Suara.com - Direktur Eksekutif Perludem Khoirunnisa Nur Agustyati mengatakan pasca pelaksanaan pemungutan suara 9 Desember lalu, Pilkada serentak 2020 bisa jadi memunculkan klaster baru Covid-19 yakni klaster Pilkada.
Hal itu tidak terlepas dari data maraknya petugas KPPS yang ternyata positif Covid-19. Untuk mencegah terjadinya klaster Pilkada maka Khoirunnisa memandang perlu pemerintah melalui Satgas Covid-19 melakukan tracing.
"Bisa menjadi klaster pilkada jika tidak dilakukan tracing. Data Bawaslu menunjukan terdapat petugas KPPS yang terinfeksi Covid-19. Untuk itu perlu dilakukan tracing terhadap orang-orang yang berkontak erat dengan mereka. Kalau tidak dilakukan tracing bisa berpotensi menyebarkan virus," kata Khoirunnisa kepada Suara.com, Senin (14/12/2020).
Nantinya, Khoirunnisa juga meminta pemerintah transparan apabila kemudian hasil tracing mendapati banyak masyarakat yang terpapar Covid-19 usai mencoblos di TPS.
"Betul, keterbukaan data penting untuk mengetahui apakah ada penyebaran atau tidak. Karena saat bertugas, petugas KPPS tersebut berinteraksi dengan banyak orang," ujarnya.
Sebelumnya, Bawaslu RI menyampaikan hasil temuan sejumlah hal terkait pelaksanaan Pilkada serentak pada 9 Desember 2020 kemarin. Berdasarkan laporan yang diterima dari Bawaslu di daerah, diketahui salah satu temuan ialah adanya petugas KPPS yang bekerja meski dirinya positif Covid-19.
Temuan tersebut merujuk hasil pengawasan Bawaslu di 100.995 TPS dari total 290 ribu kebih TPS di seluruh Indonesia. Adapun temuan itu berdasar laporan terakhir pada pukul 13.30 WIB, Rabu (9/12/2020).
"Terdapat KPPS terpapar Covid-19 yang masih hadir di TPS. Nah ini terjadi di 1.172, tentu perlu dikonfirmasi lebih jauh situasi-situasi yang terjadi di lapangan, seberapa lama pasca covid-19 mereka tetap tugas dan lain-lain," kata Anggota Bawaslu RI Mochammad Afifuddin dalam siaran YouTube, Rabu (9/12/2020).
Selain itu, temuan lainnya ialah terkait kurangnya kelengkapan pemungutan suara saat tahapan pemungutan suara. Temuan tersebut setidaknya terjadi di 1.803 TPS.
Baca Juga: Kasus Corona Indonesia Melonjak! Angka Kematian Nyaris Sentuh 19 Ribu Jiwa
"Kemudian tidak ada fasilitas cuci tangan di lokasi TPS. Sebagaimana ini menjadi standar protokol kesehatan yang diterapkan, itu terjadi di 1.454 TPS," kata Afifuddin.
Persoalan lainnya yang menjadi masalah juga ialah ditemukannya surat suara tertukar di 2.324 TPS. Ada pula TPS yang ternyata mengalami keterlambatan dari seharusnya sudah mulai buka pukul 07.00 WIB tetapi baru dibuka setelah lewat dari jamnya. Temuan keterlambatan itu terdapat di 5.513 TPS.
"Kemudian saksi menggunakan atribut pasangan calon masih ada di 1.487," kata Afifuddin.
Semebtara itu, sebanhak 1.727 TPS kedapatan tidak memasang DPT di sekitar TPS sebagaimana ketentuan.
"Kemudian juga ada informasi tentang daftar pasangan calon yang berisi visi misi dan program,serta biodata singkat tidak dipasang, ini di 1.983," kata Afifuddin.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Petaka Tol Pandaan-Malang: Mobil Satu Keluarga Asal Surabaya Hancur Dihantam Fuso, 5 Tewas
-
Fajar/Fikri Evaluasi Diri Jelang Hadapi Wakil Taiwan di Babak Kedua Japan Open 2026
-
Balita Bekasi Tewas Dianiaya Ibu Tiri, Nyawa Melayang Akibat Luka Parah di Kepala
-
Japan Open 2026: Usai Singkirkan Rasmus Gemke, Ubed Bidik Kejutan atas Anders Antonsen
-
Dihujani Kritik usai Pilih Yamaha, Jorge Martin Beri Jawaban Tegas!
-
Belajar Merelakan dari Lagu Menjauh: Saat Berjuang Saja Ternyata Tak Cukup
-
Menteri PPPA Sentil Pemkab Sampang Usai Kasus 27 Predator Anak: Perkuat Gugus Tugas!
-
Tinggalkan Arsenal, Leandro Trossard Gabung Besiktas dengan Kontrak 3 Tahun
-
5 Parfum Wanita Terbaik untuk Acara Malam, Wanginya Elegan dan Memikat
-
90 Menit yang Mengungkap Identitas Asli Inggris dan Argentina