Suara.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo buka suara soal wacana menghidupkan kembali Pasukan Pengamanan Masyarakat atau PAM Swakarsa.
Dia menegaskan, wacana yang ia gulirkan ketika menjalani fit and proper test di DPR RI beberapa waktu lalu, berbeda dengan pengertian Pam Swakarsa masa lalu.
Listyo menyebut, dalam Undang-Undang Kepolisian, peran aktif masyarakat dalam wilayah Kamtibmas memang tertulis sebagai Pam Swakarsa.
Dalam konteks itu, kata Listyo, Pam Swakarsa adalah sebuah bentuk pemolisian masyarakat.
"Dalam UU Kepolisian, ada peran partisipasi masyarakat dalam kegiatan-kegiatan yang bersifat kamtibmas, di situ ditulis PAM Swakarsa. Jadi kegiatan-kegiatan yang kita maksud adalah yang berkaitan dengan pemolisian masyarakat," ungkap dia di Gedung PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Jumat (29/1/2021).
Listyo mengatakan, dengan wacana yang ia gulirkan, diharapkan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan bisa tercipta.
Bersama Polri, lanjut dia, masyarakat bisa mengatasi masalah-masalah Kamtibmas yang terjadi.
Eks Kabareskrim Polri itu pun memberi contoh seperti Satpam, pos kamling -- yang kini mulai redup--hingga pecalang di Bali.
"Tentunya peran aktif dan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungannya dari permasalahan-permasalahan atau bersama-sama Polri dengan masyarakat menjaga agar tidak terjadi peristiwa peristiwa ataupun masalah-masalah yang kemudian menjadikan atau mengganggu masalah Kamtibmas," sambungnya.
Baca Juga: Tagline Dukung Kapolri Listyo, PP Muhammadiyah: Polisi Sahabat Umat
Dengan demikian, Listyo menyatakan jika Pam Swakarsa yang dia wacanakan berbeda dengan tahun 1998.
Bagi dia, wacana itu hanya berkisar pada tataran partisipasi masyarakat aktif dalam menjaga situasi kamtibmas.
"Jadi bukan kembali ke masa lalu, dan mungkin itu juga untuk mengklirkan polemik yang kemarin, seolah kami menghidupkan kembali PAM Swakarsa ala-ala 1998," tutup dia.
Sebelumnya, Listyo berencana menghidupkan Pasukan Pengamanan Masyarakat Swakarsa setelah menjadi kapolri. Melibatkan kembali Pam Swakarsa bertujuan untuk membantu menciptakan keamanan negara.
"Ke depan, tentunya Pam Swakarsa harus lebih diperanaktifkan dalam mewujudkan harkamtibmas, jadi kita hidupkan kembali," kata Listyo dalam fit and proper test calon kapolri di DPR, Rabu (20/1/2021).
Pam Swakarsa nanti akan diintegerasikan dengan teknologi dan informasi milik Polri sehingga mereka terintegrasi dengan petugas kepolisian.
Tag
Berita Terkait
-
Tagline Dukung Kapolri Listyo, PP Muhammadiyah: Polisi Sahabat Umat
-
Kapolri Sambangi PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti: "Tak Perlu Jadi Anggota"
-
Kapolri Listyo Sigit Bentuk Pam Swakarsa, Amien Rais Beri Komentar Pedas
-
Berpeci, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Sowan ke Kantor PP Muhammadiyah
-
Minta Pam Swakarsa Dibatalkan, Amien Rais: Lebih Banyak Mudharatnya
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 5 Rekomendasi Sepeda Lipat di Bawah 5 Juta yang Ringan dan Stylish, Mobilitas Semakin Nyaman
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Divonis 9 Tahun Penjara, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Sebut Fakta Sidang Diabaikan
-
Ancaman Nyata dari AS hingga AI: Bagaimana RI Menjaga 'Benteng' Pembangunan Nasional di 2026?
-
Aksi Kamisan Yogyakarta: Soroti Kekerasan Aparat di Tual dan Penghormatan bagi John Tobing
-
KPK Tangkap Pegawai Bea Cukai Budiman Bayu, Tersangka Baru Kasus Korupsi Impor
-
DPR Segera Panggil PT Agrinas Terkait Impor 105 Ribu Mobil Pickup India
-
Kasus Korupsi Minyak Pertamina, Edward Corne Divonis 10 Tahun Penjara
-
Anggota Komisi VI Kaget Tahu Impor Mobil India dari Media: Semestinya Dibahas Dulu di DPR
-
Bye-bye Tiang Monorel! Rasuna Said Bakal Punya Trotoar Estetis dan Jalur Sepeda Modern
-
Jateng Ribut Pajak Kendaraan Naik, Jabar Adem Ayem: Dedi Mulyadi Justru Turunkan Tarif
-
Bawa Reserse dan Labfor, Kapolda Riau Cek Lokasi Penemuan Anak Gajah Mati di Tesso Nilo