Suara.com - Produsen obat Amerika Serikat Pfizer dan mitranya dari Jerman, BioNTech, mengaku bahwa dokumen yang terkait dengan pengembangan vaksin Covid-19 mereka dibobol hacker.
Menyadur France 24, Kamis (10/12/2020) European Medicines Agency (EMA), yang menilai obat-obatan dan vaksin untuk Uni Eropa, mengatakan beberapa jam sebelumnya juga menjadi sasaran penjahat dunia maya.
Pfizer dan BioNTech mengatakan mereka tidak yakin data pribadi peserta uji coba juga diretas dan EMA telah meyakinkan kedua perusahaan tersebut bahwa serangan itu tidak akan berdampak pada jadwal peninjauannya.
Tidak jelas kapan atau bagaimana serangan itu terjadi, siapa yang bertanggung jawab atau informasi lain apa yang telah diretas.
Kedua perusahaan tersebut mengatakan bahwa mereka telah mendapat laporan dari EMA bahwa mereka menjadi sasaran serangan hacker yang berkaitan dengan dokumen pengajuan peraturan untuk calon vaksin Covid-19 Pfizer dan BioNTech.
Dokumen semacam itu bisa sangat berharga bagi negara dan perusahaan lain yang sedang berlomba mengembangkan vaksin, kata para ahli.
"Ketika datang ke data yang diserahkan ke badan pengatur semacam ini, kami berbicara tentang informasi rahasia tentang vaksin dan mekanisme kerjanya, efisiensinya, risikonya & kemungkinan efek samping yang diketahui dan aspek unik apa pun seperti pedoman penanganan," kata Marc Rogers, pendiri grup relawan yang memerangi pelanggaran terkait Covid, CTI-League.
"Ini juga memberikan informasi rinci tentang pihak lain yang terlibat dalam pasokan dan distribusi vaksin," tambahnya.
Perusahaan tersebut mengatakan "tidak ada sistem BioNTech atau Pfizer yang dilanggar sehubungan dengan insiden ini."
Baca Juga: Singgung 'Kakak Pembina', Munarman FPI: Mereka Hidup dari Fitnah ke FPI
Seorang juru bicara BioNTech menolak berkomentar lebih lanjut. Pfizer tidak menanggapi permintaan untuk komentar lebih lanjut.
Vaksin Pfizer-BioNTech adalah kandidat teratas dalam perlombaan global untuk mengalahkan virus Covid-19. Vaksin tersebut sudah dikelola oleh Inggris.
EMA telah mengatakan akan menyelesaikan peninjauannya pada vaksin Pfizer-BioNTech pada 29 Desember, meskipun jadwalnya dapat berubah.
EMA tidak memberikan rincian tentang serangan tersebut, hanya mengatakan bahwa pihaknya sedang menyelidiki dengan bantuan dari penegak hukum.
"EMA tidak dapat memberikan rincian tambahan saat penyelidikan sedang berlangsung," katanya dalam sebuah pernyataan.
Pejabat penegak hukum dan keamanan siber Amerika Serikat juga belum mengeluarkan pernyataan mengenai kasus peretasan tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Cuma Data yang Dicuri, Kejahatan Siber Kini Bisa Menguras Tabungan
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru