Suara.com - Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah memberikan Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan Repubik Indonesia kepada 71 orang yang dianggap berjasa bagi negara di Istana Negara, Rabu (11/11/2020) hari ini.
Salah satu yang mendapat Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan Republik Indonesia yakni Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Khofifah yang merupakan Menteri Sosial era Jokowi periode 2014-2018 mendapat Tanda Bintang Mahaputera Utama.
Khofifah mengatakan Tanda Bintang Mahaputera Utama yang didapat merupakan proses sinergi dan kerja keras bersama saat di Kementerian Sosial.
"Karena menterinya waktu itu saya (Mensos), jadi anugerah itu kemudian secara personal diberikan kepada menteri sosial 2014-2018. Tetapi ini adalah kerja kolektif sinergi dan kolaborasi yang luar biasa. Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh tim yang sangat banyak di antara mereka bekerja melebihi tugas," ujar Khofifah usai menerima Tanda Bintang Mahaputera di Istana Negara.
Khofifah menyebut penghargaan yang didapat akan dipersembahkan kepada rekan-rekannya di Kementerian Sosial, relawan sosial dan orang-orang yang pernah berkontribusi bagi pembangunan kesejahteraan di Indonesia.
"Kalau sekarang pak Presiden memberikan anugerah Bintang Mahaputera utama, maka saya ingin persembahkan ini kepada keluarga kementerian sosial, relawan-relawan sosial, dan mereka yang sudah memberikan kontribusi terbaiknya untuk pembangunan kesejahteraan di Indonesia," ucap dia.
Khofifah menjelaskan penghargaan yang didapat akan menjadi dasar untuk lebih meningkatkan kesejahteraan sosial.
"Tentu penghargaan dari negara ini akan menjadi dasar bagi kami untuk bekerja lebih serius, lebih hebat lagi dengan masyarakat dalam peningkatan kesejahteraan sosial dan tentu akan menjadi bagian dari penguatan, kerja keras, pengorbanan dan perjuangan berikutnya," katanya.
Baca Juga: Tak Hadir ke Istana, Gatot Nyatakan Tetap Terima Gelar Bintang Mahaputera
Sebelumnya, Jokowi memberikan Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan yakni Bintang Mahaputera Adipradana, Bintang Mahaputera Utama, Bintang Jasa Utama, Bintang Jasa Pratama, dan Bintang Jasa Nararya.
Mereka yang mendapat Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan yaitu para menteri yang pernah menjabat di periode 2014-2019, mantan Kapolri, mantan Panglima TNI, mantan Ketua MK, mantan Kepala Staf angkatan laut, darat, dan udara, hingga tenaga medis yang gugur.
Pemberian Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan berdasarkan Keputusan Presiden nomor 118/TK/TH 2020 tanggal 6 November 2020 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan.
Berita Terkait
-
Tak Hadir ke Istana, Gatot Nyatakan Tetap Terima Gelar Bintang Mahaputera
-
Terungkap! Ini Isi Surat Gatot Nurmantyo ke Jokowi
-
Daftar Penerima Bintang Jasa dari Jokowi, Ada Luhut dan Puan, Minus Gatot
-
Dapat Bintang Mahaputera dari Jokowi, Kenapa Gatot Ogah Hadir ke Istana?
-
Isi Surat Gatot Nurmantyo untuk Jokowi Bakal Disampaikan Mahfud MD
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli