Suara.com - Studi menemukan air mungkin didistribusikan ke seluruh permukaan bulan di lebih banyak tempat dan jumlah lebih besar dari dugaan sebelumnya.
Astronot masa depan bisa memanfaatkannya untuk minum atau bahan bakar roket.
Dua studi terbaru yang diterbitkan di jurnal Nature Astronomy pada hari Senin (26/10), menunjukkan kemungkinan ada lebih banyak air daripada yang diperkirakan sebelumnya, termasuk es yang tersimpan dalam bayangan "perangkap dingin" permanen di daerah kutub bulan.
"Kami mengumumkan bahwa, untuk pertama kalinya, kami telah mengonfirmasi H2O di daerah yang diterangi matahari di bulan. Ini menunjukkan bahwa air mungkin didistribusikan ke seluruh permukaan bulan," kata NASA pada hari Senin (26/10) dari akun NASA Moon.
Selama beberapa dekade, bulan dianggap kering kerontang. Tetapi 11 tahun yang lalu, penelitian menemukan bahwa air relatif tersebar luas dalam jumlah kecil di sisi gelap bulan.
Sebuah tim peneliti sekarang melaporkan deteksi jelas pertama dari molekul air di area yang diterangi matahari. Air minum, bahan bakar roket Lebih dari 15.400 mil persegi (40.000 kilometer persegi) medan bulan memiliki kemampuan untuk memerangkap air dalam bentuk es, menurut kepala tim penelitian Paul Hayne dari University of Colorado.
Hayne menjelaskan daerah itu kira-kira 20% lebih besar dari perkiraan sebelumnya. Ia menambahkan bahwa suhu di ''perangkap dingin'' ini sangat rendah yakni minus 261 derajat Fahrenheit (minus 163 derajat Celcius), yang berarti bisa menyimpan es selama jutaan atau bahkan miliaran tahun.
Dengan menggunakan data dari Lunar Reconnaissance Orbiter NASA, para ilmuwan menemukan perangkap dingin dari yang berukuran kecil beberapa meter, lebar 18 mil (30 kilometer), dan masih banyak lagi.
Penemuan ini meningkatkan prospek menggiurkan bahwa astronot dalam misi masa depan dapat memanfaatkan sumber daya ini untuk kebutuhan minum, dan mengubahnya menjadi hidrogen dan oksigen untuk bahan bakar roket atau oksigen untuk bernapas.
Baca Juga: NASA Ungkap Bukti Temuan Air di Bulan, Arti Bagi Eksplorasi Ruang Angkasa?
"Kami yakin ini akan membantu memperluas kemungkinan tempat pendaratan untuk misi pencarian air bulan di masa depan, membuka daerah yang sebelumnya dianggap 'terlarang' karena kering kerontang,'' kata Hayne kepada Associated Press.
Anggota tim penulis lainnya Casey Honniball dari Institut Geofisika dan Planetologi Hawaii, mengatakan air mungkin terperangkap dalam manik-manik kaca, atau zat lain yang melindunginya dari lingkungan bulan yang ekstrem.
Dia mengatakan bahwa jika air ditemukan "cukup melimpah di lokasi tertentu", astronot mungkin dapat menggunakannya sebagai sumber daya untuk eksplorasi manusia.
Ilmuwan percaya air bulan berasal dari komet, asteroid, debu planet, angin surya, atau letusan gunung api bulan. Menurut Hayne, para peneliti akan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang penemuan air di bulan "jika kita bisa turun ke permukaan dan menganalisis sampel es."
AS ingin NASA mengirimkan astronotnya lagi ke bulan pada tahun 2024 sebagai bagian dari misi yang diberi nama Artemis. rap/pkp (AP, AFP)
Berita Terkait
-
5 Menu Takjil Buka Puasa yang Bisa Dibikin Sendiri dengan Modal Sedikit
-
35 Kata-Kata Lucu Bulan Puasa, Jaga Semangat hingga Adzan Maghrib
-
Opornya Hangat, Tapi Kok Hati Dingin? Rahasia di Balik Rasa Hampa Saat Bulan Suci
-
Malam Seribu Bulan Untuk Umat Tercinta Rasulullah
-
Manhattan Hotel Jakarta Hadirkan Sajian Berbuka Puasa dengan Promo Pay 1 Get 2
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
-
DPR RI Ragukan Misi Damai Board of Peace, Desak Pemerintah Tegas soal Serangan AS-Israel ke Iran
-
Rumahnya Dibombardir AS-Israel, Ayatollah Ali Khamenei Masih Hidup!
Terkini
-
Biang Kerok Perang Pakistan vs Afghanistan, Tehreek-e-Taliban Pakistan Didanai Siapa?
-
Pramono Anung Ingin Pasang CCTV di Hutan Kota Cawang Usai Laporan Penyalahgunaan Fasilitas Publik
-
Pramono Anung Waspadai Dampak Serangan AS-Israel ke Iran: Harga Barang di Jakarta Bisa Melonjak
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
-
DPR RI Ragukan Misi Damai Board of Peace, Desak Pemerintah Tegas soal Serangan AS-Israel ke Iran
-
Rumahnya Dibombardir AS-Israel, Ayatollah Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Hikmahanto: Indonesia Harus Kutuk Serangan AS-Israel ke Iran dan Dorong Sidang Darurat PBB
-
Siapa Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang Jadi Target Militer AS dan Israel