Suara.com - Beredar di media sosial, sebuah video yang merekam momen seorang ibu hamil yang ditelantarkan oleh salah satu rumah sakit daerah Bima, Nusa Tenggara Barat.
Video yang menarik kehebohan publik tersebut dibagikan oleh pemilik akun Facebook Bhen Khafany, Rabu (9/12/2020).
Dalam video yang beredar, terlihat seorang ibu hamil dibiarkan berada di dalam mobil ambulans. Tampak di sana dia sedang kontraksi sehingga orang-orang panik dibuatnya.
Kontan saja hal itu membuat pihak keluarga berteriak histeris dan murka kerena ibu hamil tersebut menahan sakitnya, sementara diduga tidak ada tim medis yang menanganinya.
Adanya kehebohan di lokasi kejadian membuat suasana di rumah sakit menjadi riuh. Sebab, tidak sedikit warga sekitar berkumpul melihat ibu hamil yang terkesan ditelantarkan tersebut.
Dikabarkan oleh Bhen Khafany, ibu hamil yang akan segera melahirkan tersebut dibiarkan di dalam mobil sekitar satu jam tanpa ada tindakan lebih lanjut dari pihak rumat sakit.
Tidak lama berselang, tampak seorang dokter keluar dari ruangan Instalasi Gawat Darurat (IGD) dengan mengenakan pakaian bedah lengkap.
Dokter tersebut mendatangi ibu hamil yang posisinya masih berada dalam mobil ambulans.
Sementara itu, tampak seorang pria yang geram dengan pihak rumah sakit. Saking murkanya, dia mengamuk dan menyebut jika tidak ada mereka rumah sakit gagal berjalan. Selain itu, negara juga tidak akan ada tanpa masyarakat.
Baca Juga: Bima Sakti Akui Timnas Indonesia U-16 Masih Banyak Kekurangan
"Mereka itu digaji lewat uang kita ini, kita yang bayar. Negara itu punya apa kalau gak ada kita yang bayar pajak, bayar rumah sakit, segala macam ini," kata pria itu dengan nada tinggi.
Pria itu dan pihak keluarga ibu hamil kian murka saat mengetahui dokter yang datang meninjau tidak melakukan apa-apa. Sementara ibu hamil tetap dibiarkan dalam mobil ambulans begitu saja.
Kendati begitu, sampai saat ini belum diketahui secara pasti penyebab pihak rumah sakit tidak sigap menengani ibu bayi tersebut.
Video yang dibagikan Bhen Khafany kontan viral di media sosal. Kekinian, video itu telah ribuan kali dibagikan dan memperoleh ratusan komentar.
"Harusnya dilayani dulu baru bicara segala macamnya karena orang mau melahirkan menyangkut hidup dan mati seorang ibu dan anaknya," kata Djamse.
"Kok gitu sih pelayanan rumah sakit. Mau orang meninggal dulu sama anaknya baru dirawat. Kasihan Ibu dan anaknya," timpal Icha Icha menyayangkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli