Suara.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengimbau warga untuk waspada, namun tidak perlu khawatir berlebihan atas terjadinya peningkatan aktivitas gempa tektonik di Pagai, Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, dalam beberapa hari terakhir.
"Masyarakat diimbau untuk waspada, namun tidak perlu khawatir berlebihan, karena gempa kuat memang belum dapat diprediksi dengan akurat kapan terjadinya," kata Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono di Jakarta.
Hasil monitoring BMKG menunjukkan bahwa sejak 15 Oktober 2020 di Pagai Selatan telah terjadi peningkatan aktivitas gempa tektonik. Hingga Senin (19/10/2020) tercatat telah terjadi gempa sebanyak 13 kali dalam variasi magnitudo dengan kedalaman dangkal.
Adapun rincian rentetan kejadian gempa tersebut yaitu, pada Kamis (15/19) terjadi empat kali gempa, Sabtu (17/10) terjadi empat kali gempa, Minggu (18/10) terjadi satu kali gempa dan Senin (19/10) telah terjadi empat kali gempa.
Daryono mengatakan dengan memerhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, semua gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas subduksi lempeng di Zona Megathrust Mentawai-Pagai.
Rentetan aktivitas gempa yang episenternya membentuk kluster di sebelah barat Pagai Selatan, Mentawai itu, kata dia, tentu patut diwaspadai karena dikhawatirkan rentetan gempa ini merupakan gempa pembuka (foreshocks) sebelum terjadinya gempa utama (mainshock).
"Kewaspadaan sangat diperlukan agar kita dapat merespon setiap informasi serta peringatan dini dengan baik dan rasional, baik respon evakuasi mandiri maupun respon terkait peringatan dini tsunami," katanya.
Ia menjelaskan dalam hal ini evakuasi mandiri dinilai lebih menjamin keselamatan, dengan cara menjadikan guncangan gempa kuat yang dirasakan di pantai sebagai peringatan dini tsunami.
"Dengan evakuasi mandiri kita lebih banyak memiliki waktu emas (golden time) untuk menyelamatkan diri dari tsunami. Untuk itu, bagi masyarakat pesisir, jika merasakan guncangan gempa kuat maka segeralah menjauh dari pantai," tambah Daryono.
Baca Juga: Selasa Dini Hari, Gempa Magnitudo 4,6 Guncang Pangandaran
Sebelumnya, pernah terjadi gempa besar yang memicu tsunami pada 25 Oktober 2010 pukul 21.42 WIB, tepatnya di sebelah barat kluster pusat-pusat gempa yang terjadi saat ini.
Saat itu terjadi gempa dengan kedalaman dangkal 20 km di zona megathrust dengan kekuatan magnitudo 7,8. Dampak peristiwa tsunami yang terjadi pada saat itu, tercatat sebanyak lebih dari 400 orang meninggal dunia. [Antara]
Berita Terkait
-
Korban Gempa NTT Tembus 103 Orang, 1.666 Warga Terluka
-
Update Gempa NTT: Korban Meninggal Bertambah Jadi 103 Orang, Mayoritas Lansia dan Perempuan
-
Prabowo: Respons Kita di NTT Sangat Cepat dan Masif, Negara Hadir
-
Lebih dari Sepekan Pascagempa Flores, Anak-Anak Hadapi Ancaman Berlapis
-
Risiko Hipotermia dan Kekerasan Terhadap Anak di Pengungsian Gempa NTT
Terpopuler
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
- Air Mawar Viva Dipakai Kapan? Ini Urutan Pemakaian dan Review Pembeli
- 17 Kode Redeem FF 25 Agustus 2026: Kesempatan Dapat Voucher dan Skin Senjata Terbaru
- Waduk Jatigede Surut, Warga Sumedang Manfaatkan Lahan untuk Bertani
Pilihan
-
Polisi Bubarkan Massa Aliansi Pati yang Galang Donasi di Depan DPR
-
Kemenag Bantah Nasaruddin Umar Mundur dari Menag: Isu Bursa Caketum PBNU Itu Spekulasi Liar
-
Menag Nasaruddin Umar Bantah Mundur: Itu Ada Orang yang Panik
-
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
-
Dari Pengumpul Data Hingga Perantara, Bagaimana DSI Bekerja
Terkini
-
Hukum Romawi 1.600 Tahun Lalu Bikin Terkejut, Orang Kaya Dipaksa Pikul Kewajiban Negara
-
Staycation di Hilton Padalarang Bandung, Hotel Baru dengan View Pegunungan
-
Stres dan Diet Tinggi Protein Bisa Jadi Pemicu Bau Mulut
-
Hadapi Karhutla, Menhut: Cara Paling Efektif Memadamkan Api Ya Hujan
-
Korsleting Listrik Hanguskan 3 Kontrakan Dekat Stasiun Karet, 35 Warga Kehilangan Tempat Tinggal
-
KPK Ungkap 3 Moge Gatot Bea Cukai Dibeli Pakai Dana Operasional
-
Polda Metro Jaya Minta Massa Demo 27 Agustus Besok Tak Rusak Fasilitas Umum
-
Gara-gara Ledakan AI, Kabel Laut Yang Dibangun 5 Tahun Habis Dalam Setahun
-
Hindari Macet! Ini Rekayasa Lalu Lintas Jakarta Saat Demo 27 Agustus
-
Bobotoh Bisa Nonton Persija vs Persib di GBK? ILeague Singgung Demo Jakarta