Suara.com - Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango mengklaim lembaganya tak akan menghentikan proses penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi terhadap peserta calon kepala daerah yang maju dalam Pilkada serentak pada 9 Desember 2020.
Menurut Nawawi, proses penyelidikan terhadap calon kepala daerah yang dibidik lembaga antirasuah kini sudah akan masuk ke tahap penyidikan.
"Kami menyampaikan bahwa komisi sekarang terus dan sedang melakukan tindakan-tindakan penyelidikan bahkan mungkin ada yang segera dinaikkan pada tahap penyidikan," kata Nawawi dalam pembekalan Cakada melalui Youtube Kanal KPK pada Rabu (18/11/2020).
Nawawi menyebut bahwa KPK tidak menangguhkan proses penyelidikan terhadap calon - calon kepala daerah yang tengah dibidik antirasuah yang maju dalam pilkada tahun 2020 ini, seperti halnya dilakukan penegak hukum lain terkhusus perkara korupsi.
"Kebijakan ini sedikit berbeda dengan yang diambil oleh rekan-rekan aparat penegak hukum lain, yang sementara menangguhkan penahanan perkara tindak pidana korupsi dari peserta yang duduk di dalam Cakada ini," ungkap Nawawi.
Maka itu, Nawawi sangat berharap Pilkada 2020 dapat menghasilkan kepala daerah yang memiliki integritas dan komitmen dalam mensejahterakan rakyat.
"Kami berharap bahwa pelaksanaan pilkada betul-betul dapat dilaksanakan dengan jujur, adil, dan bisa menciptakan pemimpin-pemimpin yang betul-betul berintegritas, dan berkomitmen menyejahterakan rakyat, daerah yang dipimpin," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
Terkini
-
Peneliti Soroti Kebijakan Menhan Soal Militer Asing di Langit RI, Minta DPR Perketat Pengawasan
-
Jelang May Day KSPSI Bocorkan Permenaker Outsourcing, Bakal Lebih Ketat?
-
Selamat Ginting Nilai Prabowo Masih Konsolidasi Hadapi Pengaruh Jokowi
-
Kemenhan Bahas Akses Langit RI, Connie Bakrie: Harga Diri Bangsa Lebih Mahal dari Bantuan Keamanan
-
Sadis dan Terencana: 7 Fakta Pengeroyokan Pelajar di Bantul, Motif Geng hingga Ancaman Hukuman Mati
-
Kisah Haru Evakuasi Kecelakaan KRL Bekasi, Suami Temani Istri Terjepit 10 Jam Sambil Ngelus Pundak
-
May Day di Monas, Andi Gani Pastikan Tanpa Dana Oligarki
-
Prabowo Tunjuk Jumhur Jadi Menteri, Analis: Sinyal Perang ke Oligarki Hitam Lingkungan
-
Kecelakaan Maut Bekasi Timur: Mengapa Sistem Keamanan Kereta Gagal Mengadang Tragedi?
-
Tak Hanya Kekerasan Anak, LPSK Endus Dugaan Penipuan hingga Malapraktik di Daycare Little Aresha