Suara.com - Pengelola Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, memperkirakan sebanyak 13 ribu orang penumpang pesawat meninggalkan Pulau Dewata melalui bandara tersebut saat puncak arus balik libur tahun baru 2021 yang terjadi Minggu kemarin.
"Prediksi puncak arus balik kami perkirakan terjadi pada hari ini dengan jumlah penumpang kami perkirakan adalah sebanyak 13 ribu orang penumpang yang meninggalkan Bali," ujar Stakeholder Relation Manager Angkasa Pura I Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali Taufan Yudhistira di Badung, Bali.
Ia mengatakan, Angkasa Pura I juga memperkirakan ada sekitar 115 hingga 120 pergerakan pesawat udara yang mengangkut penumpang pada puncak arus balik liburan ini.
Untuk penumpang yang meninggalkan Bali tersebut, menurut dia, didominasi penumpang yang menuju ke sejumlah kota besar di Pulau Jawa seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Yogyakarta yang telah selesai mengisi waktu liburnya di Bali.
"Kami perkirakan hari ini merupakan puncak arus balik karena hari ini memang hari terakhir liburan dan untuk besok perkantoran juga sudah mulai masuk kerja," kata Taufan.
Ia menjelaskan, meskipun Bandara Ngurah Rai dipadati oleh ribuan penumpang pada puncak arus balik liburan, namun suasana di bandara tetap lancar dan terkendali.
"Memang sempat terjadi penumpukan penumpang karena memang ada beberapa jadwal pesawat yang jam keberangkatannya berdekatan. Tapi, kami juga memiliki tim pengawasan pelaksanaan protokol kesehatan yang memastikan bahwa penumpang tidak berkerumun dan tetap menjaga jarak selama berada di kawasan bandara," kata dia.
Angkasa Pura I juga terus memastikan penerapan prosedur protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran pandemi COVID-19 di kawasan bandara setelah masa liburan Natal dan tahun baru.
"Protokol kesehatan yang kami implementasikan di seluruh area bandara adalah dengan melakukan 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan air yang mengalir atau hand sanitizer dan menjaga jarak," ujar Taufan. [Antara]
Baca Juga: Kunker Perdana, Menparekraf Sadiaga Uno Tinjau Prokes Bandara Ngurah Rai
Berita Terkait
-
Sulap 4 Bandara, InJourney Airports Kejar Standar Layanan Kelas Dunia
-
Imigrasi Ngurah Rai Amankan Buronan Interpol Asal Inggris
-
Jelang Nyepi, Bandara Ngurah Rai Dipadati Puluhan Ribu Penumpang
-
Baru Semalam Bebas, Hasto Terpantau Tiba di Bali, Bakal Jadi Sekjen PDIP Lagi?
-
Perempuan Afrika Selatan Diciduk di Bandara Bali usai Sembunyikan Narkoba di Celana Dalam
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Liga Aspal Ramai di Jakarta, Pramono Janji Bangunkan Sarana Olahraga
-
Calon Manajer Koperasi Merah Putih Didominasi Perempuan, Capai 60 Persen!
-
Jaringan Tembus 1,13 Juta Agen, BRI Perkuat Penetrasi Pasar Lewat Sektor Ritel
-
Gabung Persija, Kwon Chang-hoon Singgung Nama Shin Tae-yong
-
Ulasan Novel Kendat, Misteri Kasus Berdarah Pulung Gantung di Desa Rangi
-
Menelusuri Lorong Sunyi JGC: Saat Kilau Bacan Rp15 Juta Tak Lagi 'Sewangi' Dulu
-
Channel YB Resmi Tayangkan ASEAN Championship Hyundai Cup 2026, Reza Arap Siapkan Beragam Program
-
Badan Tak Sehat, Nanik S Deyang Absen Rapat Bahas Laporan Keuangan BGN di DPR
-
OURBIRTHDAY Ungkap 3 Member Pertama, Girl Group Baru JYP Setelah 4 Tahun
-
Mengapa Isu Kesehatan Dinilai Lebih Efektif Mendorong Pertanian Berkelanjutan?