Suara.com - Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman menyebut ada kelompok yang sehari-hari hidup dari memfitnah FPI. Hal itu disampaikannya melalui video di kanal YouTube Refly Harun yang diunggah pada Selasa (8/12/2020).
Kelompok tersebut kata Munarman sengaja melabel buruk FPI agar mendapat dana dari sosok besar yang dia sebut sebagai 'kakak pembina'.
Pernyataan itu dilontarkan saat berbincang-bincang bersama dengan Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun.
Dalam kesempatan tersebut, Refly Harun bertanya soal stigma buruk yang melekat pada FPI seperti preman, tukang palak, dan sebagainya.
Munarman menjawab dengan mengatakan itu semua menjadi agenda musuh FPI yang sengaja membuat provokasi. Ditambah lagi, media sosial FPI tidak aktif sehingga ujaran tersebut menurutnya bisa semakin meluas tanpa ada konfirmasi.
"Pertama memang kita baru membangun komunikasi media secara terbuka 2017 ke atas. Jadi sejak FPI berdiri 1998 sampai 2017, linimasa medsos maupun media mainstream dibanjiri musuh FPI. Misal orang yang anti kelompok Islam. Banyak dulu yang bagikan foto FPI lagi sweeping, bentrok, dan lain-lain," ungkap Munarman dikutip Suara.com dari tayangan dalam Kanal YouTube Refly Harun.
"Memang ada kelompok yang kerjanya tiap hari hidup dari memfitnah FPI, membuat labeling buruk ke FPI. Itu mereka mendapat rating, mendapat dana, mendapat semacam mengajukan proposal untuk stigma, diajukan ke funding agensi. Kegiatan itu ada, ada kakak pembinanya," sambung dia menerangkan.
Kemudian, Munarman menyinggung aksi tolak Habib Rizieq yang belakangan ramai digencarkan. Munarman menduga aksi demonstrasi tersebut didanai oleh kelompok tertentu dengan membawa embel-embel tokoh agama dan tokoh masyarakat sehingga bisa semakin masif.
"Belakangan ini yang marak demo, itu pun ada pendananya, ada motornya. Disebutnya itu operasi cipta kondisi, Toga (Tokoh Agama) dan Tomas (Tokoh Masyarakat)," tukas Munarman.
Baca Juga: Satu Jasad Laskar FPI Ditembak Mati Dimakamkan Terpisah, Lainnya di Bogor
Menurut Munarman, hal itu yang lantas menyebabkan munculnya stigma buruk FPI di masyarakat dari mulai preman sampai tukang palak.
Lebih lanjut, Munarman menuding sejumlah media dan Kedutaan Besar Amerika Serikat memiliki agenda untuk melemahkan organisasi Habib Rizieq tersebut.
"Itu yang menyebabkan FPI dianggap preman, tukang palak, padahal yang menyebarkan itu wartawan. Ada beberapa wartawan yang juga aktivis kelompok lain, yang kerjanya memiliki agenda setting," tegas Munarman keras.
Munarman mengklaim ada beberapa media mainstream yang bekerja sama dengan Kedutaan Besar Amerika Serikat dalam upaya meliberalisasi Islam di Indonesia.
Selain itu, Munarman pun menuding mereka juga memiliki peran untuk harus mengecilkan peranan FPI dan melebarkan stigma soal kelompok kriminal.
Munarman mengatakan, dia memiliki data-data akan hal itu, berikut media mana saja yang terlibat di dalamnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah
-
Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis
-
Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!
-
Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran
-
Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris
-
Jangan Salah Paham! Begini Aturan Main Skema WFH 1 Hari Seminggu yang Sedang Digodok Pemerintah
-
Pemerintah Godok Skema WFH untuk ASN, Ini Alasannya
-
Iran Tolak Gencatan Senjata, Menlu Abbas Araghchi: Apa Jaminannya AS-Israel Tak Lagi Menyerang?
-
Sempat Ribut dengan Trump, Presiden Kolombia Dituduh AS Terima Dana dari Kartel Narkoba