Suara.com - Joe Biden akan menggaet mantan bos Google hingga Apple sebagai pejabat di Gedung Putih, namun tidak dengan pendiri Facebook, Mark Zuckerberg.
Menyadur The Independent, Eric Schmidt, yang pernah memimpin Google dari 2001 hingga 2011, sedang dipertimbangkan untuk memimpin gugus tugas industri teknologi baru di Gedung Putih.
Tetapi Mark Zuckerberg akan menghadapi pekerjaan yang lebih besar setelah keputusan Facebook untuk tidak memeriksa fakta iklan politik selama kampanye yang membuat jengkel Joe Biden, menurut Financial Times.
Dan hanya beberapa jam setelah Biden menyampaikan pidato kemenangannya, seorang asisten kampanye Joe Biden mengambil gambar Zuckerberg di media sosial.
Bill Russo me-retweet postingan Sacha Baron Cohen yang menunjukkan pertemuan Zuckerberg dengan Donald Trump dengan komentar "Satu turun, satu lagi."
Russo, kepala pers Joe Biden, menambahkan komentarnya sendiri yang berbunyi "Ya ampun." Russo juga menuduh raksasa media sosial tersebut menyebarkan disinformasi setelah kemenangan Biden atas Trump.
"Kami memohon dengan Facebook selama lebih dari setahun untuk serius tentang masalah ini. Mereka belum mengerjakannya. Demokrasi kami dipertaruhkan. Kami butuh jawaban," kata Russo di Twitter. Russo juga menuduh Facebook telah merobek-robek tatanan demokrasi Amerika Serikat.
Tim transisi Biden juga akan mempertimbangkan mantan penasihat umum asosiasi Facebook Jessica Hertz, dan mantan wakil presiden Apple untuk urusan pemerintahan Cynthia Hogan, menurut Financial Times.
Tim Biden berulang kali mengkritik Facebook selama kampanye dan mereka menyerukan agar perusahaan lebih agresif menangani teori konspirasi dan informasi yang salah.
Baca Juga: Donald Trump Tak Mau Akui Kekalahan, Joe Biden : Memalukan
Kepala kampanye Biden Jen O'Malley Dillon menulis surat kepada Zuckerberg di mana dia menyebut Facebook sebagai penyebar utama disinformasi pemilih.
Sebelum pemilihannya, Biden mengindikasikan bahwa dia tidak akan lunak kepada Facebook dan mendukung pencabutan Pasal 230, yang melindungi situs web AS karena dianggap bertanggung jawab atas konten yang diunggah oleh pengguna.
"Saya tidak pernah menjadi penggemar Facebook, seperti yang mungkin Anda ketahui," kata Biden kepada New York Times Desember lalu.
"Saya tidak pernah menjadi penggemar berat Zuckerberg. Saya pikir dia adalah masalah yang nyata. Gagasan bahwa ini adalah perusahaan teknologi adalah bahwa Pasal 230 harus dicabut, segera harus dicabut, nomor satu. Untuk Zuckerberg dan platform lainnya." sambungnya.
Beberapa pengamat teknologi mengharapkan Biden untuk kembali ke era keemasan pemerintahan Barack Obama. "Apakah menurut kami ini akan menjadi Barack Obama 2.0? Tidak, tidak sama sekali," kata seorang eksekutif teknologi kepada Financial Times.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno
-
Kecelakaan Beruntun di Tol Becakayu, Toyota Altis Diduga Hilang Kendali dan Tabrak Dua Mobil
-
Megawati Hadiri Bung Karno Festival 2026, Duduk Berdampingan dengan Pramono Anung
-
Sudinhub Jaktim Minta Maaf atas Kegaduhan Penertiban Motor Ojol di Jatinegara
-
Ketika Ketahanan Pangan Dibangun Lewat Pelabuhan, Kawasan Industri, dan Petani
-
Aktivis 98 Kritik Kondisi Ekonomi hingga Ruang Demokrasi, Sebut Reformasi Belum Tuntas
-
Imigrasi Bakal Perluas Autogate hingga Perbatasan RI
-
Posisi Fleksibel PDIP Bikin Parpol Koalisi Pemerintah Gelisah
-
AMMSI Dukung BGN Sesuaian Operasional SPPG: Tak Ada Ruang Bagi Dapur Bermasalah
-
Konvoi Berubah Maut, Tiga Remaja Diciduk dalam Kasus Pengeroyokan di Depan Terminal Grogol