Saat itu ia memulai program yang memungkinkan para pelaku narkoba pemula untuk memperoleh ijazah sekolah menengah atas dan mendapatkan pekerjaan.
Setelah menyelesaikan dua kali masa jabatan sebagai Jaksa Wilayah San Francisco, Kamala terpilih sebagai perempuan Afrika-Amerika pertama sekaligus perempuan pertama yang menjabat sebagai Jaksa Agung California tahun 2011 hingga 2017.
Selama masa jabatan kali ini, Kamala memenangkan gugatan sengketa senilai 25 miliar dolar AS bagi para pemilik rumah di California yang terkena dampak krisis penyitaan rumah pada masa depresi ekonomi di AS.
Dia juga membela undang-undang perubahan iklim California, memperjuangkan UU perawatan kesehatan yang terjangkau, serta mendukung hak-hak kaum LGBTQ dan kesetaraan pernikahan untuk semua warga California.
Dari keluarga cerdas dan pekerja keras Kamala Harris memang datang dari keluarga yang terkenal akan kerja keras mereka, baik di Jamaika maupun di AS. Bila ibunya, Shyamala Gopalan, adalah peneliti kanker yang disegani, ayahnya yaitu Donald Harris adalah profesor emeritus di Universitas Stanford yang berasal dari Orange Hill, Jamaika, dan kemudian beremigrasi ke AS.
Orang tua Kamala bertemu dan berkenalan saat berdemonstrasi untuk hak-hak sipil di jalan-jalan di Berkeley, California.
Keduanya kemudian menjalin hubungan dan menikah lalu memiliki dua anak perempuan. Namun hubungan Kamala dengan ayahnya merenggang seiring perceraian kedua orang tuanya di tahun 1972, tetapi Kamala masih sering mengunjungi Jamaika saat masih muda.
Di Jamaika sendiri, keluarga Harris memang dikenal akan peran mereka dalam bidang bisnis dan politik. Nenek buyut Kamala, yaitu Christiana Brown, semasa hidupnya menjalankan toko yang menjual barang-barang kering di kota Brown, Jamaika.
Toko ini cukup populer di kalangan masyarakat setempat. Sementara itu, bibi Kamala yaitu Thelma Harris pernah menjabat sebagai anggota dewan kota untuk Partai Buruh Jamaika pada tahun 1970-an.
Baca Juga: Warga India di Desa Leluhur Kamala Harris Berpesta Rayakan Kemenangan
Pada masa itu, perempuan masih relatif jarang terlibat dalam politik di negara tersebut. Kerabat lainnya juga memegang posisi lokal untuk salah satu partai politik terbesar di Jamaika. Setelah mengikuti karir Kamala selama bertahun-tahun, keluarga besar Harris di Jamaika sangat bergembira atas momen bersejarah yang melibatkan kerabat mereka ini. Seperti Donald Harris, banyak orang asal Orange Hill yang juga beremigrasi dan mencari kehidupan yang lebih baik di AS.
Pencalonan Kamala Harris pada Rabu kemarin telah memberikan harapan baru untuk mereka.
“Keluarga Harris adalah pekerja keras. Jadi perempuan itu sekarang, ketika saya mendengarnya, saya tertawa dan bersukacita,” kata Vita Stevenson, seorang pemilik toko berusia 75 tahun di Orange Hill.
“Saya punya anak perempuan di sana yang memberi saya informasi tentang semua yang terjadi di Amerika... Saya berdoa untuk kemenangan (Kamala).” “Tidak ada vaksin untuk rasisme” Saat ibu Kamala melahirkannya di Oakland, "dia mungkin tidak pernah membayangkan bahwa saya akan berdiri di hadapan Anda sekarang, mengucapkan kata-kata ini: Saya menerima pencalonan Anda sebagai wakil presiden Amerika Serikat," ujar Kamala saat pencalonan resminya.
Kamala selalu ingat akan pelajaran berharga dari almarhum ibunya. Ia mengatakan ibunya telah menanamkan nilai-nilai dalam dirinya dan saudara perempuannya yang sangat berpengaruh dalam membentuk peta jalan hidup mereka.
“Dia membesarkan kami untuk menjadi perempuan kulit hitam yang bangga dan kuat. Dan dia membesarkan kami untuk mengetahui dan bangga dengan warisan leluhur India kami."
Pelajaran ini ia teruskan kepada masyarakat lebih luas dengan mengatakan bahwa dia memiliki visi bahwa “bangsa kita sebagai komunitas yang dicintai - di mana semua orang diterima, tanpa peduli seperti apa penampilan kita, dari mana kita berasal, atau siapa yang kita cintai.”
Kamala diharapkan dapat menggerakkan para pemilih muda dan orang kulit berwarna di AS dalam ikut memilih, terutama setelah berlarutnya protes atas rasisme institusional dan kebrutalan polisi yang melanda negara itu.
“Tidak ada vaksin untuk rasisme. Kita harus bekerja keras (untuk menghilangkannya),” tegas Kamala. ae/vlz (AFP, ZDF, AP, senate.gov)
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
- 3 HP Murah Samsung Terlaris Global Q1 2026: Mulai Sejutaan, Kamera Sudah OIS
- Ironi Letjen Lodewyk Pusung: 32 Tahun Setia di Militer, Tumbang dalam 1,5 Tahun Urus Gizi Nasional
Pilihan
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
Terkini
-
Jangan Tunggu Harga Obat Meroket, DPR Desak Pemerintah Percepat Kemandirian Farmasi
-
Ditendang, Dipukul hingga Mati di Laut: Derita ABK Indonesia di Armada Cumi-Cumi Dunia
-
Kode Malaikat, Vokalis, dan Gitaris: Arti Sandi Rahasia Aliran Uang dalam Skandal Imigrasi
-
Timwas Sebut Haji 2026 Bagus, Tapi Fasilitas di Mina Masih Jadi PR
-
KPK Ungkap Awal Mula Kasus Silmy Karim, Bermula dari Temuan Rp366 Miliar di 96 Rekening
-
Lawan Gugatan Perkumpulan Lyceum, KDM Tegaskan Pertahankan Aset Negara Harga Mati
-
DPR Akan Perketat Pengawasan BGN Usai Eks Pimpinan Jadi Tersangka Korupsi MBG.
-
Wamen Silmy Karim Diduga Terima Jatah Rutin Rp100 Juta Tiap Jumat, Ini Modusnya
-
6 Hari Hilang Keluarga Sudah Anggap Tewas, Pemandu Gunung Ini Tiba-tiba Muncul dan Hidup
-
GBK Akan Dipadati Hingga 43 Ribu Pengunjung Akhir Pekan Ini, Warga Diimbau Hindari Senayan