Suara.com - Sebuah cokelat batang berumur 120 tahun ditemukan dalam kondisi utuh oleh konservator Perpustakaan Nasional Australia. Cokelat tertua di dunia ini diduga datang dari Perang Boer tahun 1900.
Menyadur ABC News Senin (21/12), cokelat ini ditemukan di dalam kotak penyimpanan milik penyair Australia Andrew Barton Paterson yang akrab dipanggil The Banjo.
Enam batang cokelat yang terlihat utuh ini dibalut dalam jerami dan kertas alumuminium. Banjo menyimpan cokelat ini bersama kertas-kertas miliknya.
Staf laboratorium konservasi Perpustakaan Nasional Australia tak menyangka menemukan cokelat di antara tumpukan puisi, buku harian, dan kliping koran miliknya.
"Ada bau yang cukup menarik saat itu dibuka. (Ternyata) sebungkus cokelat tua milik Banjo, dengan cokelat yang masih terbungkus di dalam kotak" kata konservator Perpustakaan Nasional Australia (NLA) Jennifer Todd.
Cokelat yang ditemukan utuh itu menggelitik rasa penasaran konservator. Timbul pertanyaa, mengapa Banjo tak memakannya?
Sebuah teori mengatakan bahwa Banjo sengaja menyimpannya sebagai kenang-kenangan dari Ratu Victoria untuk menghibur pasukan yang turun ke medan pertempuran saat Perang Boer.
Teori ini muncul karena kaleng cokelat memiliki lambang Kerajaan Inggris dengan pesan 'Afrika Selatan, 1900. Saya ucapkan selamat tahun Baru, Victoria RI'.
Banjo pernah dikirim ke Afrika pada Oktober 1899 oleh harian Sydney Morning Herald dan The Age untuk meliput Perang Boer. Ia kembali ke Australia setahun kemudian.
Baca Juga: Spesies Baru, Ilmuwan Temukan Fosil Piton Tertua di Dunia
Kaleng coklat dan kliping koran milik Banjo Paterson selama jadi wartawan perang dipegang sendiri olehnya sampai ia meninggal pada 1941. Setelah itu, berkasnya diwariskan turun temurun sebelum diakuisisi oleh National Library of Australia tahun lalu.
Sekarang Perpustakaan Nasional Australia memulai upaya untuk melestarikan dan mendigitalkan koleksi Banjo supaya bisa dibagikan kepada dunia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Heboh Mahasiswi ITB Jadi Korban Foto AI Telanjang, Wamenkomdigi Ingatkan soal Etika
-
Ancaman Taktik Adu Domba Trump di Balik Pengumuman Genjatan Senjata di Lebanon
-
Pramono Turun ke Kali, Ikut Angkat Ikan Sapu-Sapu yang Kuasai Perairan Jakarta
-
Berkas Andrie Yunus Dilimpahkan ke Peradilan Militer, Anggota DPR: Ujian Besar Supremasi Hukum
-
Hobi Comot Kader Parpol Lain, PSI Dinilai Gagal Bangun Kader Sendiri
-
Skandal Ketua Ombudsman Coreng Lembaga Independen, Desakan Reformasi Pengawasan Etik Menguat
-
Cek Fakta: Benarkah Israel Diserang Lebah? Ternyata di Sini Lokasinya
-
Petinggi Mossad Tegaskan Misi Gulingkan Iran Belum Selesai: Rezim Ini Harus Lenyap dari Dunia
-
Berburu Cuan dari Hama, Petugas PPSU Dibayar Rp5.000 Tiap Tangkap Sekilo Ikan Sapu-sapu
-
Polisi Selidiki Penyebab Kematian Wanita Paruh Baya Tergeletak di Rumah Tangerang