Suara.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengklaim sebanyak 70 persen mahasiswa dari seluruh perguruan tinggi menilai Pembelajaran Jarak Jauh atau PJJ di tengah pandemi Covid-19 sudah terlaksana dengan baik.
Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendikbud Nizam menjelaskan angka 70 persen itu didapatkan dari survei terhadap 200 orang mahasiswa.
"Terlepas dari kendala jaringan itu pembelajaran berjalan cukup baik, jadi materi pembelajaran tersampaikan cukup baik oleh dosennya, 70 persen mahasiswa menyatakan pembelajaran berjalan baik dan sangat baik," kata Nizam dalam sebuah webinar, Kamis (5/11/2020).
Meski begitu, Nizam menyebut pendidikan tak hanya pembelajaran di kelas, masih ada indikator lainnya yang mengembangkan karakter mahasiswa dan pengabdian masyarakat.
"Ada nilai interaksi sosial, kemampuan komunikasi dan berbagai kompetensi yang lain itu tidak boleh dilupakan, kita kembangkan berbagai program untuk mencompliment pembelajaran daring," jelasnya.
Untuk pengabdian masyarakat, Nizam mamaparkan bahwa hingga kini sudah ada 15 ribu lebih mahasiswa yang bergabung dalam relawan Covid-19.
"Kemudian juga kampus mengajar untuk mendampingi guru di pelosok-pelosok karena adik-adik dengan pembelajaran daring tetep di rumah masing-masing. ini membantu guru dalam memanfaatkan teknologi yang belum terbiasa," pungkas Nizam.
Berita Terkait
-
Peserta WFD Sudah 'Diwisuda', Tambah Keahlian di Dunia Kerja
-
Menjaga Kesehatan Mental Pelajar Selama Pembelajaran Jarak Jauh
-
Bantuan Kuota, Siswa Gunung Kidul Bisa Konsultasi dengan Guru lebih Mudah
-
Kemendikbud Siap Kucurkan Dana untuk Kampus dan Industri, Ini Syaratnya!
-
Kemendikbud Gelar Pemilihan Duta Bahasa Nasional 2020
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
Terkini
-
60 Ton Sampah Menggunung, Pemprov DKI Janji Pasar Induk Kramat Jati Bersih dalam 5 Hari
-
Sinyal Bahaya Demokrasi, Lakso Anindito Sebut KUHP Baru Berpotensi Hidupkan Rezim Otoritarian Orba
-
KPK Sempat Terbelah dan Ragu Jadikan Yaqut Tersangka Korupsi Haji?
-
Lakso Anindito Prediksi Gelombang Praperadilan Koruptor Akibat KUHP Baru
-
Rumah Yaqut 'Dikepung' Aparat, Tamu Diperiksa Ketat Usai Jadi Tersangka Korupsi Haji
-
BNI Hadirkan agen46 hingga Pelosok Kota Bima, Perluas Inklusi Keuangan
-
Indonesia Terpilih jadi Presiden Dewan HAM PBB, Amnesty International Indonesia: Kebanggaan Semu!
-
KPK Bongkar Alasan Jerat Eks Menag Yaqut: 'Permainan' Kuota Haji Tambahan Jadi Pemicu
-
Sinyal Keras KPK, Eks Menag Yaqut Secepatnya Ditahan di Kasus Korupsi Haji
-
Tanggapi Soal Pilkada Langsung dan Tidak Langsung, Menko Yusril: Keduanya Konstitusional