Suara.com - Politikus Partai Gerindra, Arief Puyuono menjadi salah satu pembicara dalam acara Mata Najwa edisi "Gelap Terang 2020" pada Rabu (23/12/2020) malam.
Najwa Shihab selaku presenter menyentil Arief Poyuono yang berganti haluan politik, kini Jokowi dulu Prabowo Subianto.
Dia mengaku sampai saat ini masih belum terbiasa menyebut Arief Poyuono sebagai antek-antek Presiden Jokowi.
"Dan kita akan membahasnya bersama pendukung Presiden jokowi Arief Poyuono dan komika Abdur Rasyad," kata Najwa Shihab membuka segmen empat seperti dikutip Suara.com dari tayangan dalam Kanal YouTube Mata Najwa.
"Rasanya tidak akan pernah, masih belum terbiasa begitu menyebut mas Arief Poyuono pendukung Presiden Jokowi karena muka-mukanya dari awal lengket sama pendukung Prabowo ketika itu," sambungnya mengingat Pilpres 2019 lalu.
Bahkan, dalam kesempatan itu Najwa Shihab sempat melontarkan kata 'cebong' yang diidentikan dengan pendukung Presiden Jokowi.
Tidak berhenti sampai di situ saja, Najwa Shihab bahkan menyinggung Arief Poyuono yang kini mendesak Prabowo Subianto agar mundur dari jabatan menteri.
Najwa Shihab lalu menegaskan, hal itu berarti menyiratkan perpolitikan Indonesia memang mudah-mudah bergantu tahun ini.
"Jadi kemudian sekarang memperkenalkan sebagai seorang cebong, eh maksud saya sebagai seorang pendudung Presiden Jokowi," cetus Najwa Shihab.
Baca Juga: Kehadiran Sandiaga di Kemenparekraf Jangan Cuma Simbol Politik
"Kayaknya menggambarkan politik 2020, penuh ketidakpastian, penuh berbagai perubahan, kawan jadi lawan, suka jadi tidak suka, yang tadinya bilang harus jadi presiden sekarang minta Prabowo mundur dari kabinet," tandasnya.
Dalam acara Mata Najwa, Arief Poyuono kembali mengingatkan dan meminta Prabowo Subianto agar mundur dari jabatannya sebagai Menteri Pertahanan.
Bukan tanpa alasan, dia mengaku alasannya meminta Prabowo mundur karena Eks Menteri KKP, Edhy Prabowo dicokok KPK.
"Tapi saya masih sebagai anggota Partai Gerindra, saya menyarankan kepada Prabowo dengan kejadian tangkap tangan terhadap Edhy Prabowo. Ini sebuah tamparan dan sebuah auto kirtik yang harus kita lakukan di partai," ungkapnya.
Arief Poyuono menerangkan, desakannya ini bukan karena dia tidak lagi menjabat sebagai wakil ketua umum Partai Gerindra.
Pasalnya, saat ini dia sendiri mengaku sudah di ujung tanduk. Semua tergantung keputusan Prabowo Subianto.
Bahkan dia mengatakan, kongres Partai Gerindra saja tidak diundang untuk ikut terlibat di dalamnya.
"Bagaimana mau jadi wakil ketua umum, orang kongres saja enggak diundang," ucap dia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Karhutla Sumsel Mencapai 1.926 Hektare, Ancaman Besarnya Justru Setelah Api Padam
-
Karhutla Sumsel Tembus 664,97 Hektare, 1.077 Kejadian Tercatat hingga Agustus
-
Bank Sumsel Babel dan Kodam II/Sriwijaya Perkuat Akses Layanan Keuangan Prajurit
-
Menteri Kebudayaan Fadli Zon Beberkan Alasan Geser Konser GBN dari Kota Tua ke Kabupaten Bogor
-
Polrestabes Bandung: Sopir Truk Jadi Tersangka Tabrak Lari yang Tewaskan Polisi
-
Cara Dapat Diskon Tiket Gaia Music Festival 2026 Pakai BRImo
-
Beli Produk Nespresso Pakai BRI Bisa Hemat Rp750 Ribu
-
InJourney & Garuda Indonesia Kolaborasi: Gratiskan 170.845 Tiket Domestik Bagi Wisatawan Mancanegara
-
InJourney & Garuda Indonesia Perkuat Konektivitas dan Kunjungan Wisatawan Mancanegara ke Indonesia
-
Kasus PETI Kuansing, Polisi Sita Ratusan Gram Perhiasan di Toko Emas Kampar