Suara.com - Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyangkal anggapan terpilihnya Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo menjadi calon tunggal Kapolri karena memiliki kedekatan dengan Presiden Jokowi. Hari ini, DPR telah menyetujui jenderal muda pilihan Jokowi itu untuk diangkat sebagai Kapolri menggantikan Jendral Idham Azis yang memasuki masa pensiun.
Moeldoko mengklaim alasan Jokowi memilih Listyo, karena memiliki semua kriteria dari mulai kapasitas, kapabilitas, loyalitas dan integritas.
"Jadi semua agregat dari indikator-indikator yang dikenali dari awal itu memuculkan sebuah agregat. Dan agregat itu seseorang akan dipilih begitu. Jadi bukan karena macam-macam. Jangan diartikan macam-macam," ujar Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (20/1/2021).
Listyo diketahui pernah menjadi ajudan Jokowi saat Jokowi menjadi Wali Kota Solo tahun 2014. Moeldoko menuturkan seorang pemimpin harus memiliki tanggung jawab yang luar biasa. Kata Moeldoko, kalau dia memiliki tanggungjawab yang luar biasa, maka harus mempunyai kemampuan yang luar biasa.
"Itu berkaitan dengan capability seseorang. Kapasitas dia (Listyo) dalam mengadopsi berbagai persoalan, dia sudah terbukti," ucap dia.
Moeldoko melanjutkan, pemimpin juga harus memiliki loyalitas kepada negara dan integritas. Hal tersebut menjadi pertimbangan Jokowi memilih Listyo yang memiliki semua kriteria untuk menduduki jabatan Kapolri.
"Seorang pemimpin harus punya loyality kepada negara. Itu pasti. Nggak bisa ditawar itu. Integritas satunya kata dengan perbuatan, itu juga yang selalu dilihat. Tanggungjawab dan seterusnya. Itu beberapa hal yang menjadi pertimbangan seseorang untuk bisa menduduki jabatan tertinggi di dalam sebuah organsiasi itu. Jadi pertimbangannya seperti itu. Bukan yang lain-lain," ucap dia.
Mantan Panglima TN itu tak mempermasalahkan Listyo yang melangkahi empat angkatan seniornya. Hal tersebut juga menjadi salah satu pertimbangan Jokowi menunjuk Listyo memimpin korps Bhangkara.
"Ya memang begini ya. Satu hal yang juga menjadi pertimbangan kalau kita menempatkan. Saya mantan panglima TNI memikirkan bagaimana memikirkan antara mempertimbangkan satu senioritas, yang kedua mempertimbangkan yang tadi itu," kata Moeldoko.
Baca Juga: Listyo Sigit Janji Tuntaskan Kasus Besar di 100 Hari Pertama Jabat Kapolri
Kendati demikian, Moeldoko memastikan Jokowi sudah memikirkan untuk kepentingan yang lebih besar kedepannya. Sehingga ada pertimbangan-pertimbangan lain yang dipilih Jokowi untuk mengusulkan Listyo menjadi calon Kapolri.
"Jadi ini kan pilihan-pilihan. Pilihan pertama pendekatannya senioritas. Pilihan yang kedua pendekatannya yang tadi beberapa persyaratan tadi. Bisa pendekatan senioritas apabila apa yang menjadi pemikiran bapak presiden tadi berbagai indikator terpenuhi," kata Moeldoko.
Namun kata Moeldoko kandidat yang tak dipilih Jokowi, alasannya tidak bisa dijelaskan secara matematik. Pasalnya kata Moeldoko ada penilaian -penilaian lain baik dari jarak dekat, jarak jauh, keseharian maupun pengalaman empiris calon Kapolri.
"Pertanyannya apakah mereka tidak terpenuhi? dalam konteks ini tidak bisa dijelaskan secara matematik karena penilaian itu bisa bersifat jarak dekat, penilaian bisa jarak jauh, penilaian bisa dilakukan dalam keseharian, dari pengalaman-pengalaman empirik yang terjadi selama ini, " kata dia.
"Jadi penilaian itu bersifat holistik. Holistik memperhatikan berbagai hal, baik dari sisi persyaratan-persyaratan yang tadi, dari sisi psikologinya, dari sisi yang lain-lain," sambungnya.
Tag
Terpopuler
- Lipstik Warna Apa yang Cocok di Usia 50-an? Ini 5 Pilihan agar Terlihat Fresh dan Lebih Muda
- 5 Rekomendasi Sampo Kemiri Penghitam Rambut dan Penghilang Uban, Mulai Rp10 Ribuan
- 5 Rekomendasi Sepatu Adidas untuk Lari selain Adizero, Harga Lebih Terjangkau!
- Adly Fairuz Nyamar Jadi Jenderal Ahmad, Tipu Korban Rp 3,6 Miliar dengan Janji Lolos Akpol
- Inara Rusli Lihat Bukti Video Syurnya dengan Insanul Fahmi: Burem, Gak Jelas
Pilihan
-
Duduk Perkara Ribut Diego Simeone dengan Vinicius Jr di Laga Derby Madrid
-
5 HP Xiaomi RAM 8GB Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terkapar di Level Rp16.819: Kepercayaan Konsumen Lesu, Fundamental Ekonomi Jadi Beban
-
Kala Semangkok Indomie Jadi Simbol Rakyat Miskin, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
Terkini
-
Megawati Tantang Militansi Kader: Buktikan Kalian Orang PDIP, Bantu Saudara Kita di Sumatra
-
PDIP Kenalkan Maskot Banteng Barata, Prananda Prabowo: Melambangkan Kekuatan Rakyat
-
Undang Rocky Gerung, PDIP Bahas Isu yang Jadi Sorotan Masyarakat di Rakernas
-
Kejar Target Sebelum Ramadan, Mendagri Minta Bantuan 15 Ribu TNI-Polri Bersihkan Lumpur Sumatra
-
OTT Pegawai Pajak, DJP Siap Beri Sanksi jika Terbukti Korupsi
-
Rocky Gerung Terpantau Turut Hadiri Rakernas PDIP di Ancol
-
Ganjar Soroti Pelaksanaan Demokrasi dan Isu Pilkada di Rakernas PDIP 2026
-
Tolak Wacana Pilkada via DPRD, Ganjar: Sikap PDI Perjuangan Sangat Jelas!
-
Dosen Utama STIK: UU ITE Tak Melemah, Penyebar Hoaks Tetap Bisa Dipidana!
-
AMLI Soroti Dampak Ranperda KTR: Usaha Reklame Tertekan, Tenaga Kerja Terancam