Video unggahan World Doctors Alliance yang menuai berbagai komentar tersebut berdurasi 18 menit. Adapun isinya mengumumkan pembentukan grup mereka. Akan tetapi, video itu kini telah ditarik oleh YouTube lantaran melanggar persyaratan.
Sebab ada bagian dalam video tersebut yang memperlihatkan dua orang dokter menantang ilmu pengetahuan di balik pandemi dan telah beredar di Facebook tetapi dengan pernyataan dan statistik keliru.
Elke De Klerk, seorang dokter umum asal Belanda mempertahankan posisi kelompok tersebut dengan mengatakan dalam videonya bahwa mereka tidak memiliki pandemi. Ia juga menyebut bahwa Covid-19 adalah virus biasa. Namun, klaim itu dibantah tegas oleh WHO, CDC, sejumlah ahli lainnya.
Selain itu, De Klerk juga mengklaim bahwa penunjukkan pandemi didasarkan pada pengujian yang buruk, yakni dengan reaksi berantai polimerase atau PCR, uji molekuler yang menghasilkan positif palsu pada 89 hingga 94 persen kasus.
Namun, pernyataan tersebut tidak benar. Angka positif palsu tetap menjadi area pemeriksaan lanjutan. Studi terdahulu menunjukkan angka positif palsu tes ini jauh lebih sedikit daripada klaim yang diebutkan De Klerk.
Lebih lanjut lagi, dalam artikel yang belum lama ini dipublikasikan media inggris The Lancet Respiratory Medicine, disebutkan bahwa taksiran angka positif Covid-19 di Inggris berada di kisaran 0,8 hingga 4 persen. Sementara negatif palsu bisa mencapai 33 persen.
Sejumlah ilmuwan secara universal pun sepakat bahwa virus penyebab Covd-19 adalah virus korona baru, SARS-CoV-2, bukan jenis influenza.
Kendati tingkat kematian Covid-19 belum pasti, tetapi bukti menunjukkan bahwa kematian akibat Covid-19 lebih tinggi daripada influenza musiman.
Sementara itu, di Belanda ada lebih dari 6.800 kematian yang dikaitkan dengan Covid-19 sepanjang tahun ini. Angka tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan 2.900 karena flu dan pneumonia pada 2018 dan 2019 lalu.
Baca Juga: Alat Pendeteksi Covid-19 Melalui Hembusan Nafas
Sedangkan di AS, Covid-19 juga membunuh lebih banyak orang dibandingkan dengan kasus lima flu musiman terakhir.
Selain itu, studi CDC yang dirilis pada 20 Oktber juga menyebutkan bahwa pasien yang dirawat di rumah sakit Covid-19 di Administrasi Kesehatan Veteran memiliki risiko kematian lebih tinggi daripada pasien flu.
Dalam video klaim Covid-19 tersebut, Profesor di Fakultas Kedokteran University College Dublin Irlandia, Dolores Cahill menyebutkan bahwa hanya ada 98 kematian di Irlandia karena virus Covid-19, terhitung sejak bulan April lalu.
Akan tetapi, klaim tersebut tidak sesuai dengan data statistik yang ada. Menurut Kantor Pusat Statistik Irlandia, lebih dari 1.800 orang telah meninggal karena Covid-19 dan kasusnya terus meningkat sehingga Pemerintah Irlandia pada 19 Oktober lalu memberlakukan pembatasan baru yang keras untuk menghambat laju pembatasannya.
Langkah itu dilakukan hingga 1 Desember mandatang. Bisnis retail non pokok, tukang cukup, penata rambut, dan salon harus menutup dan melarang pertemuan di rumah. Restoran dan pub juga akan dibatasi untuk layanan antar-jemput dan pengiriman.
Kesimpulan
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Tak Hanya Tiket Pesawat, AHY Klaim Pemerintah Jaga Tarif Angkutan Darat dan Laut dari Dampak Perang
-
Tower Provider di Kembangan Roboh Timpa 2 Kontrakan, Polisi Dalami Unsur Pidana Kelalaian Kerja!
-
Bapanas Proyeksikan 7 Komoditas Pangan Pokok Bebas Impor pada 2026, Stok Beras Capai 16 Juta Ton!
-
Doa Saja Tidak Cukup, Vatikan Minta Umat Katolik AS Bergerak Hentikan Perang Amoral Trump di Iran
-
Andrie Yunus Berjuang Pulih: Jalani 5 Kali Operasi dan Cangkok Kulit Paha Akibat Teror Air Keras!
-
Iran Ungkap Alasan Gagalnya Perundingan dengan AS di Pakistan
-
Menolak Takut! 30 Hari Tragedi Air Keras Andrie Yunus, Aktivis Tandai Lokasi Penyiraman Pakai Mural
-
Skandal Kakak-Beradik: KPK Duga Legislator Jatmiko Tahu Praktik Pemerasan Bupati Tulungagung!
-
Sentil Pemprov DKI Soal Preman Tanah Abang, Kevin Wu: Jangan Baru Gerak Kalau Sudah Viral!
-
Pakistan Mendadak Kirim Jet Tempur ke Arab Saudi, Ada Apa?