Reza Gunadha | Farah Nabilla
Kamis, 29 Oktober 2020 | 20:45 WIB
Cuitan akun Twitter mengomentari hasil investigasi soal pelaku pembakaran halte Sarinah. (Twitter/@Paltiwest)

Suara.com - Di tengah kehebihan dan pujian tentang liputan investigasi soal operasi pembakaran Halte Sarinah, ada sebuah akun Twitter yang menyoroti secara berbeda hasil liputan tersebut.

Akun Twitter @Paltiwest ini mengkritisi tentang proses penelusutan investigasi yang ia nilai memiliki beberapa kejanggalan.

Ia bahkan menuduh ada unsur framing dan hoax yang diselipkan dalam liputan tersebut.

"Sepertinya ada buzzer sebelah yang sedang ramaikan soal video Narasi TV. Yuk kita kasih perimbangan yah. Karena kadang bahkan sering mereka itu cuma framing dan hoax!!" tulis dia.

Pertama, ia menyoroti soal sumber CCTV yang didapat dari Narasi TV, media yang melakukan investigasi tersebut.

"Kira-kira, Narasi dapat video CCTV dari siapa?? Hm.. mulai deh mainnya enggak bagus nih," ujar dia dikutip dari Twitter.

Ia juga menyertakan sebuah foto yang berisi kritik soal liputan investigasi itu yang menyebut beberapa kelompok terlibat dalam liputan itu antara lain KAMI, kelompok anarko, hingga Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Kedua, akun @Paltiwest mempertanyakan soal hasil analisis yang dinilai tidak memiliki logika.

"Analisa yang benar dong, bukannya tim Mbak Nana ini terkenal kuat investigasinya? Sekarang kok malu-maluin begini," imbuh dia.

Cuitan akun Twitter mengomentari hasil investigasi soal pelaku pembakaran halte Sarinah. (Twitter/@Paltiwest)

Mereka menuduh bahwa Narasi telah menggiring opini publik dengan mengerucutkan pelaku pembakaran dari 1 kejadian di Halte Sarinah saja bukan di tempat pembakaran lain.

Lanjut ke halaman berikutnya

Aktifkan Notifikasimu

Jadilah yang pertama menerima update berita penting dan informasi menarik lainnya.