Suara.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini akan melakukan kunjungan kerja di Sulawesi. Ia akan meninjau lokasi terdampak gempa bumi dan posko pengungsian warga di Sulawesi Barat.
"Betul (meninjau lokasi gempa)," ujar Heru saat dikonfirmasi wartawan Selasa (19/1/2021).
Ia menyebut, beberapa tempat yang akan didatangi Jokowi di antaranya Kantor Gubernur Sulawesi yang hancur akibat gempa magnitudo 6,2 yang mengguncang Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, pada Jumat (15/1) pukul 02.28 Wita.
Kemudian Jokowi juga akan meninjau posko pengungsian dan rumah-rumah warga yang terkena gempa.
"(Presiden akan meninjau lokasi )Gempa kantor gubernur, tempat pengungsian dan rumah rumah warga yang terkena gempa serta korban gempa," katanya .
Sebelumnya, pada Senin (18/1/2021), Jokowi meninjau lokasi banjir di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Untuk diketahui, Berdasarkan data per 18 Januari 2021 pukul 14.00 WIB, Pusat Pengendali Operasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana melaporkan jumlah korban meninggal dunia akibat gempa M 6,2 yang terjadi pada Jumat (15/1/2021), pukul 01.28 WIB atau 02.28 waktu setempat di Provinsi Sulawesi Barat menjadi 84 orang, dengan rincian 73 orang meninggal dunia di Kabupaten Mamuju dan 11 orang di Kabupaten Majene.
Selain itu, tercatat 679 orang luka ringan serta terdapat 253 orang mengalami luka berat, yaitu 189 orang luka berat di Kabupaten Mamuju dan 64 orang luka berat di Kabupaten Majene.
Pusdalops BNPB juga melaporkan sebanyak 19.435 orang pascagempa M6,2, antara lain 4.421 orang mengungsi di Kabupaten Majene dan 15.014 orang mengungsi di Kabupaten Mamuju.
Baca Juga: Presiden Jokowi Terbang ke Mamuju Sulawesi Barat, Tinjau Pusat Gempa
BPBD Kabupaten Majene, Kabupaten Mamuju serta Kabupaten Polewali Mandar terus melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan TNI - Polri, Basarnas serta relawan maupun instansi lainnya dalam proses evakuasi
Berita Terkait
-
Presiden Jokowi Terbang ke Mamuju Sulawesi Barat, Tinjau Pusat Gempa
-
Waduh! Demi Bantuan Mie Instan, Korban Gempa Sulbar Cari KK di Reruntuhan
-
Sebut SBY Kekanak-kanakan, Prof Yusuf: Rachland Nashidik Jangan Bodoh
-
KN Singa Laut Dikerahkan Bawa Bantuan ke Lokasi Gempa Sulbar
-
Keras ke Risma, Roy Suryo Ternyata Pernah Bikin Ilfil Pacar Maradona
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Geger! Kambing Kurban Mati Dibuang di Trotoar Cempaka Putih, PPSU Turun Tangan
-
Hari Lansia Nasional 2026: Pemerintah Hadirkan Layanan Gratis untuk Lansia
-
GMS Pusat Sesalkan Pembubaran Paksa Ibadah di Bantul, Jemaat Anak-anak Ikut Terdampak
-
Wamensos Agus Jabo Dorong Pringsewu Cari Lahan Sekolah Rakyat
-
Muncul Isu Pocong Palsu di Banten, Polisi Siaga Antisipasi Modus Kejahatan
-
MK Tegaskan Kuota 30 Persen Perempuan Wajib! Parpol Melanggar Siap-siap Digugurkan dari Pemilu
-
Tiap Dapur SPPG Wajib Layani Minimal 300 Ibu dan Balita, Melanggar? Insentif Rp6 Juta Melayang!
-
Dari Video Viral ke Laporan Polisi: Mengapa Konflik GRIB Jaya dan Ahmad Bahar Terus Membesar?
-
Polemik TNI Keluar Barak Buru Begal: Solusi Keamanan Darurat atau Benturan Tupoksi Militer?
-
Siasat Busuk Eks Anggota Ombudsman Yeka Hendra Bela Mafia CPO Terbongkar, Kini Resmi Masuk Bui!