Suara.com - Sejumlah massa yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Besar Alumni Universitas Indonesia (IKB UI) ikut demo tolak UU Omnibus Cipta Kerja di area Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (28/10/2020). Mereka turut menyampaikan orasinya yang mengkritik pemerintahan Jokowi-Maruf.
Awalnya salah satu perwakilan dari IKB UI menyampaikan orasinya melalui mobil komando yang dibawa rombongan massa mahasiswa. Orator menyampaikan bahwa IKB UI hadir bersama-sama mahasiswa lantaran merasa resah satu tahun pemerintahan Jokowi-Maruf justru alami kemunduran.
"Kita lihat pemerintahan ini bukannya maju malah mundur seperti orde baru," kata salah satu orator dari atas mobil komando di lokasi.
Menurutnya, kemunduran itu ditandai dengan membuat kebijakan seperti UU Omnibus Law Cipta Kerja dengan mengabaikan sila keempat dalam Pancasila.
"Namun faktanya hampir tidak ada permusyaratan perwakilan dalam setiap mengambil kejiakan pemerintah dan DPR," ungkapnya.
Padahal menurutnya, UU Omnibus Law Cipta Kerja telah mendapatkan suara penolakan dari berbagai kalangan. Termasuk, kata dia, ormas-ormas besar seperti NU dan Muhammadiyah.
"Sudah sepatutnya kita menuntut keadilan saat ini. Tapi perbedaan pendapat jangan ditanggapi dengan tindakan penangkapan, itu sangat tidak wajar," tuturnya.
Selain orasi, para massa yang tergabung dalam IKB UI ini juga membawa sejumlah atribut seperti poster-poster bertuliskan kalimat penolakan terhadap UU Omnibus Law Cipta Kerja.
Sementara itu hingga kekinian massa mahasiswa masih berkumpul di area Patung Kuda Arjuna Wijaya. Massa mahasiswa terus menerus berdatangan ke lokasi.
Baca Juga: Massa Buruh Balik Kanan, Mahasiswa Masih Demo Tolak UU Ciptaker
Berita Terkait
-
Ratusan Personel TNI-Polri dan Kawat Berduri Hadang Demo Mahasiswa Kepri
-
Massa Buruh Balik Kanan, Mahasiswa Masih Demo Tolak UU Ciptaker
-
Demo Tolak UU Ciptaker di Patung Kuda, Mahasiswa Ultimatum Jokowi - Ma'ruf
-
Paha Mulus Dinar Candy Dibawa-bawa di Demo Mahasiswa Protes UU Cipta Kerja
-
Balon Udara Bertuliskan 'Jokowi-Amin Gagal' Muncul di Tengah Massa Aksi
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
Terkini
-
Kunjungan Prabowo Dianggap Spontan, Seskab Teddy Diminta Tak Main Rahasia
-
Apa Itu Formula 1+8? Saran Diplomasi Dino Patti Djalal untuk Presiden Prabowo
-
Misteri Jalan 'Tak Penting' di Gunung Ciremai, Warga Cium Aroma Proyek Geothermal Senyap
-
MPR Digugat soal LCC Empat Pilar Kalbar, Sidang Digelar Selasa Pekan Depan
-
1 dari 6 Hari Habis di Luar Negeri, Prabowo Patut Tiru Gaya Xi Jinping Biar Lebih Hemat
-
Ironi Listrik Indonesia: Energi Dikeruk dari Daerah, Tapi Cuma Jawa yang Terang Benderang
-
Bahlil Lahadalia Digugat ke PTUN, Kebijakan Listrik Nasional Dinilai Ugal-ugalan dan Abaikan Daerah
-
Prabowo Diminta Jangan Boros dan Contoh Presiden Meksiko: 17 Kali Telpon Trump, Tak Pakai Ketemuan
-
Predator di Balik Tembok Pesantren: Mengapa Kasus Kekerasan Seksual Sulit Diungkap?
-
Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila