh! Pendakian Gunung Merapi Masih Ditutup, Abaikan Ajakan di Medsos
-
Jadi Otak Penyekapan, Bos Percetakan di Senen Perintahkan Anak Buah Pasung Kaki Korban
-
Bertemu Dony Oskaria, KPK Minta Pejabat BUMN Bandel Tak Lapor LHKPN Disanksi
-
Gelar Budaya Jokowi Disorot, Dinilai Jadi 'Senjata' Politik Incar Masyarakat Paternalistik
-
Satu Tahun Menuju 5 Abad, Apakah Jakarta Sudah Layak Kota Global?
-
Sekjen Golkar: Pasar Tak akan Goyang Hanya Karena Gaya Pidato Prabowo
-
Rp1,1 Triliun Anggaran Pendidikan Jakarta Tak Terserap, DPRD: Harusnya Bisa untuk Sekolah Gratis
-
Kisah Yunita Bangun Dear June Official, Dari Satu Penjahit Hingga Tembus Pasar Singapura