Suara.com - Ketua partai perempuan di Uttar Pradesh, India dipukuli oleh sejumlah rekannya yang merupakan anggota dewan, usai melontarkan kritikan terkait pencalonan partai.
Menyadur Times of India, Minggu (11/10/2020), Tara Yadav dikeroyok dan diserang oleh rekannya usai ia menyebut pria yang dicalonkan kongres adalah seorang pemerkosa.
Perempuan asal Uttar Pradesh menilai pencalonan Mukund Bhaskar Mani Tripathi adalah langkah yang tidak tepat.
"Ini akan merusak citra partai di masyarakat. Calonkan seseorang dengan karakter yang baik," ujar Yadav.
Dalam video yang beredar di media sosial, nampak Yadav awalnya berdiri di podium. Ia disebutkan sedang berbicara kepada sekretaris partai bernama Sachin Naik.
Sesaat kemudian, Yadav terpukul mundur dan suasana pertemuan dewan di Kota Deoria menjadi panas.
Sejumlah orang langsung berdiri dan berupaya menurunkan perempuan itu dari atas podium. Beberapa pria terlihat menghantamkan tangannya ke tubuh Yadav.
Tidak jelas apa yang terjadi di akhir pertemuan tersebut. Video berdurasi 21 detik itu hanya menampilkan Yadav terpojok di sudut, di tengah kerumunan yang ricuh.
Menteri Persatuan Perumahan dan Perkotaan India, Hardeep Singh Puri, yang juga mengunggah video insiden tersebut, mengatakan pelaku pemukulan harus ditemukan dan diadili.
Baca Juga: Kabur dari Suami Gegara KDRT, Perempuan Ini Malah Ditelanjangi Warga
Ketua Komisi Nasional untuk Perempuan India (NCW), Rekha Sharma mengutuk aksi kekerasan tersebut.
"Bagaimana seorang yang berpikiran sakit ini masuk ke politik?" cuitnya melalui Twitter.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif
-
Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?
-
Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT
-
Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
-
HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas
-
Pacu Iklim Kompetisi Daerah, Kemendagri Gelar Apresiasi Pemda 2026 Regional Sulawesi
-
Bukan Melalui Kekerasan, Militerisasi Masuk ke Ranah Sipil Lewat Jalur Administratif Halus
-
Saiful Mujani: Pemilu Cacat Bikin Legitimasi Negara Runtuh, Serukan Boikot Jika Curang
-
Masalah Krusial di Mina Terkuak, Jemaah Haji Tak Makan 9 Jam hingga Tenda Melebihi Kapasitas
-
Bukan Sekadar Seremonial, Ini Alasan PDIP Wajibkan Lagu Bung Karno Bapak Marhaenisme