Suara.com - Tenaga kesehatan Indonesia termasuk dalam kelompok pertama yang menerima vaksinasi massal Covid-19 di Inggris, di tengah lonjakan besar kasus yang disebut dokter serta pejabat kesehatan sebagai "tsunami" dan "fase paling berbahaya."
Tiga nakes Indonesia yang bekerja di rumah sakit yang berbeda di London akan mendapatkan dosis kedua vaksin Pfizer pada sekitar pekan kedua Januari ini, untuk memastikan imunisasi penuh.
Ketiganya mengatakan "lega" mendapatkan vaksinasi ini dan dapat menghadapi pasien dengan tenang, tanpa khawatir menulari mereka.
Dyah Mustikaning Pitha Prawesti, dokter kebidanan dan kandungan, yang bekerja di Chelsea and Westminster Hospital, London, berharap, "saya jadi lebih aman terhadap pasien yang rentan seperti ibu hamil, pasien penderita kanker dan pasien rentan lain."
- Paling tidak 20 negara mendeteksi varian baru Covid-19, mengapa mutasi baru ini mengkhawatirkan?
- Tingkat hunian RS Covid-19 hampir 100% jelang libur Natal dan tahun baru, epidemiolog desak 'tindakan luar biasa' pemerintah
- Dokter Indonesia di London: 'Pasien meninggal tanpa ada keluarga yang bisa dikontak'
Pitha juga mengatakan harapannya agar vaksinasi dapat dipercepat karena "jumlah pasien yang dirawat lebih banyak dari gelombang pertama... dan sepertiga pasien di unit persalinan positif Covid."
Sementara Anas Alamudi yang bekerja di unit gawat darurat rumah sakit King's College berharap vaksinasi yang diterimanya menekan risiko penularan ke anak-anak. "Saya ambil vaksinasi untuk lindungi anak." Tahun lalu, kata Anas, ia tak bertemu dengan putranya selama tiga bulan.
Bagi Ardito Widjono, dokter di unit gawat darurat rumah sakit Barnet, London utara, keparahan gelombang kedua Covid-19 terlihat dari kewalahannya rumah sakit.
"Di UGD, saking sibuknya, ambulans antre masuk setiap malam. Saya terpaksa periksa pasien di belakang ambulans saking penuh," kata Ardito.
"Pasien tampaknya tidak sehati-hati di puncak pertama. Ketika penularan tinggi dengan adanya varian baru, ada yang cerita ke saya, mereka ke pesta Natal, pesta Tahun Baru, diam-diam. Tampaknya, mereka belum paham separah apa gelombang kedua ini," tambahnya.
Baca Juga: Inilah Negara-Negara yang Siap Lakukan Vaksinasi Covid-19 Secara Massal
"Tsunami" dan "Fase paling berbahaya"
Profesor Hugh Montgomery, selaku dokter di perawatan intensif RS University College London, mengatakan kepada BBC, tim gawat darurat di Inggris menghadapi apa yang ia sebut "tsunami" kasus virus corona karena lonjakan kasus positif.
https://twitter.com/bbc5live/status/1344543533173190663
Montgomery mengatakan banyak orang yang melanggar karantina, tidak mempedulikan protokol kesehatan, termasuk tidak memakai masker dan jaga jarak.
Ia menyebut orang-orang yang tidak mempedulikan protokol kesehatan ini "tangannya berdarah", karena bertanggung jawab atas penyebaran.
Peningkatan kasus harian di Inggris mencapai lebih dari 53.000 kasus pada (29/12), dengan angka okupansi rumah sakit juga melonjak.
- Inggris setujui penggunaan vaksin virus corona buatan Oxford-AstraZeneca
- Vaksin Covid-19 buatan Sinopharm disetujui China, pakar: 'Saya kaget jika ada negara Barat yang mengizinkan'
- Amankan 100 juta dosis vaksin lagi, Indonesia targetkan penyediaan selesai awal Januari
Saat ini rumah sakit di Inggris merawat lebih dari 20.400 pasien, menurut data layanan kesehatan Inggris (NHS). Jumlah tersebut lebih tinggi dari 19.000 pasien pada puncak pertama April tahun lalu.
Penasehat pemerintah dari badan sains Inggris memperingatkan karantina wilayah perlu diperketat untuk mencegah "bencana."
