Suara.com - Eks Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok meluapkan kekesalannya terhadap anak-anak muda yang duduk dalam DPRD DKI Jakarta.
Ahok mengundang anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDIP Ima Mahdiah untuk menjadi lawan bicaranya, mendiskusikan tentang kisruhnya kabar kenaikan gaji dan tunjangan anggota DPRD DKI Jakarta yang belakangan menjadi sorotan.
Komisaris Utama Pertamina tersebut gerah dengan sikap anak-anak muda DPRD DKI Jakarta yang tidak mau menelisik ketidakwajaran dalam anggaran gaji dan tunjangan.
Kendati begitu, Ahok mengaku tidak bisa memaksa mereka untuk melakukan hal-hal sebagaimana dia inginkan.
"Jujur Ima, saya tidak bisa memaksa kalian seperti saya. Kalau saya jadi anggota dewan begitu masuk bilang ini kebesaran. Gak wajar," ujar Ahok dikutip Suara.com dari tayangan dalam Kanal YouTube Panggil Saya BTP.
"Ini pertanyaan saya, ini kan banyak anak muda baru masuk ke DPRD 2019, begitu masuk, menikmati uang tunjangan rumah dan mobil Rp 60 juta. Aga gak dia ngomong anak-anak muda yang hebat itu?" imbuh Ahok sembari bertanya kepada Ima Mahdiah.
"Gak ada Pak," jawab Ima.
Kemudian, Ahok lalu tampak seolah geregetan dengan anak-anak muda yang duduk sebagai wakil rakyat di DPRD Jakarta tersebut.
Ahok menyayangkan mereka yang mengaku kritis tetapi nyatanya tindakan tidak benar-benar sesuai dengan ucapan.
Baca Juga: Ahok Ngamuk Gaji DPRD Jakarta Naik: Saya Ngotot Sampai Dikatain Anjing
Lalu Ahok kembali mencecar Ima Mahdiah dengan sejumlah pertanyaan.
"Makanya itu yang saya bilang, orang kalau belum punya kekuasaan ngomong gede. Makanya saya mau tanya anak-muda yang baru masuk ada gak protes atau malah diam-diam terima duit 60 juta?" tukas Ahok.
"Gak ada Pak," jawab Ima.
"Ini rumah kan bukan buat sewa. Tunjangan rumah masuk kantong. Uang ini ada yang protes gak?" tanya Ahok lagi dengan suara lebih tinggi.
"Gak ada Pak," timpal Ima.
"Mobil Rp 21 juta gak ada yang protes?" potong Ahok meneruskan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Uban Sachet Bikin Rambut Hitam Praktis dan Harga Terjangkau
- 5 HP Helio G99 Termurah di Awal Tahun 2026, Anti Lemot
- 6 Rekomendasi HP OPPO Murah dengan Performa Cepat, RAM 8 GB Mulai Rp2 Jutaan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
Pilihan
-
Cek Fakta: Yaqut Cholil Qoumas Minta KPK Periksa Jokowi karena Uang Kuota Haji, Ini Faktanya
-
Hasil Akhir: Kalahkan Persija, Persib Bandung Juara Paruh Musim
-
Babak Pertama: Beckham Putra Bawa Persib Bandung Unggul atas Persija
-
Untuk Pengingat! Ini Daftar Korban Tewas Persib vs Persija: Tak Ada Bola Seharga Nyawa
-
Kriminalisasi Rasa Tersinggung: Mengadili Komedi 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono
Terkini
-
4 Poin Utama Rapat Terbatas Prabowo di Hambalang: Dari Industri Tekstil hingga Chip Masa Depan
-
Kecupan Hangat Puan dan Prananda untuk Megawati: Sisi Lain Kekeluargaan di Balik Rakernas PDIP 2026
-
Logika KPK: Staf Tak Mungkin Punya Rp4 M, Direksi Wanatiara Otak Suap Pajak?
-
KPK Aminkan Teori 'Kebocoran Negara' Prabowo, Kasus Pajak Tambang Jadi Bukti Nyata
-
Sinyal Tarif Transjakarta Naik Menguat? Anggaran Subsidi Dipangkas, Gubernur Buka Suara
-
KPK: Wajib Pajak Boleh Lawan Oknum Pemeras, Catat Satu Syarat Penting Ini
-
Kena OTT KPK, Pegawai Pajak Langsung Diberhentikan Sementara Kemenkeu
-
Antisipasi Risiko Perluasan, Tanah Ambles di Panggang Gunungkidul Segera Diuji Geolistrik
-
KPK Ungkap Akal Bulus Korupsi Pajak PT Wanatiara Persada, Negara Dibobol Rp59 M
-
5 Fakta OTT Kepala Pajak Jakut: Suap Rp6 Miliar Lenyapkan Pajak Rp59 Miliar