Suara.com - Beredar kabar pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang baru diminta memulai penyidikan kasus korupsi Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan.
Narasi Ketua KPK diminta mulai penyidikan kasus korupsi Anies Baswedan itu diunggah oleh akun Twitter bernama @ar01pangeran.
Akun tersebut mengunggah foto dengan narasi sebagai berikut:
"Viralkan! Pemimpin KPK baru diminta memulai penyidikan kasus Anies Baswedan".
Benarkah narasi tersebut?
Penjelasan
Berdasarkan penelusuran Turnbackhoax.id -- jaringan Suara.com, Senin (21/12/2020), klaim yang menyebut Ketua KPK diminta mulai penyidikan kasus korupsi Anies Baswedan adalah klaim yang salah.
Surat yang ada di dalam foto tersebut bukanlah surat perintah untuk pimpinan KPK agar memulai penyidikan kasus korupsi Anies Baswedan.
Surat tersebut merupakan surat laporan yang dilayangkan oleh Andar Situmorang terkait kasus dugaan korupsi penggunaan anggaran Frankfurt Book Fair tahun 2015 yang dilakukan oleh Anies Baswedan.
Baca Juga: Isu Resuffle: Butuh Back Up Parpol, Jokowi Disebut Tak Lirik Profesional
Dikutip dari Kumparan.com dalam artikel berjudul 'Anies Baswedan Dilaporkan ke KPK' yang tayang pada Jumat, 10 Maret 2017, Andar mengklaim Anies telah menyalahgunakan wewenang ketika menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.
Tak hanya itu, Anies juga dituding telah memasukkan orang-orang ke dalam tim pameran.
"Melaporkan mantan Mendikbud Anies Rasyid Baswedan. Korupsi sistemik selama tiga hari acara pameran buku di Jerman dengan biaya RP 146 miliar," kata Andar, Jumat (10/3/2017).
Sementara itu, Kepala Biro Humas dan Informasi KPK kala itu, Febri Diansyah menegaskan KPK akan menelaah laporan tersebut guna memastikan adanya indikasi tindak pidana korupsi atau tidak.
"Kami sudah terima laporan kepada orang tersebut, semua pelaporan yang masuk kita telaah dan kita akan melihat apa ada indikasi tindak pidana korupsi atau tidak," ungkap Febri.
Kesimpulan
Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan klaim yang menyebutkan Ketua KPK diminta mulai penyidikan kasus korupsi Anies Baswedan adalah klaim keliru.
Klaim tersebut masuk dalam kategori konten yang menyesatkan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah
-
6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten
-
Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay
-
Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi
-
Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026
-
KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai
-
74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek
-
Potensi RI Punya 89 Ribu Ton Uranium, BRIN Paparkan Ambisi Nuklir ke Prabowo
-
Internal Golkar Wonosobo Bergolak, Mahkamah Partai Diminta Turun Tangan