Suara.com - Massa Aksi 1310 yang terdiri dari PA 212 masih berkumpul dan menyuarakan aspirasinya mengenai penolakan UU Omnibus Law Cipta Kerja di Area Patung Kuda, Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (13/10/2020). Kapolda hingga Panglima Kodam Jaya turun mendekat ke massa.
Berdasarkan pantauan Suara.com di lokasi, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana, Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurachman, dan Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo turun mendekat ke massa pada pukul 14.37 WIB.
Ketiganya nampak memerhatikan massa dan melihat sekeliling memastikan aksi berjalan dengan kondusif. Bahkan Pangdam Jaya Dudung sempat menaiki beton pembatas massa aksi untuk melihat jelas kondisi massa dilapangan.
Tak ada kata yang terucap dari ketiganya. Mereka hanya melihat-lihat dan sesekali berbincang sesama anggota yang tengah berjaga di lokasi.
Sementara itu juga terpantau Polri dan TNI berupaya memberikan pendekatan dengan melakukan upaya ceramah dan mengajak bershalawat para massa yang hadir. Mereka juga melalui pengeras suara memberikan imbauan soal adanya bahaya covid.
"Kita tidak akan melarang massa berorasi menyampaikan aspirasi. Tapi ingat untuk protokol covidnya jangan lupa," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto di lokasi yang sama.
Hingga saat ini aksi masih terus dilakukan, massa masih menyemut di depan gedung Indosat area Patung Kuda. Nantinya akan ada seruan dari Habib Rizieq Shihab melalui rekaman suara dari Arab Saudi.
Berita Terkait
-
DPR Lagi Reses, yang Kerja di Baleg Rapikan UU Ciptaker Siapa Ya?
-
Salah Satu Peretas Website KPUD Jember Masih Berstatus Pelajar SMP
-
Sindir Omnibus Law 812 Halaman, Tengku Zul: Negeri Jin Sih
-
Gus Nur Tanya Cara Indonesia Berubah? Massa Aksi Jawab: Lengserkan Jokowi
-
Diduga Mau Demo UU Ciptaker, Remaja Kocar-kacir, Adu Sprint dengan Polisi
Terpopuler
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- 4 Cushion Wardah untuk Tutupi Kerutan Lansia Usia 50 Tahun ke Atas
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- Ketua KPK Jawab Peluang Panggil Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
- 5 Mobil Bekas Rp30 Jutaan yang Cocok untuk Guru Honorer: Solusi Ekonomis untuk Mobilitas Sehari-hari
Pilihan
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
-
5 HP Murah Mirip iPhone Terbaru: Gaya Mewah Boba 3 Mulai Rp900 Ribuan!
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
Terkini
-
Wamensos Agus Jabo Ajak PWI Gaungkan Program Sekolah Rakyat
-
Penyebab Longsor Cisarua Dominasi Faktor Alam, Ahli Ungkap Ancaman Geologis Gunung Burangrang
-
Akal Bulus Maling di Jakbar: Nginap di Hotel Melati, Gasak Rumah Mewah Rp150 Juta Lewat Balkon
-
Akar Masalah Seleksi Hakim MK: Konfigurasi Kekuasaan dan Upaya Melahirkan 'Hakim Boneka'
-
Mabes Polri Endus Praktik Saham Gorengan di Balik IHSG Anjlok, Siap Buru Mafia Pasar Modal
-
IDAI Ingatkan Lonjakan Penyakit Anak di Musim Hujan: Waspada Super Flu hingga Bahaya Zat Kimia
-
Duduki Kursi Ketum PBNU Lagi, Gus Yahya: Semua Kembali Guyub
-
Kasus Resmi Dihentikan, Hogi Minaya Legowo Tak Tuntut Balik
-
Percepat Program Prioritas Pemerintah, Kemendagri Akan Gelar Rakornas Pusat & Daerah 2026
-
Akhirnya Senyum Lebar! Hogi Minaya Blak-blakan Soal Masa Kelam Jadi Tersangka