- Indonesia belum temukan varian baru virus corona, peneliti soroti kemampuan deteksi yang terbatas
- AS pastikan kemunculan kasus pertama varian baru Covid-19
- Mutasi virus corona: Disebut 'menyebar cepat sekali': Apa bisa dilawan vaksin yang tengah dikembangkan?
Lonjakan penyebaran varian baru virus corona ini menunjukkan Inggris memasuki "tahap baru pandemi yang sangat berbahaya," menurut Prof Andrew Hayward, anggota badan penasehat pemerintah untuk penyakit pernafasan akibat virus, New and Emerging Respiratory Virus Threats Advisory Group (Nervtag).
Hayward mengatakan kepada Program Today BBC Radio 4, "Kita perlu mengambil langkah awal yang menentukan, langkah nasional untuk mencegah bencana pada Januari dan Februari."
Dua bulan di awal tahun ini adalah puncak musim dingin di belahan bumi utara.
Sementara itu ketua NHS Inggris, Simon Stevens, mengatakan dalam kondisi yang seperti ini para petugas medis "kembali berada di tengah badai".
Ia mengatakan bagi tenaga kesehatan, 2020 adalah "tahun terberat" dengan pasien parah Covid-19 yang dirawat berjumlah sekitar 200.000 orang.
Peningkatan "50% penularan varian baru berarti pembatasan yang dilakukan sebelumnya dan berhasil, tidak akan berjalan sekarang, jadi pembatasan level 4 perlu atau lebih tinggi dari itu," tambahnya.
Sejak 20 Desember lalu, London dan sebagian Inggris ditetapkan dalam pembatasan kategori 4 (tier 4) atau yang tertinggi.
Melalui pembatasan ini, warga tak dibolehkan melakukan perjalanan, kecuali untuk kepentingan-kepentingan yang bersifat sangat khusus.
Pembatasan diterapkan menyusul penemuan varian baru virus corona dengan tingkat penyebaran 70% lebih cepat dari virus corona yang dikenal selama ini.
Ancaman gelombang ketiga Covid-19
Sejak terdeteksi di Inggris, varian baru ini juga ditemukan di setidaknya 20 negara lain, termasuk sebagian besar Eropa, serta di Asia, Jepang dan Korea Selatan. Di banyak negara, varian baru ini terdeteksi pada mereka yang baru kembali dari Inggris.
Varian baru juga ditemukan di Amerika Serikat pada pemuda berusia 20 tahun, namun pemuda ini disebutkan tidak melakukan perjalanan.
Data dari Kementerian Kesehatan Inggris menunjukkan sejak vaksinasi diluncurkan awal Desember lalu, baru sekitar 600.000 orang yang divaksin.
Untuk mencegah gelombang ketiga Covid-19, .Inggris perlu meningkatkan vaksinasi menjadi dua juta kali dalam seminggu
Peringatan ini tercantum dalam artikel ilmiah London School of Hygiene and Tropical Medicine yang didistribusikan bersama badan penasehat sains pemerintha, Scientific Advisory Group for Emergencies (SAGE).
Regulator kesehatan Inggris Rabu (30/12) menyepakati vaksin buatan Universitas Oxford bekerja sama dengan AstraZaneca.
Pemerintah Inggris telah memesan 100 juta dosis dari AstraZeneca sehingga dapat dipakai untuk memvaksinasi 50 juta orang.
Menteri Kesehatan Inggris, Matt Hancock, mengatakan kepada BBC, vaksin tersebut akan mulai didistribusikan pada Senin (04/01).
"Kami punya vaksin ini dalam jumlah yang cukup guna memvaksinasi seluruh populasi—100 juta dosis. Tambahkan dengan 30 juta dosis Pfizer dan itu cukup bagi seluruh populasi untuk menerima dua dosis masing-masing," kata Hancock.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati
-
Peringati Usia ke-80, Persit Kartika Chandra Kirana Mantapkan Pengabdian Dalam Berkarya
-
Indonesia Darurat Kekerasan Anak? MPR Soroti Celah Sistem Perlindungan Anak
-
Polisi Bongkar Gudang Penadah HP Curian di Bekasi, 225 iPhone dan Android Disita
-
Yuk Liburan ke Surabaya! Jelajahi Panggung Budaya Terbesar Tahun Ini di Perayaan HJKS ke-733