Suara.com - Seorang gadis berusia 19 tahun di Malaysia ditemukan tak bernyawa dengan penuh luka sayat di tubuhnya dan tangan kiri yang terpotong. Belakangan, diketahui ia dihabisi oleh teman sendiri.
Menyadur Kosmo, Jumat (11/3/2020), Siti Nur Surya dibunuh oleh teman sekolahnya yang disebutkan sakit hati karena merasa dipermalukan.
Tak lama setelah Siti ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di ruang tamu rumahnya oleh sang adik pada awal pekan ini, polisi setempat langsung berhasil menemukan pelaku.
Kepolisian Terengganu menyebut tersangka yang merupakan perempuan berusia 19 tahun dan teman baik korban itu kini telah ditangkap.
Kepada polisi, tersangka mengaku merasa sakit hati oleh perkataan Siti yang menurutnya bernada ejekan.
"Katanya, awalnya dia hanya ke rumah korban hanya untuk ngobrol dan saat bercakap-cakap," ujar Kapolsek Terengganu Datuk Roslee Chik mengutip ucapan tersangka.
"Tersangka mengaku Siti Nur Surya telah mempermalukan dirinya, terutama soal status ekonomi dan penampilan keluarga," sambungnya.
Merasa sakit hati, tersangka lantas menyerang Siti yang kebetulan sedang memegang pisau.
Roslee menyebut, tersangka dengan menggunakan pisau, menusuk dan menyayat korban di bagian dada, leher, hingga wajah.
Baca Juga: 7 Fakta Pembunuhan Sadis Ustazah Bunda Maya Habis Maulid Hingga Tewas Bugil
Panik mengetahui korban tak bergerak, tersangka lantas menebas pergelangan tangan kiri gadis malang itu hingga putus.
Sebelum kabur, tersangka mengambil sejumlah barang berharga guna membuat kesan Siti dihabisi oleh seorang perampok.
"Tersangka juga mengambil uang dan handphone milik korban untuk membuat pembunuhan itu seperti perampokan, sebelum melarikan diri menggunakan motor," imbuh Roslee.
Tersangka tertangkap setelah polisi menemukan petunjuk dari rekaman CCTV dekat kediaman korban yang terletak di daerah Telemong.
Beberapa hari setelah kematian Siti, pihak keluarga masih trauma untuk kembali ke rumah dan memilih untuk tinggal di kediaman saudara, mengutip laporan Malay Mail.
"Saya masih membayangkan jenazah Siti Nur Surya tergeletak dalam genangan darah di ruang tamu kami, dan itu membuat saya tak bisa kembali ke rumah kami di Telemong setelah insiden itu," tutur ayah Siti, Ismail Muda.
Lebih jauh, tersangka saat ini ditahan selama 14 hari untuk kepentingan penyelidikan dan terancam dijatuhi hukuman mati berdasarkan pasal 302 KUHP Malaysia jika terbukti bersalah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
Terkini
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang
-
Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati
-
Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah
-
Presiden Prabowo Berduka atas Kepergian Jenderal Ryamizard Ryacudu
-
Remaja Putri Tewas Terjebak Saat Api Mengamuk di Bengkel Cikupa
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend