Suara.com - Beredar narasi yang menyebutkan sebagian besar atau sekitar 90 persen anggota FPI yang ditangkap merupakan preman bertato.
Narasi tersebut diunggah oleh akun Facebook dalam sebuah grup bernama Pecinta dan Pembela Islam pada 6 Desember 2020.
Akun tersebut mengunggah foto Habib Bahar bin Smith bersama puluhan orang bertato dan mengenakan peci.
Akun itu juga menambahkan narasi sebagai berikut:
"Anggota FPI yang Tertangkap 90% preman kriminal bertato".
Benarkah klaim tersebut?
Penjelasan
Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta UMN -- jaringan Suara.com, Selasa (29/12/2020), klaim yang menyebut 90 persen anggota FPI yang ditangkap merupakan preman bertato adalah klaim yang keliru.
Faktanya, foto yang diunggah oleh akun itu bukanlah anggota FPI.
Baca Juga: CEK FAKTA: Benarkah Mensos Risma akan Hapus Semua BLT untuk Kedepannya?
Foto tersebut merupakan momen saat Habib Bahar bin Smith berfoto bersama para narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cibinong, Bogor, Jawa Barat.
Foto serupa juga dimuat dalam artikel Wartaekonomi.co.id berjudul 'Bantah Foto Editan, Pengacara Bilang 80 Persen Napi Bertato Murid Habib Bahar' yang tayang pada 28 April 2020.
Dalam artikel tersebut disebutkan, pengacara Bahar bin Smith, Ichwan Tuankotta memastikan foto Bahar bin Smith bersama puluhan napi bertato bukanlah foto rekayasa.
Para napi bertato dalam foto tersebut merupakan murid Bahar bin Smith.
Foto tersebut diambil pada 28 April 2020 di dalam lapas.
Kesimpulan
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas yang Nyaman untuk Lansia, Legroom Lega dan Irit BBM
- 7 Mobil Bekas untuk Grab, Mulai Rp50 Jutaan: Nyaman, Irit dan Tahan Lama!
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
Pilihan
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
Terkini
-
Nasib Pandji Pragiwaksono di Tangan Polisi, Penyelidik Mulai Analisis Barang Bukti Materi Mens Rea
-
Aksi Ekstrem Pasutri Pakistan di Soetta: Sembunyikan 1,6 Kg Sabu di Lambung dan Usus
-
60 Ton Sampah Menggunung, Pemprov DKI Janji Pasar Induk Kramat Jati Bersih dalam 5 Hari
-
Sinyal Bahaya Demokrasi, Lakso Anindito Sebut KUHP Baru Berpotensi Hidupkan Rezim Otoritarian Orba
-
KPK Sempat Terbelah dan Ragu Jadikan Yaqut Tersangka Korupsi Haji?
-
Lakso Anindito Prediksi Gelombang Praperadilan Koruptor Akibat KUHP Baru
-
Rumah Yaqut 'Dikepung' Aparat, Tamu Diperiksa Ketat Usai Jadi Tersangka Korupsi Haji
-
BNI Hadirkan agen46 hingga Pelosok Kota Bima, Perluas Inklusi Keuangan
-
Indonesia Terpilih jadi Presiden Dewan HAM PBB, Amnesty International Indonesia: Kebanggaan Semu!
-
KPK Bongkar Alasan Jerat Eks Menag Yaqut: 'Permainan' Kuota Haji Tambahan Jadi Pemicu