Suara.com - Kementerian Sosial bergerak cepat dalam penanganan korban terdampak bencana erupsi Gunung Merapi. Sejak erupsi terjadi, Kemensos telah menyalurkan bantuan logistik, mengaktivasi Tagana dan dapur umum lapangan dengan total bantuan sebanyak Rp1.746.706.984.
“Kemensos sudah menempuh langkah-langkah tanggap bencana. Kami menyiapkan kebutuhan pengungsi seperti tenda, logistik dan dukungan psikososial. Kami dalam posisi mendukung upaya pemerintah daerah dalam mengatasi dampak bencana. Total bantuan yang sudah kami salurkan senilai lebih Rp1,7 miliar,” kata Menteri Sosial Juliari P. Batubara di Jakarta hari ini (25/11/2020).
Bantuan Kementerian Sosial untuk penanganan dan kesiapsiagaan Gunung Merapi kepada Pemprov DIY berupa Bantuan Logistik sebesar Rp622.019.700 dan Tenda Serbaguna Keluarga sebanyak 10 unit senilai Rp248.000.000. Sehingga total sebanyak Rp870.019.700.
Bantuan logistik untuk Pemprov DIY berupa makanan anak sebanyak 600 paket, kasur sebanyak 500 lembar, matras sebanyak 1000 lembar, selimut sebanyak 1000 lembar, dan paket sandang sebanyak 300 lembar.
Kemudian bantuan untuk Pemprov Jawa Tengah berupa Bantuan Logistik sebesar Rp628.687.284 dan Tenda Serbaguna Keluarga 10 unit senilai Rp248.000.000, sehigga total senilai Rp876.687.284.
Bantuan logistik Pemprov Jateng berupa makanan anak sebanyak 712 paket, kasur sebanyak 500 lembar, matras sebanyak 1000 lembar, selimut sebanyak 1000 lembar, dan paket sandang sebanyak 300 lembar.
Dalam kesempatan berbeda, Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Syafii Nasution menyatakan, selain tenda, Kemensos juga mengerahkan 349 personel Taruna Siaga Bencana (Tagana).
Termasuk, bantuan dukungan dapur umum kepada dinas sosial (dinsos) bagi petugas dan relawan di posko utama Pakem serta di Balai desa Glagaharjo untuk pengungsi,” kata Syafii.
Safii memastikan cadangan logistik di gudang-gudang provinsi dalam kondisi siap. Sehingga, bila ada pengungsian akibat bencana, logistik bisa disalurkan secara cepat bagi para korban.
Baca Juga: Dukung Upaya RS Darurat Wisma Atlet, Kemensos Bantu Sembako dan Sabun Mandi
Terkait pengungsi Merapi, kata dia, sejauh ini penanganan bencana masih di skala kabupaten. Sehingga Kemensos dalam posisi memberikan support kepada pemerintah daerah (pemda) sesuai dengan regulasi manajemen penanggulangan bencana. Yakni Undang-Undang 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.
"Namun bila dibutuhkan, bufferstock siap dimobilisasi," katanya. Menurutnya, untuk pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, dinsos Daerah Istimewa Jogjakarta sudah menyiapkan dapur umum lapangan untuk para pengungsi sampai dengan masa tanggap darurat pada 30 November.
Hal ini sesuai surat keputusan tanggap darurat Bupati Sleman. Selain itu, family kit juga telah dibagikan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. “Kebutuhan mendesak lainnya sudah diproses sesuai keondisi di lapangan,” katanya.
“Kami juga memberikan perlindungan sosial kepada kelompok rentan, ada beberapa pengungsi dewasa. Mereka ikut mengungsi karena mengurus keluarganya yang lansia maupun balita.
Dalam kesempatan berbeda, Kemensos bersama Komisi VIII DPR memberikan bantuan sebanyak 180 lembar alas tidur dan selimut untuk pengungsi di Posko Pengungsian Glagaharjo, Kapanewon Cangkringan, Kabupaten Sleman, DIY.
Bantuan diserahkan oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily didampingi Kasubdit Kesiapsiagaan dan Mitigasi Kemensos Iyan Kusmadiana kepada perwakilan pengungsi, Rabu (25/11/2020).
Berita Terkait
-
Jadi Menteri Terpopuler di Dunia Digital, Ini Kata Mensos Juliari Batubara
-
Pos Indonesia Kembali Salurkan Bantuan Sosial di Papua
-
Mensos Siap Jalankan Arahan Presiden Soal Serapan Anggaran 2021
-
Dukung Upaya RS Darurat Wisma Atlet, Kemensos Bantu Sembako dan Sabun Mandi
-
Kemensos dan Kemenkop UKM Sinergi Kembangkan Usaha Mikro
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Eksaminasi 9 Pakar Hukum UI dan UGM: Putusan Kerry Riza Hasil dari Unfair Trial
-
Boni Hargens Launching Buku Ilmu Politik, Singgung Soal Pernyataan Saiful Mujani, Termasuk Makar?
-
Dasco: Bupati Tulungagung yang Kena OTT KPK Bukan Gerindra, Wakilnya Baru Kader
-
Panas Diendus KPK, Pengamat Tantang Polri Ungkap Produksi Rokok Ilegal
-
Pesan Menohok Foke soal Beasiswa LPDP: Anak Betawi Nilainya Harus 11 untuk Bisa Jadi Tuan di Jakarta
-
Ratusan Dapur MBG Di-Suspend! BGN Temukan Masalah Serius dari Menu hingga Higiene
-
Lebaran Betawi 2026 Meriah di Lapangan Banteng, Pramono: Ini Identitas Asli Jakarta
-
Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Komnas HAM Tunggu Izin Panglima TNI Periksa 4 Prajurit
-
Fakta Baru OTT di Tulungagung: Adik Bupati Juga Ikut Diamankan KPK
-
Proyek Dikebut! Stasiun JIS Siap Beroperasi Juni 2026, Warga Bisa Naik KRL Langsung ke Stadion