- Warga korban kebakaran di Kemayoran, Jakarta Pusat, menolak rencana relokasi ke rumah susun yang ditawarkan pemerintah setempat.
- Para korban lebih mengharapkan bantuan dana dari pemerintah untuk membangun kembali rumah mereka di lokasi semula.
- Warga merasa enggan pindah karena sudah memiliki keterikatan emosional dan kenyamanan tinggal di lingkungan tersebut selama bertahun-tahun.
Suara.com - Warga korban kebakaran di Kemayoran, Jakarta Pusat, menolak jika solusi pascakebakaran yang ditawarkan pemerintah adalah relokasi ke rumah susun (rusun). Mereka berharap pemerintah membantu pembangunan kembali rumah yang hangus terbakar karena merasa sudah nyaman tinggal di lingkungan tersebut selama puluhan tahun.
Salah satu korban kebakaran, Esti Septianti, mengaku tidak tertarik jika harus pindah ke rusun. Menurutnya, sebagian besar warga telah lama menetap di kawasan tersebut sehingga memiliki keterikatan dengan lingkungan sekitar.
"Kalau aku sih kalau dikasih rusun kayaknya aku nggak mau, maksudnya kita udah nyaman di sini. Nggak cuman aku doang sih kayaknya warga lain juga kayaknya memang kita tuh emang dari kecil di sini ya Neng, udah lama banget," kata Esti kepada Suara.com di tenda pengungsian Kemayoran Gempol, Kebon Kosong, Jakarta Pusat, Rabu (3/6/2026).
Esti mengatakan dirinya sudah tinggal di lokasi tersebut sejak masih duduk di bangku sekolah dasar hingga kini telah memiliki anak.
"Aku tuh dari sebelum nikah di sini, dari SD sampai aku punya anak ini nih, temen-temen kecilku semua ini," ujarnya.
Alih-alih direlokasi, Esti berharap pemerintah memberikan bantuan dana untuk membangun kembali rumah warga yang habis terbakar.
"Pengennya kalau emang mah udah nggak usah dikasih rusun-rusun, dibangun lagi gitu, kasih dana ke kita gitu ya kan. Kita butuh dana nih buat maksudnya ngebangun ulang," tuturnya.
Senada dengan Esti, korban kebakaran lainnya, Sumiyati, juga mengaku lebih memilih tetap tinggal di rumah tapak dibandingkan pindah ke rusun.
"Kalau saya pribadi sih saya mending tempat sendiri ya. Kalau ke rumah susun itu kan saya pekerjanya dagang ya, jadi kan masak, kalau naik turun tuh aduh merasa ribet gitu lho. Kalau di tempat sendiri kan sudah nyaman sama dengan tempat sendiri," kata Sumiyati.
Baca Juga: Misteri Api Sleman: Ahli UPN Petakan Bawah Permukaan Rumah, Selidiki Jalur Gas Rahasia
Menurut Sumiyati, bantuan yang paling dibutuhkan saat ini adalah dukungan pemerintah untuk membangun kembali rumah mereka.
"Harapannya sih pemerintah bisa membantu ya, biar meringankan beban kami tuh seenggak-enggaknya bantuin kita dalam bangun rumah. Gitu aja sih harapannya," ujarnya.
Selain persoalan tempat tinggal, warga juga masih menghadapi kesulitan memulihkan kondisi ekonomi setelah seluruh harta benda mereka hangus terbakar.
Esti mengaku dirinya hanya berhasil menyelamatkan anggota keluarga dan telepon genggam saat kebakaran terjadi.
"Saya tuh nggak bawa apa-apa, cuman kebawa baju doang. Udah nggak kebawa apa-apa, habis semua," pungkasnya.
Reporter: Dinda Pramesti K
Berita Terkait
-
Misteri Api Sleman: Ahli UPN Petakan Bawah Permukaan Rumah, Selidiki Jalur Gas Rahasia
-
BPPTKG Kerahkan Ekskavator, Area Terduga Sumber Gas Penyebab Kebakaran Misterius di Sleman Dibongkar
-
Kebakaran Misterius di Sleman: Teror Manusia atau Anomali Alam?
-
Mengapa Asap Kebakaran Permukiman Bisa Berbahaya bagi Kesehatan Meski Api Sudah Padam?
-
Duka Warga Kebon Kosong: Rumah Hangus, Kini Terancam Digusur dari Lahan Setneg
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Prabowo di Depan Ribuan Petugas MBG: Terima Kasih Atas Kesetiaan Kalian
-
Dadan Hindayana Dijerat Pasal Berlapis, Ancaman Hukuman Bisa 20 Tahun Penjara
-
Detik-Detik Mencekam! Helikopter AL Inggris Meledak di Udara, 3 Prajurit Tewas
-
KPK Amankan 17 Orang dalam OTT Imigrasi, Eks Dirjen dan Kakanwil Jawa Barat Ikut Terjaring
-
DJKI Selesaikan 104 Sengketa Kekayaan Intelektual Melalui Mediasi
-
Rincian Korupsi Eks Kepala BGN: Proyek Sepeda Listrik MBG Hingga Sepatu
-
Kejagung Ungkap Detik-detik Penangkapan Dadan Hindayana dan Dua Eks Pimpinan BGN
-
Buru Wamen Imipas, KPK Dapat Info Silmy Karim Masih di Jakarta dan Sekitarnya
-
Ambisi Prabowo Saat 30 Ribu Dapur MBG Berjalan: 3 Juta Lapangan Pekerjaan Tercipta
-
Korupsi MBG, Kejagung Telusuri Ribuan SPPG yang Diduga Terafiliasi Dadan Hindayana